Ghost Reincarnation

Ghost Reincarnation
chapter 156



...- HAPPY READING -...


.......


.......


.......


.......


.......


"O-omoi-san ,mereka ini datang dari konoha dan ingin memberikan gulungan kepada Raikage-sama.namun aku tadi mengatakan bahwa kami saja yang memberikannya langsung,tidak perlu orang luar mengantarnya namun orang Konoha ini sepertinya tidak sopan karena tidak menganggap kebaikan kami ini"ucap salah satu ninja Kumo tersebut.


"Apakah kalian masih punya urusan disini?,jika tidak ada pergilah?!aku akan mengurus mereka?"ucap Omoi.


"Baik,terima kasih omoi-san"ucap mereka dan pergi meninggalkan mereka semua.


"Kalian datang pasti bukan hanya mengantar gulungan ini kepada Raikage kami saja kan?"ucap omoi dengan serius.


"Itu benar,kami akan menyelidiki siapa sebenarnya orang itu yang sudah mengambil Tailed beast ekor 3 dan memakai sharingan?"ucap Jiraiya.


"Heh membantu kalian bilang. Sudahlah lupakan saja,saat ini Raikage kami dalam suasana hati yang buruk tidak menerima tamu, apalagi orang dari konoha untuk saat ini"ucap Omoi.


"Jika kalian tidak takut, ikuti aku,aku akan membawa kalian menemui Raikage sama"ucap Omoi.


Skip diperjalanan menuju kantor Raikage pemimpin desa Kumogakure


Sebagian besar Shinobi dari desa ini tampaknya memiliki hubungan alamiah yang begitu erat dengan petir. Sebagai gaya bertarung Shinobi Kumo sangat menguasai seni Taijutsu, dan Kenjutsu yang cukup terampil.


Kini mereka berjalan mengikuti Shinobi Kumo ke gedung dimana Raikage bekerja. Minato sempat menggigil karena memang Kumo di himpit oleh gunung yang telah non-aktif, itulah kenapa meskipun cuaca saat ini musim panas udara disini masihlah sejuk.


"Kau kenapa Minato?"


"E-emm aku tidak apa-apa."


- Flashback -


Saat ini tim Jiraiya sudah berada di gedung Raikage setelah di panggil Anbu, Jin segera bergegas pergi mengikuti mereka.


Sesampainya di ruang kantor Raikage,Ninja dari Kumogakure tersebut segera mengetuk pintu yang bertuliskan Raikage.


"Masuk"


"Raikage-sama"


Raikage tidak menjawab malah menajamkan matanya. Saat ini Raikage sedang duduk santai di temani dua orang. Satu di antaranya adalah perempuan berambut putih, berkulit coklat memiliki wajah yang manis memakai jas kantor abu abu dan rok senada dengan warna jas tersebut, dia berdiri sembari memegang buku katalog kantor, dia adalah Mabui asisten Raikage.


Di sampingnya berdiri pria berkulit coklat, dengan pedang besar mirip Kubikiribocho, memiliki rambut berwarna putih nyentrik dan memiliki wajah yang terkesan malas. Dia adalah Darui tangan kanan Raikage sekaligus penasihat.


"Maaf Raikage-sama, ada utusan Konoha yang ingin bertemu dengan anda"


"Hm."Raikage ketiga seketika mendongak saat melihat tim Jiraiya.


"Ada urusan apa hingga Legenda Sannin mengunjungi Kumogakure?"


"Aku hanya ingin menyerahkan gulungan ini dari Hokage"ucap Jiraiya.


Jiraiya melempar gulungan tersebut ke arah Raikage dengan mudah di tangkapnya. Pria berotot tersebut langsung membaca isi gulungan tersebut dengan seksama.


A mencengkram erat gulungan tersebut saat mengetahui isi gulungannya.


'Perdamaian?'


Lalu direksi Raikage kembali menatap sang Gama Sannin dan yang lainnya yang berdiri di hadapan nya dengan tenang.


"Jadi Konoha ingin membuat perdamaian setelah kalian mengambil Biju kami huh..


Apakah kekuatan Konoha lemah? Hingga memutuskan untuk mencuri Biju desa kami?" Mabui yang berdiri di belakang Raikage tidak fokus karena matanya sedari tadi mencuri-curi pandang kearah Jin.


