
..._HAPPY READING_...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Sudah lama Rinne tidak menikmati pemandangan diluar sejak ia pergi dari desa Konoha. Kini di kesempatan ini ia tidak akan menyia-nyiakan seluruh waktunya dengan mempelajari teknik wood Releasenya.
walaupun itu bagus ,tapi dia rasa sudah cukup, Rinne berpikir bahwa dia bisa mengalahkan seseorang hanya dengan tangan kosong saja. Jadi dia mulai berpikir untuk menyudahi latihannya sejenak.
Rinne pergi menuju pasar disekitar penginapan tersebut untuk menghilangkan rasa lelahnya. Disana walaupun tak sebesar dan seramai yang ada di Konoha, tapi lumayan untuk mencoba beberapa yang bagus disini seperti contohnya beberapa toko persenjataan, toko pakaian, maupun berbagai makanan lezat lainnya.
Rinne segera pergi menuju toko Pakaian yang berada dibarisan paling ujung tersebut. Alasan kenapa ia harus membeli pakaian baru karena yang saat ini dia pakai sudah sangat lama dan lagi akhir-akhir ini semakin lama ia merasa sesak dengan pakaian yang ia kenakan karena pertumbuhan tubuhnya yang cepat.entah itu karena ia terlalu banyak memakan makanan yang membuatnya semakin gemuk atau memang pertumbuhan hormon yang lebih cepat dari anak lainnya.
Rinne segera pergi menemui pemilik toko pakaian tersebut.
"Permisi ,apakah ada pakaian yang cocok buat saya"ucap Rinne dengan lembut sambil membuka pintu toko tersebut.
"Selamat datang nona,ada yang bisa saya bantu"ucap salah seorang wanita cantik yang terlihat masih separuh baya tersebut.
"Ahh,bibi aku mencari pakaian yang nyaman dan bebas saat aku menjalankan beberapa misi"ucap Rinne tersenyum ramah.
"Ahh jadi kamu adalah seorang Ninja"ucap bibi itu yang tersenyum ramah.
"Baiklah kalau begitu,aku rasa ada beberapa yang cocok dengan mu apalagi kau sangat manis dan menawan,ini ambilah dan pakai diruang ganti itu"ucap bibi itu langsung menyodorkan pakaian kehadapanku.
"Ahh bibi ,pujian itu terlalu berlebihan buat saya.aku tidak secantik bibi yang masih nampak sangat awet muda"ucap Rinne tersenyum sambil pergi keruang ganti pakaian.
Saat Rinne keluar dari ruang ganti,bibi penjual pakaian tersebut tampak kagum dengan penampilan Rinne. Terlihat sangat cocok Rinne memakai pakaian yang dikenakannya. Rinne hanya memakai set lengkap pakaian yang terdiri dari kemeja berwarna putih dengan list merah dibarengi dengan mantel lengan pendek berwarna hitam dan celana pendek berwarna putih serta pelengkap seperti sarung tangan dan tali pinggang.
Rinne sangat cocok memakai pakaian tersebut,seperti orang yang sangat berwibawa dan juga elegan.membuat bibi tersebut terperangah dengan kecantikan yang dimiliki Rinne walaupun umurnya masih sangat muda. Bagaimana jika sudah besar nanti ,pasti banyak lelaki yang memperebutkan gadis ini suatu saat nanti.
"Ini lumayan, yang terpenting tidak mengganggu saat bertarung dengan musuh nanti"ucap Rinne sambil melihat kekiri dan kenanan ditubuhnya.
"Yah itu sangat cocok untukmu"ucap bibi tersebut.
"Yup sudah aku putuskan aku akan membeli ini"ucap Rinne sambil mengeluarkan beberapa uang untuk membayar baju tersebut.
"Terimakasih dan Hati-hati dijalan"ucap bibi tersebut.
Setelah ia pergi dari toko pakaian tersebut, Rinne segera pergi menemui penjual takoyaki disebrang jalan tersebut. Saat membelinya ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis yang sangat terburu-buru ingin pergi.
Sontak saja Rinne segera mendaratkan bokongnya ditanah karena tiba-tiba ditabrak dengan sangat keras sampai membuat Rinne tidak bersiaga karena serangan mendadak tersebut.
