Golden Hero

Golden Hero
Episode 16



“Jadi kau memiliki senjata pedang besar juga. Itu malah lebih baik. Itu akan membuatnya lebih mudah. Kita akan lihat siapa pengguna pedang besar yang lebih hebat di antara kita dan jadi pendamping tuan putri. ” ucap Dicky.


“Hmm, suka-suka hati mu lah. ” ucap Haru.


———————————————————————


“Sedia.... Mulai... ” Juri memulai pertarungan.


Dicky mulai berlari mengangkat senjatanya, ia mencoba menebas Haru dengan cepat. Haru juga langsung mengambil pedang besinya tapi ia sedikit kewalahan karena berat pedang tersebut. Jadi ia tidak sempat mengangkat pedang tersebut.


Jarak mereka berdua semakin dekat, Dicky melancarkan beberapa serangan dengan gesit meskipun menggunakan pedang besar. Dicky menggunakan pedangnya seolah itu adalah pedang kecil.


Dicky menyerang dari kanan, kiri dan atas dengan begitu cepatnya. Haru masih belum terbiasa dengan pedang besi. Ia hanya bisa bertahan karena baru pertama kali menggunakannya.


Haru belum bisa mengangkat pedang itu, terpakasa ia bertahan dengan pedangnya masih tertancap ditanah. Apalagi tampaknya Dicky hanya menyerang pedangnya.


Haru terus menahan serangannya hingga ia dibuat mundur dan hampir mendekat ke pinggir arena. Karena pedangnya masih tertancap ditanah, jadi itu meninggalkan jejak pedangnya yang terus terseret.


(Bagaimana ini, Jika aku tidak segera mengatasi situasi ini. Aku akan keluar arena begitu saja dan di disqualifikasi. Aku maunya begitu tapi dia tidak akan percaya begitu saja. Aku harus membuat perlawanan tanpa mencolok)


(Haru apa yang kau lakukan, kenapa kau hanya diam saja ) Putri melihat dengan gugup di bangku penonton.


———————————————————————


Suara benturan antara 2 pedang terdengar cukup keras berkali-kali membuat penonton jadi terdiam kagum mendengarnya. Tinggal beberapa jarak lagi Haru sudah keluar dari arena pertandingan.


(Sial, aku harus berbuat sesuatu. Dia hebat juga bisa memojokkanku disini ... Ayo kita lihat seberapa hebat senjata ini ) ucap Haru dalam hati.


Dicky tampaknya ingin membuat Haru terdorong keluar dengan tersu menyerang pedangnya. Tapi saat sudah berada di tepi arena. Tiba-tiba Haru tidak terpukul mundur lagi meskipun Dicky sudah menambahkan kekuatan dari serangannya.


Dicky curiga dengan hal tersebut dan benar juga Haru tidak diam saja. Saat Dicky terus menyerangnya Haru menyalurkan sihir ke pedangnya. Sisi pedang Haru tiba memerah seperti mau meledak.


Dengan pengalamannya, Dicky mulai melompat mundur dengan cepat menghindar. Tapi Dicky sudah terlambat dia terkena ledakan pedang Haru membuatnya terlempar cukup jauh dan menimbulkan asap di sekitar Haru.


Ledakan membuat semua penonton terkejut. Mereka tidak mengira kalau Haru akan mengeluarkan ledakan tersebut.


“Uhuk... Uhuk apa tadi. ” Dicky terjatuh cukup jauh.


Ledakan tadi tidak ada apa-apanya bagi Dicky. Dengan cepat ia sudah terbangun untuk bertarung lagi.


Dalam gumpalan asap hitam itu Haru mulai melompat dengan membawa pedang besi. Ia menyerang Dicky dari atas dengan cepat.


Dicky sempat terkejut tapi ia bisa menahannya. Haru meniru serangan Dicky tadi, ia menyerang Dicky dari atas, kanan dan kiri secara bergantian. Dicky agak terkejut kalau Haru menggunakan pola serangan yang sama dengan dirinya.


Tidak perlu waktu lama, Dicky membalas serangan Haru seperti ahli pedang. Ia membalas serangan Haru dengan serangan juga. Sehingga pedang mereka saling bertemu dan adu kekuatan pedang.


Bunyi bertemunya serangan kedua pedang, menimbulkan suara yang sangat keras. Tidak banyak yang menutup telinganya karena saking kerasnya.