'Tampan sekali!'


"Gelar Kakek tua bodoh sepertinya lebih pantas kau sandang dari pada Kage.Kau pikir Bijumu itu berasal dari mana?"


Setelah Jin mengucapkan kritikan pedas tersebut, Darui menghilang kemudian muncul di belakang Jin dengan pedang yang siap menebas lehernya. "Kau sudah menghina Bos, tarik kembali kata-kata mu atau kepalamu akan terlepas dari tubuh mu"


"Hn, kau pikir aku takut.")


"Darui hentikan."


Lalu Darui pun melepaskan pedangnya yang berada di leher Jin.


"Kata-katamu sungguh tajam bocah"


Raikage melepas capingnya, menatap Jin dengan tatapan tajam.


"Untuk Kage yang tempramental kau boleh juga memuji seseorang"Balas Jin menyeringai tak kalah sengitnya. Sementara Raikage sudah menggeram marah melihat sekarang dirinya dipermainkan oleh seorang bocah.


"Jadi kau menantangku bocah?"


Tanya Raikage dengan nada mengejek,atensi Jin terlalihkan mendengar ejekan barusan, hal semenarik ini tidak akan ia lewatkan..


Mengingat dulu ia melawan para Lima Kage besar hanya melawan dirinya seorang emang dia pikir dia siapa? Hanya seorang diri berani melawannya?jangankan Lima Kage bahkan satupun tidak ada yang bisa mendekati kekuatan Hashirama pikir Jin.


"Aku tidak menantangmu, tapi jika kau yang menantangku, akan ku ladeni."ucap Raikage dengan nada sombongnya.


"Omoshiroi."


Raikage menyeringai menatap tajam Jin yang berani atas tantangannya.


"Apa yang ingin kau tawarkan jika aku menang melawanmu?"


"Apapun yang kau inginkan.. jika kau bisa menang."


Ucapan remeh begitu kentara Jindengar, Raikage tidak tau sedang berhadapan dengan siapa kali ini.


Dari tubuh Raikage mulai muncul petir biru perlahan membungkus tubuhnya.


"Kau tidak tau berhadapan dengan siapabocah."


ucap Raikage mulai melancarkan aksinya.


"Apa ancamanmu membuatku takut?Jangan bodoh pak tua."balas Jin dengan tatapan tajamnya.


Raikage berdiri lalu berjalan pelan melawati Jin.


'Ini akan menarik'


Jin menatap sekeliling tempat khusus latihan Raikage yang luas.


"Bersiaplah, aku tidak akan main-main untuk bocah tengik sepertimu."


Mendengar ocehan orang tua di depannya Jin hanya memasang posisi bersidekap dada dengan tatapan merendahkan.


"Begitukah?"


"Sialan!"


"Kalian lihat anak tengik ini duluan yang mengajakku berduel,jadi kalian orang Konoha jangan salahkan kami jika membunuh salah satu dari kalian"ucap Raikage dengan marah.


Jiraiya dan timnya tidak bisa berkata-kata karena saat ini Jin sudah memprokatif Kage yang sangat pemarah ini.walaupun Jiraiya takut apa boleh buat,toh Jin sendiri yang memintanya.lagi pula dia yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh Jin.


Merasa Raikage di remehkan pemuda di depan nya, Raikage segera melesat dengan cepat ke arah Jin.


"Seperti yang diharapkan dari Kage paling tempramental."


"Raigyaku Suhei Chopu"


Pukulan cepat diarah kewajah Jin, namun dengan cepat Jin Shunsin.dari jarak jangkauan serangan yang dilancarkan Raikage.


"Bukan hanya kau yang memiliki kecepatan pak tua"ucap Jin


"Doroppu Kikku" Raikage kembali melancarkan tekniknya melompat keudara.


Blar!


Serangan kaki Raikage hanya mengenai tanah kosong saat berhasil Shunsin ke jarak yang cukup jauh dari Raikage.


"Ck! yang tadi itu hampir sa-Ugh!"


Kesalahan fatal dilakukan oleh Jin saat melawan Kage, ia tidak memperhatikan gerakan kedua dari Raikage, teknik yang Raikage gunakan merupakan salah satu teknik andalannya yaitu dengan melancarkan dual


serangan langsung menggunakan kakinya.


