
"Sepertinya ada peraturan yang melarang siswa agar tidak menyerang satu sama lain selain di arena khusus. Sepertinya anggota Osis melupakan peraturan itu, tapi jika kalian ingin melanggar maka aku tak segan-segan untuk melawan. “ Ucap Leo menyindir dengan tajam.
Anggota osis yang melakukan penyerangan pertama tadi sudah tidak tahan lagi dan berniat untuk melanjutkan serangannya.
Tapi dibelakang mereka ada Ketua osis mengeluarkan aura gelap sontak membuat semua anggota osis yang berniat menyerang tadi berhenti seketika. Ketua Osis menyuruh mereka untuk menurunkan senjatanya dengan tatapan tajam.
Anggota Osis langsung ketakutan menurunkan senjata semua. Melihat anggota osis sudah menurunkan senjata, Anggota beasiswa juga ikut menurunkan senjata juga.
”Aku juga setuju dengan pendapat Leo, kita tidak bisa bertarung disini sebagai sesama siswa. Kita harus bertarung di arena khusus. Mereka mungkin lupa, jadi sebagai perwakilan mereka aku meminta sedalam-dalamnya karena telah kasar sama putri. Aku akan mendidik mereka nanti. “ ucap Whill(Ketua Osis) sambil menyeringai tersenyum.
——————————————————————
”Jadi aku punya ide, untuk membuktikan kalau ucapan puteri benar adanya. Bagaimana kalau kita mengadakan pertandingan antara Anggota Osis melawan Anggota Beasiswa. Jika putri menang berarti para anggota beasiswa benar-benar mengalahkan Iblis dan membuktikan perkataan putri kalau orang biasa juga bisa kuat. Bagaimana ???“ ucap Whill
”Tentu saja, jika putri kalah maka akan menjadi sebaliknya. Dan satu hal lagi, tidak akan seru jika tidak ada hadiah. Bagaimana kalau pemenang meminta sesuatu dari tim kalah. Apakah kalian setuju atau menyerah saja dan kabur. “ Ucap Whill agak memprovokasi.
Sontak anggota lain tidak menyetujui hal tersebut, mereka tidak tahu apa yang direncanakan oleh Osis. Leo berniat menghentikan putri agar tidak terjebak dalam permainan Whill.
Tapi belum juga ngomong, putri tiba-tiba langsung menyetujuinya. Anggota lain hanya terkejut dengan tindakan putri. Mereka tidak bisa bicara lagi begitu juga dengan Haru tampaknya ia sudah menyadari hal ini akan terjadi.
Ketua Osis Whill tersenyum licik, ia langsung menyudahi percakapan mereka dan mengumumkan pertandingan antara Anggota Osis dan Anggota Beasiswa di sekeliling mereka. Jadi Leo dan yang lain tidak bisa menyangkalnya lagi.
”Baiklah putri kami pamit dahulu, Sebelum itu akan aku infokan bagaimana pertandingan nanti berjalan, pertandingannya adalah 1 lawan 1. Jika 1 anggota kalah maka anggota lain masuk menggantikannya sampai tinggal 1 orang raja yaitu putri dan aku. Maksimal anggotanya adalah 6 termasuk putri juga. Jadi siapa yang bertahan sampai akhir adalah pemenangnya, putri.... “ Whil tersenyum lebar pergi pamit bersama anggotanya.
Setelah Pergi Leo marah karena putri bertindak gegabah tanpa berfikir dahulu tadi. Putri tidak akan pernah berubah sekalipun jawabannya walaupun memikirkannya selama apapun. Ia tidak ingin Ketua Osis mengejek kerja keras rakyat biasa terus.
Leo merasa frustasi tapi ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia duduk menenangkan diri. Dicky dan Alfort berterima kasih karena putri marah demi mereka. Dicky mengajak semua orang untuk bersemangat, karena tidak ada pilihan lagi dan terlanjur. Putri juga setuju, lagian tidak bisa diubah hasilnya.
”Aku tidak ikut, karena aku tidak ingin melawan mereka. “ Ucap Haru tenang.
Putri berjanji pada Haru kalau tidak akan mengganggunya lagi sebelumnya, jadi ia tidak bisa memaksanya. Putri jadi agak sedih karena semua orang tidak ikut berjuang.
Dicky melihat itu dan menenangkan putri. Dicky bilang kalau ialah yang akan mengalahkan mereka semua, jadi tidak perlu bantuan Haru. Leo bangkit senang mendengarnya, jadi dia tidak perlu turun tangan membantai mereka. Tapi Leo berpesan untuk menyisakan Ketua Osis, biar Leo sendiri yang menghabisi mereka. Dicky dan Leo saling berjabat tangan bersemangat.
