Golden Hero

Golden Hero
Episode 34



Sebelumnya, saat Haru berada di dalam kotak segel raja Iblis.


Di Dalam kotak segel, Haru diserang beberapa elemen sihir secara bergantian tanpa henti. Terkadang terkena sengatan listrik, tembakan bola air, terbakar api, kematian, racun, tusukan batu, dan beberapa sihir angin yang menggesek kulitnya secara berturut-turut selama 7 hari.


Awal hari Haru dalam kotak segel, Haru berteriak merasakan kesakitan. Pertengahan(3/4) hari Haru sudah kehabisan kekuatan, ia tidak bisa lagi merespon. Di Akhir hari Haru sudah jadi gosong, dalam keadaan gosong ia hampir tertidur dalam kematiannya. Perlahan ia menutup matanya sudah tidak sanggup menahan siksaan tersebut lagi.


Haru terbawa dalam mimpi.


Dalam mimpi tersebut Haru berada ditempat gelap yang tidak ada ujung dan di depannya tiba2 ada sesosok orang berwarna emas di sekujur tubuhnya.


“Apakah kau akan menyerah begitu saja??? ” ucapnya


Haru langsung terbangun mendengar ucapannya barusan. 


“TENTU SAJA TIDAKKKK!!!! ” Teriak Haru begitu bangun.


Haru berteriak sambil berusaha membebaskan dirinya, rantai yang mengikatnya tiba2 semakin menjerat tubuhnya. Tentu saja Haru merasakan kesakitan tapi dalam hatinya ia merasa kalau jika ia tidak keluar sekarang maka nantinya dia menyesal. Oleh karena itu ia berusaha sebaik mungkin walau terasa sakit.


Perlahan tubuh Haru mengeluarkan aura emas, seiring dia berusaha. Dan seiring Haru berusaha keras untuk keluar, makin ekstrim kotak segel tersebut berusaha menyerangnya dengan beberapa elemen sihir.


“AHHHHH!!!!!!! ” Haru berteriak keras, aura Haru juga menjadi semakin besar dan menyelimuti seluruh ruangan dalam kotak segel.


Rantai dan segel yang mengikat Haru langsung terlepas begitu saja dan kotak segel pun langsung terdiam berhenti menyerang Haru lagi.


Haru membuka matanya perlahan, ia melihat sekeliling dan ruangan yang awalnya hitam semua tanpa ada ujungnya, sekarang semuanya berubah jadi warna emas.


Haru melihat ke dadanya dan ada lingkaran berwarna emas yang menempel. Haru melihat sekelilingnya lagi dan sekarang ada beberapa bola kaca yang didalamnya ada api, air, tanah, petir, angin, tumbuhan, dan kegelapan bergerak mengelilinginya. 


Bola elemen yang ada disekitarnya, perlahan bergerak mendekat masuk kedalam lingkaran emas di dadanya. Haru berteriak dengan keras dan ditengah teriakannya terdengar suara kecil. 


“Jalanmu masih panjang Haru, kau masih belum menerima semua kekuatanku. Jadi berusahalah untuk mencari kekuatan itu!!! ”


————————————————————


Seketika itu ruangan Whill langsung meledak, meja Whill jadi hancur lebur dan dinding ruangannya juga hancur.


Haru melihat halaman sekolah dari dinding yang hancur karena ledakan tadi. Haru lega bisa keluar dengan selamat.


“Dimana aku sekarang, Apa ini ruangan Whill. ”


Haru mau keluar dari tempat itu tapi melihat dirinya tidak ada pakaian. Ia mencari-cari ke lemari ketua osis dan saat mau memakai bajunya tiba-tiba terdengar suara sorakan dari arah arena pertandingan. 


Haru langsung berhenti bergerak dan menemukan potongan koran di lantai karena ledakan tadi. Haru melihat berita pertandingan putri dan Osis yang akan diadakan sekarang. 


