
Happy Reading
"Awas Jin dibelakangmu"ucap Kazuma berteriak dan menghentikan serangan yang di tujukan oleh Jin.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jin yang melihat Kazuma melindunginya dari pedang Iwa tersebut membola tidak percaya kepada Kazuma. kenapa ia melakukannya? dia melindunginya dari pedang itu sehingga menggantikan Jin yang terkena tusukan pedang Shinobi Iwa tersebut.
"Jleb ... "
Ken melotot tak percaya dia melihat ayahnya tertusuk pedang Shinobi Iwa tersebut tepat di jantungnya. Mengapa ayahnya ingin melindungi orang itu? Lihatlah apa yang terjadi sekarang ... ia mati-matian melindungi orang itu tanpa memikirkan resiko yang harus diterimanya.
Ken tidak tinggal diam ia berlari kearah ayahnya yang bersimbah darah akibat luka tusukan di jantungnya.
Ia menatap marah kepada pelakunya sehingga ia langsung membunuh mereka dengan sulur-sulur tanaman yang keluar dari dalam tanah. Sulur itu pergi menuju Shinobi-shinobi Iwa tersebut dan langsung membunuhnya ditempat.
Ken menatap ayahnya sekali lagi. Ia membuka balutan Zetsu itu di kepalanya.menampilkan wajahnya yang dipenuhi darah Shinobi Iwagakure itu.
Dengan matanya yang merah menampilkan pola yang tidak biasa tersebut hanya menatap sang ayah.
"Ken apakah itu kau ...?"ucap Kazuma.
"Iyah ayah ini aku"ucap Ken sambil menangis.
"Akhirnya ... Uhukkk kau kembali juga.kau tahu kakakmu sangat mengkhawatirkanmu dirumah"ucap Kazuma terbatuk mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Iyah ayah ... Aku tahu itu"ucap Ken.
Kazuma pun tersenyum kepada putranya itu.dan berbicara kepadanya.
"Ken berjanjilah kepadaku"ucap Kazuma lirih.
"Kau akan menjaga saudarimu. Apapun yang terjadi kau harus tetap berada disisinya. Jangan pernah meninggalkannya"ucap Kazuma.
"Apa maksud ayah ... Aku tidak mengerti.
"Aku rasa sudah tidak bisa lagi. Waktuku hampir tiba "ucap Kazuma menatap langit yang berwarna merah.
"Tidak ... ayah tidak boleh berkata seperti itu. Ayah akan selamat dan kembali kedesa bersamaku"ucap Ken yang tak mau mendengar perkataan sang ayah.
Kazuma tersenyum sekali lagi saat menatap putra kesayangannya. Ia berharap ia akan menjadi orang yang kuat untuk melindungi orang-orang yang disayanginya.
Sebelum ia tidak sadarkan diri Kazuma berbicara sekali lagi.
"Dan untuk apa yang terjadi ini bukan salah Jin ... Itu memang tugas ayah yang melindungi sesama klan Uchiha.jadi jangan pernah membenci Jin untuk apa yang terjadi dengan ayah sekarang"ucap Kazuma menatap Ken.
"Bagaimana ini bukan salahnya? ... Karena dialah ayah yang jadi korban. Jika bukan karena dia ayah tidak akan seperti ini"ucap Ken menatap sinis kepada Jin.
Sedangkan Jin yang menerima tatapan dari Ken hanya menghela nafas.memang jika Kazuma tidak melindunginya saat itu dia tidak akan terluka seperti ini.
Toh ia sudah tahu jika ada seseorang yang menyerangnya diam-diam dari belakang untuk mencoba membunuhnya. Jadi jika Kazuma tidak melindunginya pun Jin akan membunuh orang tersebut.
"Itu semua sudah menjadi takdir ... Kau tidak bisa mengubah itu Ken"ucap Kazuma tersenyum menatap wajah anaknya untuk yang terakhir kalinya.
Kazuma pun menghembuskan nafasnya untuk yang terakhir kalinya.ia akhirnya meninggal karena luka tusukan di jantungnya yang dalam membuatnya tidak bisa dapat bertahan.
Ken yang melihat itu menangis saat menatap kepergian sang ayah.ia mendekap kepala sang ayah ke dadanya dan memeluknya dengan eret.sebelum akhirnya ia meletakkan kepala sang ayah di tanah.dan ia mulai bangkit berdiri menatap para Shinobi yang telah membuatnya seperti ini.
Jika saja ia bisa lebih cepat kemungkinan ia bisa menghentikan ayahnya.
Ken merasakan sakit kepala yang luar biasa di kepalanya .saat sakit itu mereda ia menatap Shinobi Iwagakure itu dengan haus darah. Ken mulai mengeluarkan sulur-sulur tanaman menuju Shinobi Iwagakure itu dan menembus tubuh mereka semua.
Para Shinobi Iwagakure itu langsung tewas karena sulur tanaman itu.
Ken menatap mayat-mayat Shinobi Iwagakure itu dengan sinis .
Dan seketika tatapannya mulai mengarah kearah Jin. Ken menatapnya dengan mata Mangekyo Sharingannya.
"Aku akan merubah takdir"ucap Ken yang melihat kembali kejadian itu.seketika ia teringat dengan perkataan kakek tua itu.
"Memutuskan takdir dunia ini ... Dunia seperti itulah yang ingin kubuat"
"Sebuah dunia dengan kemenangan ...
Sebuah dunia dengan kedamaian"
"Aku akan membuat sebuah dunia dimana kita bisa bersama-sama lagi ayah tanpa adanya peperangan"ucap Ken.
Ken pun pergi meninggalkan mereka yang ada disana.dia kembali ketempat kakek tua itu berada.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK BERUPA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN YAH READERS TERIMAKASIH ...