Golden Hero

Golden Hero
Episode 8



2 tahun telah berlalu....


Di Padang rumput yang luas, ada sebuah gerobak yang ditarik kuda sedang berjalan di tengah-tengah padang.  Tampaknya mereka dari desa mau pergi ke kota.


Terlihat hanya ada 2 orang yang menumpanginya yaitu seorang laki-laki dan seorang pria tampak seperti pedagang. Laki-laki itu bernama Haru sedangkan pria pedagang tadi bernama pak slamet ...


Haru sudah agak besar sekarang dan sifatnya mulai agak berubah setelah peristiwa iblis itu datang.... Tampak sifat Haru sudah agak dewasa.


(Benar, saat aku menerima kekuatan ini. Entah kenapa sepertinya aku sudah hidup ribuan tahun lamanya. Tetapi aku tidak ingat bagaimana kehidupanku sebelumnya, tapi yang pasti secara bertahap aku pasti bisa mengingat bagaimana cara menggunakan kekuatan ini dan menggunakannya untuk melindungi untuk seseorang ) ucap Haru dalam hati mengingat kejadian lama.


“Apa kamu yakin pergi tanpa pamit terlebih dahulu pada orang-orang di desa??? Nanti mereka semua akan marah loh... ” tanya pak slamet


“Tenang saja pak slamet. Aku yakin para penduduk desa akan mengerti dan memaafkanku. Lagian aku tidak terlalu suka dengan perpisahan menyedihkan... ” ucap Haru agak sedih


Pak slamet melihat Haru sedih dan mencoba memahami perasaanya.


“Baiklah aku mengerti... Aku mencoba berbicara dengan orang desa sepulang mengantarmu. Tapi aku tidak menjamin kamu akan dimarahi saat kau pulang nantinya ”


“Terima kasih pak slamet. Aku akan memikirkan itu nanti. Tapi terima kasih sekali lagi aku merasa tertolong kepadamu. ” mata Haru berkilau.


“Iya..iya. Lagian aku sangat terkejut Guild master menyuruhku untuk menyiapkan kuda pagi-pagi sekali. ”


“Iya. Oleh karena itu aku sangat berterima kasih padanya. ” ucap Haru


Flashback


2 hari sebelum Haru pergi ke akademi.


Haru menemui guild master.


“Master aku ingin meminta sesuatu hal sebelum kepergianku. Aku ingin pergi secara diam-diam dari sini. Aku tidak ingin melihat semua orang dan pergi dengan tangisan ”


Haru memohon dengan keras


“Baiklah... Aku akan menyiapkannya. ” ucap guild master dengan tenang.


“Eh. ” Haru tidak menyangka  bahwa permintaan diterima.


“Tentu saja mengapa kau terkejut. Ini permintaan pertama dari muridku yang akan pergi. Akan aku kabulkan. Tapi jangan buat aku malu nanti di akademi ” 


“Terima kasih master ” Haru menunduk dengan tulus.


——————————————————————


“Tapi yah. Bagaimana rasanya nanti ya berada di akademi. Aku sudah tidak sabar lagi. ”


“Kalau menurut pak slamet. Nak Haru pasti akan baik-baik saja... ”


Selang beberapa menit pak slamet dan Haru berkendara. Tiba-tiba ada segerombolan orang di tengah jalan menghadang kuda pak slamet dan Haru.


“BERHENTI kau!!!! dan serahkan semua hartamu sebelum kami menghabisimu sekarang juga. Lebih baik kau serahkan saja, selama kami masih baik-baik pada kalian. ” Seorang pria gendut dan membawa sebongkah pedang besar ditutupi pakaian hitam.


“Tapi bos sepertinya mereka tidak punya apa-apa ”


“Cih, sepertinya begitu. Baiklah serahkan saja kuda dan gerobaknya dan kalian berdua akan selamat dari kami bandit terkenal disini. Kami adalah bandit kelelawar hitam jadilah menyerahlah. ”


“Hahaha, benar itu serahkan semuanya ” tawa anggota lainnya.


Seperti namanya mereka memakai pakaian hitam dan topeng yang menutupi mata mereka. Mereka berjumlah 7 orang termasuk bos mereka sendiri.


“Bagai...bagaimana ini nak Haru. Aku tidak pernah mendengar ada bandit disini. Apa kita harus serahkan gerobak ini. ” Pak Slamet ketakutan.