"Girochin Doroppu"


Tumit Raikage dengan cepat mengenai kepala Jin.


"Masih belum."


Ucap Raikage yang kembali mengarahkan serangan nya kembali ke Jin.


"Raigyaku Suhei Chopu"


"Aian Kuro"


Raikage meremas wajah Jin dan segera melakukan serangan terakhirnya.


"Raiga Bomu"


Dengan keras Raikage membanting tubuh Jin, begitupun dengan efek Jutsu yang telah ia lancarkan membuat tanah disekitarnya rusak parah yang akhirnya menimbulkan keretakan.


"Jin!"


Minato sangat kawatir dengan keadaan Jin, meskipun tidak baru pertama kali mengenalinya namun ini sudah jauh diatas kekuatan seorang chunin.


"Apa ini yang ku lihat? Kau hanya tak


luput dari seorang bocah ingusan."ujar Raikage


"B-begitukah.."


Jin mengerang menahan sakit, wajahnya yang tampan terlihat hancur saat ini, banyak luka dan lebam disekujur wajah nya.


"Kau kalah."


Dengan sekuat tenaga Jin mencoba untuk berdiri.


"Kau tidak pantas menyandang gelar Kage, orang bodoh sepertimu seharusnya.."


Blar!


"Cukup Jin Uchiha!"


Teriak Tsunade segera berlari ketempat Jin, tapi pundaknya di tahan Jiraiya untuk tidak kesana..


"Apa yang kau lakukan bodoh!? cepat lepaskan aku!"


"tenanglah Tsuna ,dia tahu apa yang dia lakukan dan diputuskan"ucap Jiraiya.


"kau tidak lihat itu,kau masih berpikir naif Jiraiya,bagaimanpun itu adalah muridmu sendiri"balas Tsunade.


"aku percaya dengan muridku?!"ucap Jiraya


"Raiton no Yoroi"


Ucap Raikage mengaktifkan jutsu andalan miliknya untuk menambah kecepatan sekaligus kekuatan, selang beberapa detik seluruh tubuh Raikage telah diselimuti listrik biru.


"Berpikirlah dua kali sebelum menantangku bocah, sekarang aku akan mengakhirimu."


'Menantangmu? Kakek tua ini sudah


gila'


"Rariatto"


Dengan kecepatan yang tak sanggup dilihat oleh mata normal, Raikage memukulkan kembali tangan besarnya tepat di dada Jin, pemuda tampan tersebut tampak melebarkan matanya saat merasakan pukulan keras Raikage.


Blar!


Tubuh Jin terhempas jauh, punggung Jin menabrak batu besar, saat ini organ tubuh dalam nya telah hancur dan tubuh bagian luarnya hampir tak berbentuk lagi.


"Dasar bocah sialan.."


Raikage yakin jika bocah itu tak mungkin bergerak lagi, Sepertinya sebentar lagi ia akan berurusan dengan Konoha.


"Katakan kepada kage kalian, aku menolak perdamaian ini, dan sesuai perjanjian kami menginginkan seorang Uzumaki berdarah murni!-"


Perkataan Raikage terhenti, semua yang dia lihat perlahan retak seperti kaca dengan cepat berubah menjadi kegelapan yang menelannya.


"Kai"


Seketika pandangan Raikage kembali seperti semula, wajah congaknya kini telah hilang, apa yang barusan terjadi nyatanya secara tiba-tiba, bahkan sampai membuatnya syok.


"Anda tidak apa-apa Raikage-sama?!"


"A-apa yang terjadi.."


"Sepertinya anda terkena Genjutsunya."


Raikage mengalihkan pandangannya kearah tempat yang di tunjuk Darui, terlihat Jin bersidekap dada, menatap angkuh Raikage dengan mata EMS miliknya.


"Apa kau menikmati nya?"


"S-Sejak kapan.."


"Kage sepertimu bahkan tidak melihat


mataku telah aktif? Seharusnya kau menjadi pecundang A."


Pastilah pengetahuan dan cara bertarung Kage sudah di level tinggi, tapi Raikage lupa jika saat ini dia bertarung dengan seorang Uchiha,


dimana dan kapan saja jika tidak berhati-hati akan terkena Genjutsu.Apa lagi sifat tempramental dan terburu-buru milik Raikage, pastilah akan sangat mudah untuk Jin Uchiha.