”Sejak kapan kalian jadi akrab... “ gunam Alfort.
”Baiklah aku percaya kalian. “ putri tersenyum kecil tapi terlihat khawatir.
Haru melihat hal tersebut dan bersikap cuek ia tidak ingin memikirkan apa-apa lagi. Cita-citanya hanya untuk menjaga desa.
Selain Haru, Alfort menyadari kekhawatiran putri yang nampak di wajahnya.
——————————————————————
Beberapa hari kemudian
Saat dibuka yang mengetuk adalah Alfort. Alfort mengajak Haru untuk pergi ke suatu tempat tapi haru tidak mau karena malas. Haru tidur kembali setelah membukakan pintu.
”Ayolahhhh “ Alfort memaksanya untuk bangun pergi.
”Iya...iya. Biarkan aku mandi dulu. “ ucap Haru pergi ke kamar mandi.
Haru dan Alfort berjalan keluar dari kota dan menuju danau yang tak jauh dari kota.
”Kenapa sih kita berjalan disini!!! “ Haru bertanya dengan kesal dan marah karena mereka berjalan cukup jauh untuk sampai disini.
Saat Haru bertanya seperti itu tiba-tiba alfort menutup mulut Haru dan menyuruhnya untuk diam. Mereka berdua melihat seseorang sedang memakai jubah sudah berdiri di tepi danau. Tak lama setelahnya saat mereka memperhatikannya, tiba-tiba orang misterius itu membuka jubahnya dan dia adalah putri Alicia.
Haru langsung terkejut sambil menutup mulut mereka tak percaya. Haru bertanya-tanya sambil marah kenapa putri bisa disana bukannya ia tidak boleh keluar dari kota sendirian. Alfort menyuruhnya untuk tidak berbicara keras-keras.
”Sebenarnya beberapa hari lalu, putri sempat bertanya padaku dimana 1 anggota beasiswa terakhir berada. Jadi kujawab kalau dia sedang ada disini. Karena kemarin kita mengganggunya jadi dia pindah kesini menurut informasi yang ada. “ Ucap Alfort
”Kamu dapat informasi dari mana sih. “
”Itu rahasia perusahaan “ Jawab Alfort bangga.
”Aku tak paham kenapa putri bisa berada disini apakah dia tidak belajar dari peristiwa sebelumnya. “ ucap Haru
”Aku juga tidak tahu, jika aku tahu putri akan kesini. Aku tidak akan bilang padanya. Aku juga ini tadi kebetulan menemukan putri tadi. Makanya aku mengajakmu “ ucap Alfort menjelaskan
”Kenapa aku???, kenapa tidak Leo atau Dicky“
”Entahlah, aku hanya kepikiran kamu. “ Jawab Leo tanpa rasa bersalah.
”.... “ Haru hanya bisa diam.
”Tapi sepertinya putri masih belum yakin kita bisa mengalahkan anggota osis makanya dia meminta bantuan lain. Lagian tidak ada orang lain yang percaya kalau anggota beasiswa bisa menang melawan Osis. “ ucap Alfort mengeluarkan hasil risetnya.
Alfort agak merasa bersalah karena telah memberitahunya jadi ia berniat untuk memastikan putri aman. Lagian ia sudah janji pada putri agar tidak memberitahu siapa-siapa saat dirinya bertanya.
Mereka berdua akhirnya fokus untuk kepada putri. Terlihat putri yang terlihat berbicara sendiri ditepi danau cukup lama. Sampai akhirnya ada sesuatu bergerak dari dalam danau dengan perlahan dan menarik kaki putri masuk kedalam danau dengan cepat
Sontak Haru dan Alfort berlari melompat kedalam air untuk menyelamatkannya. Tapi itu sudah terlambat putri sudah masuk cukup dalam. Haru dengan putus asa mencoba untuk masuk lebih dalam mencoba untuk mengejar.
Haru mencoba menggapai tangan putri. Putri membuka matanya dan melihat keatas, putri melihat seseorang yang datang dari atas mencoba menariknya. Putri juga berusaha untuk mencapainya tapi dirinya mulai kehabisan nafas dan pingsan. Dalam pikirannya sebelum pingsan bahwa itu tadi adalah Haru teman masa kecilnya, ia sejenak merasa senang tapi dia sudah pasrah.
Haru tidak bisa menggapainya dan jarak mereka semakin terpisah jauh seolah danau tersebut tidak ada ujungnya. Putri semakin cepat masuk kedalam danau seolah ada yang menariknya. Haru merasa tidak bisa mengejarnya meskipun sudah kecepatan penuh dan akhirnya Haru sudah kehabisan nafas dan berenang ke atas.