"Itaii .. ,hei nona aku tahu bukan hanya kau yang sangat terburu-buru,tapi kau tidak melihat orang lain yang berada didepannmu"ucap Rinne sambil berdiri dengan rasa sakit dibokongnya.
"Ahh .. maaafkan aku,aku tidak sengaja,aku terburu-buru karena ada beberapa penjahat yang ingin mengejarku"ucap gadis itu sambil meminta maaf kepada Rinne.
'penjahat?'pikir Rinne.
Saat ia menatap gadis itu dengan intens,ia akhirnya menyadari bahwa orang yang menabrak dirinya adalah Hotaru. Kunoichi dari desa Tsuchigumo dan anggota dari klan Tsuchigumo. Hotaru adalah cucu dari mantan pemimpin klan Tsuchigumo, En Gyōja. Dia bertemu Utakata setelah ia menyelamatkan dia dari sekelompok ninja yang benar-benar mengejarnya.
Tapi Rinne heran kenapa dia hanya sendirian dimana Utakata si jinchuriki dari Rokubi tersebut. Dan yah sepertinya memang ia dikejar-kejar sekelompok orang yang ingin menangkapnya karena sebuah tehknik yang berada ditubuhnya Hotaru.
"Hei nona,aku bisa membantumu melawan sekelompok orang itu"ucap Rinne.
Hotaru yang mendengarnya kaget ,karena ada sesorang yang dengan percaya diri membantunya untuk menghadapi sekelompok orang itu.dia tidak tahu kenapa gadis ini sangat peduli dengannya,padahal dia tidak kenal siapa dirinya,dan malah memberikan bantuan secara gratis.
"Terimakasih jika ingin membantuku,tapi sepertinya mereka bukanlah orang yang mudah dihadapi.aku saja tidak bisa melawannya sendirian,apalagi di desa ini tidak pernah ada orang hebat yang bisa mengalahkan kelompok Sekte itu"ucap Hotaru tidak percaya.
"Hn,aku tahu kalau kau tidak mempercayaiku tidak apa,jika aku bisa mengalahkan mereka semua ,bisakah aku menjadi temanmu?"Ucap Rinne dengan semangat.
"Hah apa?!"gumam Hotaru.
Rinne langsung pergi menemui sekelompok orang tersebut dan segera menyelesaikannnya.
"Hei itu wanita itu,cepat tangkap dia"ucap salah seorang dari mereka.
"Heii jika kalian ingin menangkapnya ,lewati aku dulu"ucap Rinne yang menghalangi sekelompok Sekte tersebut.
"Hei gadis sialan,kami tidak punya urusan denganmu,jika tidak minggir aku akan membunuhmu"ucap ketua kelompok Sekte tersebut.
"Bacot ,Hanya seorang sampah saja, untuk apa panjang lebar"ucap Rinne sambil menyerang kelompok Sekte tersebut.
"Sialan,aku tidak akan mengampunimu,ayo serang semuanya"ucap ketua kelompok Sekte tersebut.
"Tcih kalian yang seharusnya membutuhkan pengampunan dariku"ucap Rinne yang segera menarik katana miliknya.
Rinne melesatkan Katananya kearah kelompok Sekte sesat tersebut dengan cepat dan membuat salah satu orang tersebut tewas dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.
"Kyaaakk ada orang mati"ucap warga dipasar tersebut.membuat banyak warga yang melarikan diri saat terjadi pertarungan di kedai mereka.banyak yang menutup kedai mereka walau masih siang untuk menghindari masalah dengan kelompok sekte tersebut.
'Tchih,jika aku menggunakan jutsu disini,aku takut mereka yang tidak bersalah akan menjadi korban disini'pikir Rinne.
Segera setelah ia membunuh salah satu dari mereka, Rinne menarik tangan Hotaru untuk menjauh dari permukiman warga agar tidak melukai orang yang tidak bersalah.
Juga untuk membuat para kelompok Sekte sesat itu segera mengikuti mereka.
"Hei mau kemana kau membawaku?!"ucap Hotaru kebingungan karena tangannya ditarik oleh Rinne dengan tiba-tiba.
