
Desa kembali jadi tenang, beberapa orang dari kota masih menyelidiki apa penyebab para monster bergerombolan lalu menuju desa. Haru masih belum sadar setelah pertempuran tersebut.
Desa mengadakan pesta untuk merayakan desa yang masih bertahan.
———————————————————————
Beberapa hari setelahnya, Haru yang belum terbangun sekarang akhirnya sadar di suatu ruangan. Haru bangkit kebingungan
“Dimana ini, dimana aku berada sekarang "
Haru berdiri, berjalan keluar dari ruangan itu. Setelah membuka pintu terdengar suara ramai orang berbicara. Tampaknya Haru berada di lantai 2 guild sekarang. Haru berjalan menyusuri dan turun untuk menemui resepsionis Mei.
"Kenapa aku bisa disini??? "
Haru berjalan melewati orang-orang lalu menemui resepsionis Mei. Tampak resepsionis Mei terkejut melihat Haru. Resepsionis Mei langsung berlari menghampiri Haru dengan air mata di wajahnya. Ia bersyukur karena Haru baik-baik saja.
Resepsionis Mei memeluk erat Haru....
Haru agak kebingungan kenapa resepsionis Mei begini. Bibi pemilik tempat makan juga segera berlari menemui Haru dan menangis juga sambil memeluknya dengan erat.
Setelah itu Haru dimarahi habis-habisan oleh resepsionis Mei dan Bibi karena pergi kehutan.
Haru dipanggil ke ruangan Guild master. Setelah sampai , Haru dijelaskan kenapa Haru bisa sampai sini dan bagaimana Guild master menemukannya di hutan
Guild master bertanya apa yang membuat Haru bisa sampai terluka parah. Mau tidak mau Haru menjelaskan perihal iblis yang datang. Tetapi Haru tidak berbicara kalau dirinya yang mengalahkannya.
Ia hanya bilang kalau ia dilukai oleh iblis dalam perjalanan dan tiba-tiba ada cahaya emas datang.
"Ermmm iblis ya. Sepertinya dugaanku benar. Terima kasih Haru atas penjelasannya. Selain itu aku minta kepadamu agar merahasiakan perihal iblis tersebut karena takutnya akan menimbulkan kegemparan. "
"siap, baik tuan " Haru langsung berdiri pergi keluar.
"Ah tunggu sebentar ada yang mau kuberikan padamu " Guild master berdiri dan sedang mencari sesuatu dibawah meja.
Setelah beberapa saat Kepala guild menyerahkan sebuah tongkat kayu berukuran pendek pada Haru.
"Ini tongkat yang selalu kau genggam saat kau tidak sadarkan diri. Kau memegangnya terlalu erat aku kira ini berharga bagimu. Jadi aku menyimpannya "
"ah, terima kasih. Aku pergi dulu " Haru pergi keluar ruangan.
Guild master berdiri
"Iblis datang, aku harus bicarakan ini pada wali kota. Kita harus mencegah datangnya iblis datang lagi "
Haru langsung pergi menuju ke tepi sungai dan melihat tongkat itu.
"Apakah ini tongkat yang waktu itu. Kalau benar kenapa jadi kecil. Apakah tongkat ini patah "
saat Haru bergunam, tongkat tersebut memanjang seukuran dirinya. Haru terkejut dan menjatuhkannya.
"apa ini tingkat ini bisa memanjang." Haru mencoba untuk mengambilnya dengan agak takut.
Haru memegangnya kembali
"mengecil " ucap Haru
Seketika itu tongkat tersebut mengecil.
Haru senang dan jadi mengerti cara menggunakan tongkat tersebut. Sekarang Haru selalu membawa tongkat itu untuk jadi senjata kemanapun ia pergi. Karena ukiran yang bisa mengecil jadi praktis sekali bisa membawanya kemana-mana. Sekarang tongkat itulah jadi senjata Haru.
Beberapa bulan telah berlalu, kehidupan Haru tidak berubah sama sekali seperti rutinitas biasanya. Tetapi dalam suatu hari tiba-tiba Haru dapat panggilan dari Guild master setelh menyelesaikan quest.
Haru berjalan ke atas menuju ruangannya. Ia mengetuk pintu dan terdengar suara Guild master menyuruhnya untuk masuk. Haru membuka pintu dan bertanya...
