Ghost Reincarnation

Ghost Reincarnation
chapter 119



Happy Reading


Pada saat yang sama, Jin dan Rinne membuka mata mereka dan takjub melihat mereka dikelilingi oleh ribuan kepala merah di hutan. Itu adalah hutan di dekat Tanah Ombak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Butuh hampir satu jam untuk Jin dan Rinne memahami situasi dan apa yang telah terjadi.


Anggota Klan Uzumaki yang telah tiba di ujung untuk menghadapi Tiga Pasukan Desa Besar pada kenyataannya adalah klon. Mereka dikenal sebagai Klon Darah.


Klon Darah ini jauh lebih berbeda dari Klon biasa terutama karena dua alasan.


Klon Darah membutuhkan Darah pengguna dan vitalitas pengguna dan tertanam dalam klon menggunakan segel.


Ini berarti bahwa kekuatan hidup orang-orang yang menggunakan Klon Darah akan dibelah dua.


Dan yang kedua adalah, Klon Darah tidak akan hilang segera setelah dipukul. Mereka akan terus ada sampai Darah di dalam tubuh padam.


Dan tidak seperti Klon Bayangan atau Klon Kayu, klon ini tidak terhubung dengan kesadaran pengguna.


Artinya, setelah klon ini bubar, pengguna tidak akan mendapatkan kenangan.


Namun, tampaknya Uzumaki Hishin dan ribuan Anggota Klan Uzumaki yang mampu bertarung yang ada di belakangnya memang sudah mati.


Ketika Rinne menatap anggota Uzumaki satu persatu, Rinne merasa seperti ada yang kurang tapi ia tidak tahu apa itu. Lama ia berpikir sampai seseorang berbicara kepadanya.


"Dimana Minato?" Ucap Jin bertanya kepada Rinne.


"Astagaaa" ucap Rinne sambil menepuk jidatnya. Ternyata perasaan yang kurang tersebut adalah keberadaan Minato.


"Sepertinya kita melupakan Minato"ucap Rinne sambil menatap Jin.


"Kita harus kembali ke desa menemui Minato!" Ucap Rinne mulai bergerak kearah Uzhushio.namun tangannya dihentikan oleh Jin.


Perkataan Jin terpotong melihat ada sebuah kilatan kuning kemerahan yang terpatri didepannya sebelum akhirnya menampakkan sekelompok orang yang bergandengan tangan membentuk lingkaran.


"Huffft akhirnya tiba juga"ucap seorang anak kecil berambut kuning.


Rinne yang melihat siapa orang yang datang dengan kilatan kuning tersebut lantas berlari kearah Minato.


"Minato ... Aku mencarimu kemana-mana,maaf melupakanmu jika kau juga berada disana. Bagaimana keadaanmu apakah kau baik-baik saja?"ucap Rinne menatap Minato menyesal dan dengan raut wajah yang khawatir.


"Maa maa tak apa Rinne Chan , aku baik-baik saja. Lagi pula kau kan juga berada disituasi yang sulit,dan juga aku tidak apa-apa."


"Untung saja ada paman Hishin yang melihatku disana"ucap Minato sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"Huffft ... Syukurlah kalau begitu"ucap Rinne.


Mereka pun menatap anggota Klan Uzumaki lain yang tersisa untuk dibawa ke Konoha.


"Jadi apakah yang lainnya juga sudah pergi ke Daun?"ucap Hishin


"Warga biasa Uzumaki beserta anak istrinya sudah dibawa lebih awal ke desa Daun untuk keamanannya sendiri" ucap Minato.


"Jadi begitu yah" ucap Hishin


"baiklah sekarang kita akan pergi ke Konoha" ucap Rinne.


"Tapi bagaimana?... Kita sudah tidak memiliki kapal untuk melewati tanah ombak?"ucap Minato.


"Lagi pula kita tidak mungkin menggunakan jalur laut karena mereka pasti akan tahu jika saat ini mereka hanya melawan klon darah yang kami buat?" Sambung Uzumaki Hishin.


Mereka semua terdiam apa yang dikatakan oleh Hishin adalah kebenaran.tidak mungkin ia menggunakan kapal melewati tanah ombak.


itu akan membuat mereka mencurigai kita bahwa sebenarnya yang mereka lawan adalah sekelompok klon darah saja.


"Satu-satunya adalah menggunakan teknik Flying Raijin milik Nidaime Hokage"ucap Jin yang membuat mereka menatap kearah Jin.


'Dia benar satu-satunya jalan adalah menggunakan teknik Flying Raijin milik Tobirama Hokage kedua.'


"Tapi siapa yang bisa menggunakannnya? ... Kami bisa menggunakannya tetapi tidak sebaik Nidaime Hokage."


"Lagi pula kita saat ini berada jauh dari Konoha,kemungkinan efek sampingnya menggunakan Flying Raijin kita akan tersesat karena Jutsu yang tidak lengkap" ucap Hishin menatap lesu.


Mereka pun terdiam untuk waktu yang lama sebelum akhirnya ada seseorang yang mengangkat suaranya.


"Aku bisa melakukannya bahkan lebih baik Kurasa ..."


PEMBACA YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN JEJAK ( ꈍᴗꈍ)