"Jika ingin selamat,ikuti aku.jangan banyak pertanyaan!"ucap Rinne.
Sampai tiba disebuah lapangan yang tandus ,jauh dari permukiman warga Rinne segera melepaskan lengan Hotaru.walaupun sudah jauh dari permukiman warga disana,namun kelompok Sekte itu tidak kenal lelah untuk bisa sampai mengikuti mereka.
"Dasar gadis tengik,cepat berikan gadis itu kepadaku. Aku bisa melepaskanmu jika kau memberikannya padaku?!"ucap ketua kelompok Sekte tersebut.
"Pfftt ... Jika ingin mengambilnya dariku,harus melewatiku dulu"ucap Rinne sambil membuat Handseal.
"Kusanagi no Tsurugi : Chidorigatana."
Seketika muncul aliran listrik yang mengalir di Katana milik Rinne.listrik yang dihasilkan mampu membunuh seseorang hanya dengan sekali tebas.
Rinne segera melesatkan katananya kearah ketua kelompok Sekte tersebut dengan cepat.
Ketua Sekte tersebut,tidak percaya dengan kemampuan gadis yang menyerangnya.
setahunya tidak ada Ninja yang hebat didesa ini,bagaimana mungkin muncul salah satu ninja yang hebat disini.
Tak mau mati dengan konyol,ketua Sekte tersebut segera membuat Handseal.
"Suiton : suijiheki"
Muncul gelombang air yang mengarah kearah Rinne. Rinne hanya menyunggingkan senyuman iblisnya.
"Dasar bodoh, kau mempercepat kematianmu sendiri.kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi"ucap Rinne segera menancapkan pedang ditanah yang dialiri listrik dan air.
Ketika arus listrik yang melalui air disebut juga proses elektrolisis air . Arus listrik terkonduksi oleh aliran muatan listrik seperti elektron atau ion. sedangkan Air murni mengandung sangat sedikit ion dan karenanya merupakan konduktor listrik yang buruk. ... Sehingga Air murni bertindak sebagai isolator yang sangat baik.
"Inilah yang akan terjadi ketika orang bodoh yang tidak tahu apa-apa"ucap Rinne segera bershunshin kearah Hotaru dan menjaga jarak dari Sekelompok Orang yang akan mati sebentar lagi itu.
"Argghhh"
Begitu listrik bertemu dengan air,membuat air lebih mudah menjadi penghantar yang sangat baik bagi listrik itu sendiri.
Kini banyak mayat yang mati mengenaskan karena sengatan listrik tersebut. Namun Ketua dari Sekte kelompok itu masih bisa bertahan meski sudah terkena sengatan listrik yang lumayan besar tersebut.
Memang pantas disebut sebagai Ketua, Rinne menyunggingkan senyuman iblisnya. Jika langsung mati itu tidak menyenangkan, akan lebih baik seseorang yang dapat bertahan dengan serangannya.
"Kau berani membuatku seperti ini?!"ucap Orang itu.
Tak lama kemudian datang beberapa Orang yang kemungkinan adalah bawahan dari Orang itu.
"Boss ,maaf kami terlambat.apa kau baik-baik saja,aku akan memberi mereka pelajaran"ucap salah satu anak buahnya yang langsung menyerang Rinne dengan pedang besar ditangannya.
Rinne segera menangkis serangan itu.saat Rinne fokus kepada bawahan ketua Sekte tersebut, Ketua Sekte itu melemparkan kunai berisi bom kertas peledak kearah Rinne.
"Tchi Trik murahan."ucap Rinne.
Sebelum Rinne menghindar, semua kunai yang berisi bom kertas tersebut sudah dibawa pergi oleh gelembung yang muncul untuk melahap kunai-kunai tersebut.
Melihat siapa pelakunya Hotaru segera mendekat kearah pria itu.
"Utakata sama apa anda datang untuk menolong ku?"tanya Hotaru senang sambil mendekati Utakata.
"Itu tidak benar benar terjadi, tapi sebaiknya kita melakukan sesuatu di sini"balas Utakata sambil bersiap menyerang dengan menyelupkan pipa kecil nya untuk membuat gelembung.