Telinga Haru jadi sensitif dan dapat mendengar pengumuman pertarungan putri melawan wakil ketua Osis. Tanpa pikir panjang Haru berlari melompat keluar dan terbang menuju ke arah arena.


Itulah kejadiannya, sampai ia bisa disini sekarang. Dengan waktu yang sangat tipis untungnya ia bisa masuk dalam pelindung sihir tersebut sebelum tertutup sepenuhnya.


Semua orang terkejut dengan kedatangan Haru. Ketua Osis segera menyuruh menghentikan pertandingannya sekarang juga, pelindung perlahan dibuka kembali.


“Kenapa dia bisa keluar dari segel raja Iblis. Harusnya dia sudah hancur sekarang. ” gunam Whill.


Putri akhirnya tersenyum kembali melihat Haru datang. Putri berlari menghampiri Haru, tapi dia terkejut Karena Haru begitu lusuh.


“Kenapa kamu tampak kotor begini??? ” tanya putri.


“Aku ada masalah tadi, jadi begini. ”


Leo dan temannya juga masuk dalam arena dan bertanya kemana Haru pergi selama ini. Karena mereka kira, Haru kabur karena tiba-tiba dia menghilang dan hanya menulis surat saja. Haru kebingungan apa yang mereka maksud.


Saat itu Whill berteriak mengatakan kalau Haru tidak boleh ikut karena sudah terlambat. Sontak anggota lain menentang hal tersebut karena arena belum tertutup sepenuhnya jadi Haru masih belum dianggap terlambat.


Whill bilang pokoknya tidak boleh karena dia masih belum didaftarkan dulu. Leo langsung menentang, karena ia Whill sebelumnya bilang kalau mereka boleh mencari anggota baru dan mereka sudah menemukannya. Penonton langsung mengejek Whill karena tidak memegang omongannya.


Whill terdiam merasakan kekuatan Haru yang semakin kuat. Haru tahu kalau Whill melihatnya jadi Haru tersenyum kearah Whill.


Saat itu Kooru bilang pada Whill kalau lebih baik menyetujuinya karena semua orang akan menentang pertandingan ini jika kita tidak menyetujui ini.


Whill tahu akan hal itu, tapi jika ia menyetujuinya sekarang rencananya akan gagal. Tanpa ada pilihan lain Whill membuat keputusan yang sangat beresiko.


“Baiklah aku akan menyetujuinya!!. ” anggota putri langsung senang.


Whill pergi dengan kesal, tapi saat di samping Kooru ia berpesan lagi pada Kooru untuk berhati-hati padanya. Haru bukan orang lemah yang seperti Kooru kira.


“Baiklah aku mengerti!!! ” jawab Kooru.


“Meskipun kau kalah nanti. Minimal buatlah Kooru jadu lelah biar putri yang menghabisinya. Oke. ” saran Leo yang menganggap Haru pasti kalah.


Leo dan yang lain pergi dari arena setelah mengucapkan kata. Tinggal putri masih belum kembali.


“Ada apa putri?? ”


“Aku senang kau selamat dan kembali. Terima kasih telah datang. ” putri pamit pergi juga.


Saat putri berjalan pergi,


“Aku juga minta maaf karena menyembunyikan sesuatu. ” 


Putri berbalik saat mendengarnya. “Apa??? ”


Haru hanya tersenyum, Putri berjalan keluar arena dengan kebingungan dengan maksud Haru. Putri dan yang lain sengaja tidak kembali, mereka memilih untuk melihat di pinggir arena.


—————————————————————


Sihir pelindung di aktifkan, pertandingan dimulai!!


Haru sedang berhadapan dengan Kooru. Whill dengan gelisah melihat dari ruang Vip. Dia masih bertanya2 kenapa Haru bisa keluar dari segel.


Kooru langsung mengeluarkan senjatanya, begitu juga dengan Haru ia juga mengeluarkan senjatanya.