Haru menepuk pundak pak Slamet dan turun dari kendaraan. Mencoba menenangkan pak slamet yang gemetar ketakutan.


“Apa yang akan kau lakukan nak Haru. Sebaiknya jangan lakukan itu akan berbahaya bagimu. Aku lebih baik menyerahkan kudaku daripada membahayakanmu. ” ucap pak Slamet penuh khawatir.


“Tenang saja pak Slamet. Lagian kamu tahu kan aku murid dari guild master. Nanti kalau dia tahu kalau aku memilih kabur daripada bertarung melawan para pecundang ini. Nanti aku akan kena marah lagian aku sudah besar kok tenang aja. ” ucap Haru dengan tenang


“Bocah beraninya kamu mengatakan kami pecundang. Sebaiknya kamu menuruti perkataan pak tua itu. Atau kami habisi kamu disini juga. ” bos kelelawar hitam mulai marah.


“hmm(tersenyum). Tidak mau bodoh ” ucap Haru nakal.


“BERANINYA KAU BOCAH, SEMUA SERANG DIAAAA.... ” Teriak bos dengan penuh amarah.


“Baik bos ” semua ke-6 anak buahnya mulai maju menuruti perintah bosnya.


“Hahaha matilah kau bocah berani meremehkan kami. Tebuslah kesalahanmu ” tertawa merayakan kemenangannya.


“kau sudah buat bos kami marah maka rasakan akibatnya. ” ucap salah satu anak buahnya.


Haru tersenyum licik


“Rasakan ini bocah... ” ucap salah satu menebaskan pedangnya.


Tetapi dengan santainya Haru dapat menghindari serangannya. Begitu juga dengan serangan anggota kelelawar hitam lainnya dengan santai. 


Sontak itu membuat semua orang disana terkejut.


“Jadi apa hanya ini kekuatan kalian, kukira akan lebih kuat. ” ucap Haru yang seperti mengejek mereka.


“SIALAN KAU... ” Anggota lain mulai marah juga dipermainkan oleh seorang bocah yang baru dewasa.


(Sepertinya aku membuat mereka marah lagi. Padahal perkataanku tidak salah, dibandingkan dengan iblis yang kulawan saat kecil dan serangan dari Guild master. Serangan mereka seperti melambat dan dapat ditebak, mereka lemah sekali sih. Ahhhh, nanti aku akan terlambat sebaiknya aku harus cepat.) Ucap Haru dalam hati  sambil menghindari serangan mereka yang terus berdatangan.


———————————————————————


“Apa yang kau pikirkan bocah. Jangan pikir kau bisa lari setelah membuat kami marah ” Sebuah serangan dari belakang.


Tetapi saat mau menebas dengan cepat Haru berbalik dan memukul perut bandit tersebut dengan satu tangan.


“Erk ” Orang itu langsung terpental dan pingsan.


“Satu...dua... Tiga... ” Haru mulai menghabisi satu persatu anggota bandit dengan satu serangan.


Hingga ada 1 orang yang mencoba untuk kabur tapi dengan mudah Haru mengejarnya dan menghabisinya.


“Sekarang tinggal kau.... ” Haru berjalan didepan bos bandit.


Sekarang tinggal mereka berdua saja. Bos bandit jadi agak ketakutan setelah melihat kecepatan dan kekuatan Haru.


“Hah, hebat juga kau bisa mengalahkan anak buahku yang terbaik. Sekarang aku akan melayanimu untuk bertarung. Aku akan mempersilahkan untuk pergi jika kau berubah pikiran...” 


Haru mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan yang dia keluarkan adalah sebuah tongkat kayu kecil yang ia dapatkan saat kecil.


Bos bandit yang melihat tongkat kecil Haru, dia jadi tidak bisa menahan tawa di mulutnya.


“ Bwab HAHAHA. Apa yang akan kau lakukan dengan ranting itu. Apakah itu senjata sucimu, apa kamu bercanda. Anak kecil sebaiknya kau pulang saja sana” bos bandit itu mulai mendapatkan kepercayaan dirinya kembali.


“itu yang akan kukatakan kepadamu sekarang. ” Haru menatap tajam.


“Hahhhh, hei bocah aku masih berbaik hati kepadamu. Tapi kelihatannya kau mau mati sekarang. ” ucap bos bandit mengangkat pedang besarnya yang terbuat dari besi tebal.


———————————————————————