"Ada apa dengan orang ini, aku pikir jutsu kita sudah membunuhnya waktu itu"ucap Bawahan ketua Sekte tersebut sedikit terkejut.
"Apakah kau licik mencuri harta kami dan menjauhkan dari kami?"tanya Ketua Sekte pada Utakata.
"Aku tidak akan membiarkan nya"balas Bawahan Ketua Sekte tersebut sambil berubah masuk ke dalam tanah menuju ke arah Utakata.
"Asam bunga"
Pulp plup plup plup plup plup
Utakata meniupkan gelembung gelembung kecilnya sangat banyak.
"Nango Kembali "teriak Akaboshi saat melihat jutsu gelembung Utakata membuat daun daun meleleh terkena gelembung.
"Ahh, tidak kena"gumam Utakata saat melihat jutsunya tidak mengenai mereka.
"Hei kau yang disana,cepat bawa pergi Hotaru,aku akan menyelesaikan mereka"ucap Rinne sambil menyarungkan Katana miliknya.
"Eh siapa dia"ucap Utakata kepada Hotaru
"Dia adalah penyelamat ku saat mereka menyerangku"ucap Hotaru.
"Oh,apakah kau yakin bisa menyelesaikannya sendirian?!"tanya Utakata kepada Rinne.
"Hng,kau kira aku siapa?!sudah cepat jika ingin pergi"ucap Rinne.
Utakata langsung menggendong Hotaru dengan ala Bridal style bersiap pergi.
Para bandit itu yang melihat Utakata kabur langsung mengejarnya.
"Dekati dia, kita akan menjatuhkan nya dengan jutsu itu sekali lagi"ucap Akaboshi memberi arahan para bawahannya.
Para bandit itu yang mengerti langsung membuat formasi untuk membuat jutsu yang membuat Utakata terkepung.
Namun Utakata yang melihat Ada pohon di depan nya langsung melesat ke arah pohon itu.
Tapp
"Dia berada di luar formasi kita"ucap Chushin memberitahu saat melihat Utakata berada di belakang mereka.
"Lambat sekali"ucap Utakata sambil meniup pipa kecilnya untuk mengeluarkan jutsunya.
"Tidak begitu cepat"komen Akboshi sambil
melempar kunai dengan di tambah kertas peledak.
"Sial"rutuk Utakata saat dia lengah.
Duarrrrr
"Dia cepat"komen Akaboshi saat melihat Utakata dan Hotaru berhasil kabur.
"Mereka tidak bisa pergi jauh ayo kita pergi dan cari mereka,-"
"Lupakan saja"ucap seseorang yang baru datang dengan lambang klan Tsuchigumo dan memotong ucapan Chushin.
"Boss"sapa Akaboshi saat melihat bos nya datang.
"Kenapa?apakah kau membiarkan harta kita pergi?"tanya Chushin heran.
Namun orang yang di panggil bos itu tidak
menjawab melainkan hanya melempar sebuah buku kecil ke arah Akaboshi.
"Ini adalah catatan buku bingo"ucap Akaboshi saat melihat buku kecil itu.
"Kita telah menemukan sesuatu yang sangat menarik"komen sang bos.
"Maksutnya kepala yang cukup berharga berada didalam buku bingo ini?"tanya Chushin yang sudah berada di samping Akaboshi sambil melihat daftar buku bingo.
"Wow 50 juta ryo"ucap Nango terkejut dengan harga kepala Utakata.
"Kita beruntung, jutsu gadis itu sudah sangat berharga dan sekarang ini kita akan mendapatkan banyak uang"komen Benten yang tertarik dengan uang itu.
"Tapi dengan harga tinggi ini dia pasti kuat" balas Chushin.
"Hah jangan berfikiran seperti itu ini adalah kesempatan besar"ucap Benten pada Chushin.
"Apa.... Aku hanya"
"Hei diam, jadi apa yang akan kita lakukan
bos?"tanya Akaboshi.
"Namun bos itu tidak menjawab dan hanya
melompat ke arah ke empat bandit itu.
"Huh kita lihat saja"jawab Sang Bos itu.