"Ada apa master, kenapa Guild master memanggilku??? Apa aku ada kesalahan??? Apa aku tidak diperbolehkan menjalankan quest lagi???? " Haru bertanya-tanya sambil memikirkan apa yang akan terjadi
"Tenang saja, aku disini hanya memberitahukan sesuatu hal yang penting. Ini untukmu dari wali kota " Guild master memberikan sebuah surat.
"Apa ini. " tanya Haru
Haru membuka dan mencoba membaca isinya. Tapi dia tampak kebingungan.
"Benar, wali kota merekomendasikan untuk masuk kedalam akademi setelah kamu berumur 12 tahun. Sekarang umurmu 10 tahun dan 2 tahun lagi kamu akan pergi ke akademi. Bagaimana pendapatmu, kamu disana akan menjadi kuat "
"Apa!!!! Aku akan masuk akademi "
"iya, tapi itu terserah kamu. Kami tidak akan memaksamu, pikirkanlah baik-baik dan beritahu aku "
Haru keluar dari ruangan Guild master dan tampak resepsionis Mei menunggu. Resepsionis Mei langsung menghampiri Haru....
"apa yang kamu bicarakan dengan Guild master"
"emmm. Katanya aku direkomendasikan untuk masuk akademi."
"ehhh itu bagus dong. Sekarang kamu bisa cari kerja dengan mudah dan bertambah kuat. Terus kenapa kau murung??? "
"ahhh nggak. Aku hanya kepikiran sesuatu yang lain. Maafkan aku"
Haru bertanya kepada bibi pemilik makanan dan jawaban yang didapatkan sama dengan resepsionis Mei. Ia senang karena Haru jadi kuat.
Tapi mendengar jawaban itu tidak membuat Haru puas. Ia mencoba untuk menenang apa yang ada dalam pikirannya sekarang dengan berjalan-jalan di dalam hutan.
Haru tidur di tepi sungai, Haru memutuskan untuk tidak mencari tumbuhan hari itu untuk menenangkan pikirannya terlebih dahulu.
Selang beberapa lama ada seseorang yang menyapa Haru, Haru yang sedang menutup matanya langsung membuka matanya dan melihat ada Kepala desa disana.
"Eh, kepala desa apa yang terjadi. Ada perlu apa denganku " ucap Haru panik.
"Tenang saja, aku disini hanya untuk jalan-jalan. Apakah ada yang mengganggu pikiranmu. Tampaknya kau sangat stress sekarang. Aku melihatmu cukup lama "
"eh, maafkan aku. Karena memperlihatkan hal yang tidak pantas kepada Kepala desa. "
"sudahlah jangan terlalu formal gitu. Jadi apa masalah yang mengganggumu itu. Ceritakanlah mungkin aku bisa membantumu"
"sebenarnya aku bingung untuk masuk akademi atau tidak soalnya. Jika aku masuk akademi, nanti aku gak bisa ketemu sama orang-orang desa "
"hmm(tersenyum), pergilah jika itu yang jadi masalahmu. Kau hanya tidak enak saja meninggalkan kami. Jika kau masuk akademi, mungkin itu membuatmu kuat dan bisa melindungi desa ini. Lalu kita tidak akan ketakutan karena ada kau yang melindungi desa ini "
"sebelum itu terlambat pergilah dan jadi kuat " ucap Kepala desa.
Haru merenungkannya semua ucapan dikatakan Kepala desa.
Di ruangan Kepala guild ada ketukan dari luar.
"Masuk!!! "
Terlihat Haru datang.
"Guild master, aku bersedia untuk masuk akademi ini. Tapi..."
"Baguslah kalau gitu, tapi kenapa.... "
"Tapi saya tidak tahu membaca dan ilmu pengetahuan saya masih minim. Apakah itu tidak apa-apa bagi saya untuk masuk akademi??? "
"ohhh, perihal hal tersebut. Pantas kau tampak bingung saat kusuruh baca surat waktu itu. aku lupa kalau kau masih belum diajari oleh siapapun. "
"Kalau masalah itu tenang saja. Aku sudah mengantisipasi hal tersebut. Dalam 2 tahun ini kau akan bisa menguasai semuanya. Jadi persiapkan dirimu "
"ehehe, kelihatannya akan berat " gunam Haru.
Ternyata benar Haru belajar mati-matian dibawah bimbingan Guild master yang sangat keras.