Saat itu Haru tersenyum, dalam hati ia meminta maaf pada putri. Ia mulai mengeluarkan tongkat kayunya, yang perlahan muncul ditangan kanannya.


Putri terkejut setelah melihat seluruh senjatanya dan ia mulai meneteskan air matanya.


“Sudah kuduga kamu adalah... ”


Semua orang terkejut ternyata Haru tidak mengeluarkan pedang besinya melainkan ia hanya mengeluarkan tongkat kayu. Sontak semua orang tertawa kecuali ketua Osis yang menggigit kukunya ketakutan. 


——————————————————————


“Kenapa ia tidak menggunakan pedangnya, malah mengeluarkan ranting tipis itu. Apa dia sedang bermain-main. ” ucap Dicky heran.


“Iya, ia sedang bermain-main sekarang. ” balas putri.


Teman-temannya tidak mengerti maksud putri.


(Haru, mungkin semua orang merendahkan dirimu. Tapi aku tahu kalau kau mengeluarkan senjata terkuat mu. Oleh karena itu buatlah mereka terdiam sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi!! Pahlawanku. ) Dalam hati putri.


“Aku peringatkan kau, untuk mengganti senjatamu. Karena aku tidak akan main-main untuk membunuhmu! ” Kooru mengangkat senjata marah


“Hahaha, memang inilah senjata asliku. Aku ini sedang tidak bermain. ” 


“Baiklah, kau akan menyesal nanti. ”


Kooru sudah tidak bisa berbasa basi lagi ia langsung menyerang Haru dengan kekuatan penuh. Tapi saat ia melancarkan sebuah serangan, serangan itu selalu bisa ditangkis oleh Haru dan Haru bisa menyerangnya kembali.


Kooru terkejut, bahkan Leo tadi saja tidak bisa mengalahkannya. Apa yang sebenarnya terjadi??


Kooru menyerang berulang kali. Lalu serangan terakhir Kooru dikembalikan cukup kuat oleh Haru dan  membuat Kooru terlempar cukup jauh mengenai sihir penghalang.


Kooru mulai sadar akan ucapan Whill untuk hati2, ia mulai merasakannya sekarang. Bahkan saat ia berniat untuk menghancurkan rantingnya saja, ia tidak bisa malahan dia terlempar.


Kooru berdiri lagi dan mencoba menyerangnya tapi ia terdiam setelah melihatnya sebentar. Kooru mulai merasakannya kekuatan besar Haru. Dalam hati Kooru sudah tidak bisa melawannya lagi. Kooru akhirnya meletakkan pedangnya dengan gemetaran dan memilih menyerah. Karena bagaimanapun ia menyerang ia pasti akan kalah pada akhirnya.


Sontak menyerahnya Kooru membuat semua orang terkejut karena tiba-tiba ia langsung menyerah ditengah pertandingan tanpa perlawanan. Apa yang terjadi? Itulah yang dipikirkan oleh orang2. Penonton yang tidak tahu apa yang terjadi hanya bisa bertepuk tangan.


Putri dan yang lain tidak menduga juga, tapi mereka turut senang karena musuh yang bahkan bisa melawan Leo menyerah begitu saja.


“Beruntung sekali Haru, Kooru langsung menyerah begitu saja. ” Leo dan Dicky berpikiran sama.


(Iya, Kooru beruntung. karena dia akan tetap kalah melawan Haru jika ia tetap bertahan.) Balas putri dalam hati.


Pelindung dibuka dan Haru tersenyum menatap ke atas ke tempat Whill berada mencoba menantangnya.


“Sialan kau Haru!!!!!! ”


(Aku yang dulu mungkin memilih untuk bersembunyi. Tapi untuk desa Thea, putri dan orang yang berharga bagiku. Sekarang aku memutuskan untuk menunjukkan kekuatanku sepenuhnya. Whill. ) Gunam Haru dalam hati.