"Heii sekumpulan orang bodoh,apakah kalian tidak menganggapku hah"ucap Rinne marah.
'Ah tentu saja masih ada sedikit masalah besar lainnya,gadis ini sulit ditebak ,dan juga sangat membahayakan.dilihat dari kekuatannya,gadis ini miliki potensi yang dapat membunuh kita semua' batin Ketua Sekte tersebut.
"Kami tidak memiliki urusan dengan gadis kecil sepertimu!,berhenti mencampuri urusan orang"ucap Akaboshi.
"Hem.tapi bagaimana yah,masalahnya aku suka mencampuri urusan orang lain?!" Ujar Rinne dengan tawa jahatnya.
Rinne segera mengeluarkan Mokuton miliknya. Dan seketika akar pohon itu menjalar dengan sangat cepat dan membuat sekelompok orang tersebut terlilit dan menghisap habis seluruh Chakra nya sampai mengering.
Namun Ketua Sekte tersebut mampu menghindari lilitan akar pohon tersebut, karena kekuatan nya terbatas tak butuh waktu lama Rinne bertindak kepada Ketua Sekte tersebut.
"Sial .. jutsu apa ini?walaupun sudah aku tebas semuanya dengan pedangku,namun masih tetap tumbuh dengan cepat dan menyerangku"
"Jika aku tertangkap,maka aku akan bernasip sama dengan mereka"batin Akaboshi sambil melihat bawahannya yang mati mengering seperti kerangka karena seluruh energi dan chakranya sudah diserap habis oleh jutsu itu.
"Tchi aku bosan, lebih baik aku cepat menyelesaikan mereka,sensei pasti sudah lama mencariku"ujar Rinne.
Ketika Akaboshi menghindari akar pohon milik Rinne,dia tidak menyangka bahwa di bawah kakinya kini tengah melilit kedua kakinya oleh Mokuton milik Rinne.
Dia tidak bisa bergerak karena pergerakan nya terhalang oleh lilitan Mokuton tersebut.saat akar lainnya menyentuh tubuhnya dia sudah pasrah akan kematian yang mendatanginya. Ketua Sekte tersebut akhirnya mati secara mengenaskan oleh Rinne,karena tidak mau membuang waktu Rinne langsung melesat ketempat Hotaru berada.
[Skip]
Setelah lolos dari para bandit itu Utakata
membawa pergi Hotaru dengan gelembung dan Saat ini Hotaru sedang berada di pinggir sungai kecil setelah menaiki gelembung milik Utakata.
"Di sini kita aman"ucap Utakata sambil melepas jutsunya untuk menghilangkan gelembungnya.
"Aku pikir aku sudah akan di tangkap"ucap Hotaru yang berfikir dia sudah di tangkap.
Sringg
Utakata dan Hotaru terkejut saat melihat Rinne datang tiba tiba dengan menggunakan hiraishinnya.
"Kau?!"ucap Hotaru terkejut melihat kedatangan Rinne yang tiba tiba.
"Hotaru chan apakah kau baik baik saja?"tanya Rinne khawatir.
"Ah iyah, Aku baik-baik saja karena Utakata Sama membawaku pergi,tapi kenapa kau tahu namaku?"jawab Hotaru pada Rinne.
"Syukurlah kau baik baik saja,Hei apa maksudmu?bukankah penjahat tadi mengatakan namamu,jadi aku tahu kalau namamu itu Hotaru?"ucap Rinne sambil mengeluarkan keringat sebesar biji jagung didahinya.
"Ah kita belum berkenalan yah,namaku Sakuragi Rinne"ucap Rinne kepada Hotaru dan juga Utakata.
"Oh ,salam kenal Rinne ,aku Hotaru dan ini Utakata sama,dia adalah masterku"ucap Hotaru.
"Emh, kalau begitu apakah kau bisa menjaga Hotaru sebentar Utakata san?!aku memiliki urusan sebentar"ucap Rinne
"Baiklah, tapi cepatlah"balas Utakata.
"Haii"
Sring
Rinne langsung menghilang dengan menggunakan hiraishinnya .