"A-apa yang terjadi?"


Tsunade dan Minato tidak bisa berkata apa-apa, mereka ternyata juga terkena Genjutsu Jin, padahal posisi mereka dan Jin cukup jauh.


"Kita terkena genjutsu nya."


Genjutsu ini sangat kuat Jiraiya tidak bisa di buat merinding ketika merasakan aura yang gelap menguar begitu pekat dari mata


tersebut.


"Ka-kau se-seorang Uchiha?" Tanya Raikage yang saat ini masih syok bahwa pemuda di depan nya ini adalah seorang Uchiha.


Mata itu.. jika asumsiku benar, maka energi gelap yang di keluarkan mata itu mampu membuat ilusi dengan jangkauan seluas ini' Kembali ke Jin yang tengah menatap Raikage dengan pandangan datar miliknya..


"Cukup mudah mempercundangimu hanya dengan Genjutsu rendah."


Darui meremas tangannya dengan kuat, seorang yang loyal pastilah akan selalu membantu pemimpinnya, meskipun yang di lawan adalah Uchiha, Darui mencoba untuk


memberanikan diri.


"Sialan! Akan kubunuh kau!"


Teriak Darui penuh murka, pedang yang ada di genggamannya telah siap memenggal kepala Jin..


"Raiton: Kangekiha"


Petir hitam itu menari dengan liar menyelimuti pedang milik Darui.


"Matilah!"


Namun waktu seakan berhenti,perasaan takut yang amat sangat luar biasa kini perlahan menyelimutinya.


"Tidak mungkin.."


Tubuh Darui seketika berhenti melayang di udara, tubuh nya terasa kaku, pedang yang berda digenggamannya telah jatuh ketanah, semua yang menyaksikannya seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Apa ini salah satu kemampuan spesial dari matanya?!"


Minato tak memperdulikan ucapan Jiraiya, ia terdiam melihat semua kejadian ini.


"A-apa yang terjadi.."


Dengan langkah pelan Jin mendekati Darui, tangan kanannya menarik Katana yang berada dipinggangnya.


"Aku tidak ada urusan denganmu."


Nada dingin sangat menusuk itu mampu membuat Darui berkeringat dingin. Katana Jin sudah diarahkan ke organ vital Darul.


"Kalian telah membuatku muak."


Raikage terdiam melihat Shinobi terbaik Kumogakure seperti lalat dihadapan Jin,Raikage tau yang dilakukan Jin bukanlah sebuah gertakan ataupun ancaman. Menyelamatkan Darui tidak ada gunanya karena saat ini Chakranya terasa seperti ditekan sampai habis.


"Hentikan!"


Tubuhnya terjatuh terjerembab ketanah, dengan sedikit usaha Raikage bersujud dihadapan Jin.


"Aku mengaku kalah!"


Menyarungkan kembali Katana miliknya, Jin berjalan pelan meninggalkan Darui yang telah jatuh ketanah.


"Dengarkan ini Raikage, aku sangat muak denganmu, seorang pemimpin sepertimu seharusnya menjadi contoh yang baik, seorang Kage tidak seharusnya menindas yang lemah!"


Raikage melebarkan matanya, ia tahu arah pembicaraan Jin,tirani Yondaime Raikage ditutup.sangat bersih bahkan tidak terdengar ke negara-negara besar elemental Shinobi.


"Aku telah mengetahui permainan kotormu diluar sana, apa kau tidak sadar desa-desa yang kau jarah hanya sekedar untuk menjadikan teritorimu telah mengalami kemiskinan bahkan kematian!"


Luapan emosi Jin sudah mencapai puncaknya, Jin tau semua ini karena informasi yang di berikan Chi Bunshin yang ia tugaskan untuk melakukan pengembaran.


belum lagi kejadian perang sebelumnya juga dipicu oleh Raikage ini.yang mengharuskan Uzumaki segera pergi dari desa tempatnya tinggal berada.


walau bagaimanapun apa yang dilakukan oleh pemimpin mereka itu salah, namun apa boleh buat Darui tetap menghormatinya sebagai seorang Kage didesanya dan juga sebagai tangan kanannya.jadi tidak mungkin ia mengkhianati pemimpinnya ini.