Mereka berdua sedikit terpental akibat benturan pedang mereka yang cukup keras. Mereka berdua berdiam sejenak, Haru kelihatan nafasnya sudah tersenggal-senggal. Begitupun dengan Dicky ia tampak agak lelah juga.


“Hebat juga bisa bertahan dan membalas seranganku. Aku tidak tahu kau belajar dari mana teknik pedang tersebut tapi kelihatannya kau memiliki aliran pedang yang sama denganku. ” Ucap Dicky sambil menahan nafas.


“Kau juga hebat... ” Senyum Haru.


———————————————————————


“Maaf, meremehkanmu. Karena sesama memiliki teknik pedang yang sama. Aku akan menggunakan kekuatan ku dengan serius. ” Dicky mengambil kuda-kuda.


(Aku tidak belajar dari siapapun, aku hanya meniru teknik pedangmu saja. Kalau ada yang mengajariku yah hanya kepala duild) dalam hati Haru.


Dicky memejamkan mata dan komat kamit gak jelas. Lalu keluarlah lingkaran sihir dipunggung tangannya berwarna biru.


“AKU DATANG Haru. MARI KITA AKHIRI SEMUA INI.... ”Teriak Dicky mengangkat pedangnya dan berlari menyerang sisi kiri Haru.


“Datangalah, Dicky. ”


Haru bersiap menahan serangannya dan kalah secara normal. Saat mau menerima serangan Dicky, terlihat pedangnya tiba-tiba keluar air.


Pedangnya tiba-tiba jadi cepat dan kuat membuat Haru yang terkejut terpental mundur. Tebasan Dicky membentuk sebuah tebasan yang tajam.


Haru berhasil menahannya, tapi air yang lolos dari pedang Haru menimbulkan sebuah luka tebasan kecil di pipinya dan lengan. Tidak berhenti begitu saja Dicky menarik pedangnya lagi dan mulai komat kamit membaca mantra.


Dicky menyerang dari sisi kanan Haru, tiba-tiba lingkaran sihir berubah jadi merah. Pedang Dicky mengeluarkan api dan menyelimutinya. Menimbulkan ledakan saat terkena pedang Haru.


Serangan Dicky tidak terduga yang ke-2 tidak bisa ditahan Haru. Akhirnya ia terpental cukup jauh dan menabrak pelindung akdemi dengan keras dan terjatuh diluar arena lalu pingsan tak sadarkan diri.


———————————————————————


“Huwooo.... Plak...plak...plak...” teriakan dan tepuk tangan para penonton menyelimuti arena.


Dicky terjatuh sambil berpegangan dengan pedangnya. Saat di rasa kekuatannya kembali, Dicky kembali berdiri seolah tidak terjadi apa-apa.


Dan mulai menyapa penonton, di salah satu penonton terdapat putri Alicia. Mereka saling menatap 1 satu sama lain. Dicky mengangkat pedangnya dan menunjukkan kemenangannya pada putri dengan senyuman.


Putri membalas nya dengan senyuman juga.


(Sungguh, aku tidak tahu kalau Dicky sudah sekuat ini. Aku tidak tahu ada yang kuat disampingku, tapi apakah Dicky dan Leo bisa mengalahkan Ketua Osis sekarang. Tapi sungguh tidak di duga Haru kalah, apa perasaanku salah. Mungkin aku terlalu menilai berlebihan, Haru. )


“Sekarang Dicky sudah hebat sekali, tapi ia masih belum bisa mengalahkanku. Dan Haru sebaiknya kau tidak menganggunya lagi. Ia terlihat lemah sekali, hanya bisa bertahan dan mengeluarkan 1 sihir saja. ” ucap Leo pada putri.


“Iya, aku juga merasa bersalah karena terus menyampaikan keegoisanku saja. Aku masih belum tahu kekuatannya. ” Ucap putri tersadar.


———————————————————————


Diruangan VIP sekarang.


“Hahahaha ”Ketua Osis tertawa keras.


“Ada apa bos. Kenapa kamu tertawa. ”tanya salah satu anak buahnya.


“Tidak, aku kira Haru dan Dicky kuat ternyata hanya kekahwatiranku saja. Tetapi kita harus mewaspadai Dicky dan Leo agar rencana kita berhasil. ” Ucap ketua osisi dengan serius.


“Baiklah, aku mau keluar dahulu. Kalian awasi putri dan Leo bila ada sesuatu yang mencurigakan segera panggil aku. ” ucap Ketua osis pergi.


“Baik bos. ” Jawab para anggota.