[Skip seperti di canon saat Hotaru menunjukkan Kinjutsu yang tertanam di punggung Hotaru pada Utakata]
"Hotaru.... Kau? Bagaimana mereka bisa?"tanya Utakata tak percaya saat melihat Kinjutsu yang tertanam di tubuh Hotaru. "Tidak ada yang tahu tentang hal ini, tetapi aku tidak ingin menyembunyikan nya darimu... Tolong Utakata sama.... aku,
"Jangan katakan itu, Sialan"ucap Utakata yang masih belum percaya apa yang ia lihat..
Tanpa mereka sadari tempat mereka saat ini telah tertutupi kabut tebal dan mereka juga sedang di awasi tim pemburu Kirigakure.
"Kirisame no Jutsu"
Salah satu anbu Kiri itu melepaskan jutsunya yang membuat hujan secara tiba tiba turun dengan deras.
"Tembakan"
Ucap Utakata sambil meniup pipa kecilnya untuk membuat gelembung namun gelembung itu pecah terkena hujan.
"Seperti yang ku duga hujan ini adalah Kirisame"gumam Utakata melihat saat gelembungnya pecah.
"Utakata tidak ada jalan untuk melarikan diri lagi sekarang"ucap Kapten anbu Kiri.
"Apa yang terjadi?"tanya Hotaru terkejut saat mendengar ada seseorang yang berbicara.
"Kita tidak bisa terus berada di desa menunggu lebih lama lagi"ucap Kapten Anbu Kirigakure.
"Apa kalian yakin?, Hotaru tetap di belakangku"perintah Utakata menyuruh Hotaru.
Sring Sring Tap Tap
Suara kunai melesat mengarah ke Utakata dan Hotaru namun Masih bisa di hindari.
"Suiton Suiruben"
Kapten anbu kiri itu membuat air menjadi sebuah tali yang menarik dan mengikat Hotaru.
"Aku ingatkan sekali lagi berhenti menolak dan ikut dengan kami, jika kau melawan gadis ini akan ku bunuh"ucap kapten Anbu Kiri yang menyandera Hotaru.
"Utakata Sama"teriak Hotaru meminta pertolongan.
"Aku beri tahu sesuatu, dia bukan siapa siapa bagiku, aku tidak peduli apa yang terjadi padanya"balas Utakata tersenyum simpul.
"Souka, Kita lihat saja nanti"ucap Kapten anbu Kiri itu sambil memberi kode pada bawahan nya.
Swush Swush Swush
Tiga jutsu air yang membentuk tali dari bawahan anbu kiri itu mengikat leher dan kedua tangan Hotaru.
"Sekarang kembalilah ke desa bersama kami"ajak Kapten anbu itu.
"Cih tidak akan pernah aku kembali ke desa lagi"balas Utakata.
"Jadi begitu ya"ucap Kapten anbu yang menyandra Hotaru memberi kode pada salah satu anbu bawahan nya.
"Raiton"
Salah satu anbu itu mengeluarkan jutsu petir yang merambat melalui tali air yang mengikat Utakata.
"Arkhhhh"teriak Utakata saat dirinya terkena Jutsu Raiton milik anbu itu.
Sringg
Tapp
Suara katana hitam legam melayang memutus Jutsu tali milik anbu Kirigakure tersebut.
Sring
Tap
Duaghh
Suara kunai menacap dengan cepat di depan salah satu anbu kiri itu lalu muncul Rinne yang menggunakan Hiraishin langsung menendang tubuh anbu itu membuatnya terpental.
"Aku hanya sedikit memiliki urusan dan kalian berdua sudah seperti ini?!"ucap Rinne mengernyitkan dahinya melihat kondisi Hotaru dan juga Utakata.
"Hah ..Hei,Kalian ANBU dari Kirigakure. Cepat lepaskan gadis itu jika kalian tidak ingin mati mengenaskan, kalau kalian melepaskannya aku akan menjamin tubuh kalian masih utuh"ucap Rinne sambil mengeluarkan aura membunuh yang mendominasi mereka semua.
"Grrrr,dia hanya gadis kecil tapi kenapa memiliki aura membunuh yang kuat"ujar salah satu ANBU Kirigakure tersebut.