
..._HAPPY READING_...
Bukan hanya para ANBU tersebut yang merasakan aura membunuh yang sangat kuat bahkan jinchuriki Rokubi tersebut merasakan niat membunuh yang sangat kuat.dia tidak pernah menemukan orang yang memiliki aura membunuh yang sangat kuat sepertinya apalagi itu hanyalah seorang gadis kecil.
"Tchi kenapa aku harus.. kalau kau ingin gadis ini selamat,kau harus memberikan dia kepada kami?"tunjuk Utakata oleh ANBU Kirigakure tersebut.
"Oh jadi kau ingin barter denganku yah?!"ucap Rinne tersenyum.
"Kalau begitu ini aku berikan kepadamu"ucap Rinne sambil mengikat Utakata dengan mokuton miliknya. Karena mokuton milik Rinne dapat menekan chakra biju yang ada didalam diri Utakata.
"Hei apa kau sudah gila? Lepaskan aku"ucap Utakata sambil meronta melepaskan ikatan ditubuhnya.
Namun seberapa besar upaya yang dilakukannya tidak bisa melepaskan ikatan yang berada di tubuhnya.malah sebaliknya Mokuton milik Rinne tersebut menekan chakra miliknya.
"Sial,sebenarnya apa ini ,kenapa susah sekali dilepaskan"batin Utakata.
'ini adalah Mokuton ,kau tidak akan bisa lepas darinya malah sebaliknya itu akan menekan chakra yang kau keluarkan,ini adalah jutsu yang bisa menekan chakra biju selain Uzumaki Klan,hanya satu orang yang bisa mengendalikan Mokuton didunia ini,namun dia sudah lama mati,aku juga heran kenapa gadis ini bisa mengendalikan Mokuton orang itu'ucap Rokubi melalui pikiran Utakata.
Rokubi adalah salah satu biju yang ditangkap oleh Hashirama Senju sebelum akhirnya diberikan oleh desa besar untuk menjaga kedamaian didunia ini.jadi ia mengenal Jutsu yang menekan chakranya dulu.
"Apakah gadis ini begitu kuat?!"pikir Utakata.
"Saat kau menerimanya ,aku juga mendapatkan gadis itu mengerti?"ucap Rinne kepada ANBU Kirigakure tersebut.
"Hng,baiklah"ucap ANBU Kirigakure tersebut
"Rinne,jangan lakukan itu,ini salahku karena sudah melibatkannya,"ucap Hotaru.
"Tidak apa Hotaru,Utakata san sudah harus kembali kedesanya sendiri,dia tidak boleh keluar tanpa seijin tetua desa mereka"ucap Rinne sambil menatap Utakata yang menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Hei jangan menatapku seperti itu,ini hanyalah barter okay"ucap Rinne
"1 .. 2.. 3.."
Kini Hotaru berada di sisi Rinne,sementara Utakata ditangan ANBU Kirigakure tersebut.
Saat Rinne sudah menangkap Hotaru,dia tiba-tiba melepaskan Mokuton yang melilit ditubuh Utakata.saat itulah utakata berhasil mengeluarkan chakranya dan menendang para ANBU Kirigakure tersebut.
"Kau menipu kami?!"ucap ANBU Kirigakure tersebut kepada Rinne
"Aku menipumu?!,sejak kapan? Bukankah aku bilang akan barter denganmu,bukan bilang tidak melepaskannya"ucap Rinne tersenyum licik.
"Dasar setan kecil,aku akan membunuh kalian semua?!"ucap ANBU Kirigakure tersebut.
ANBU itu melancarkan jutsu nya kearah Rinne.
"Kirigakure No Jutsu"
Seketika disekelilingnya terselimuti kabut yang tebal.dengan teknik kabut ini yang mampu menghalangi pandangan mata agar musuh dapat menyerang dengan leluasa.
'ho'
Jutsu yang sama yang dipakai oleh ninja bernama Zabuza Momochi pikir Rinne.
Rinne segera menyarungkan katananya dan mulai fokus ke mode sage miliknya,dimana ia menyatukan dirinya dengan alam dan merasakan gerakan musuh yang intens terdeteksi. Walaupun ia tidak bisa melihat karena kabut yang tebal menghalangi penglihatannya maka satu-satunya jalan agar ia bisa menyerangnya adalah dengan merasakan hawa keberadaannya melalui alam.
Jika saja ia memiliki Sharingan atau byakugan kemungkinan mudah melihatnya,karena sharingan atau byakugan sendiri adalah mata yang bisa mendeteksi chakra dan pergerakan.
'srak'
'Arah jam 2?!'pikir Rinne sambil menutup matanya.
'Hilang?!, Tidak itu salah itu seharusnya dibawah?!'ucap Rinne sambil melompat keatas melihat serangan yang datang dengan tiba-tiba .
"Suiton :Shenshokuko"
Dengan ini sipengguna menciptakan seribu hiu dari air yang memasuki formasi dinding dan jatuh seperti hujan untuk menyerang lawan.
"Boleh juga"ucap Rinne
"Rilis water : Dragon water"ucap Rinne
Seketika muncul Naga Air yang besar untuk melahap hiu hiu itu.
'cckk'
Rinne kemudian berdiri disebuah tebing yang lumayan tinggi dan mengucapkan kalimat
"Raiton : execution it"ucap Rinne
"I-ini ,a-apaan ini,"ucap ninja Kirigakure itu.
"Bos aku merasa tidak enak dengan gadis itu,apa sebaiknya kita pergi saja?!"ucap salah satu bawahannya
"Apa maksudmu,dia hanya seorang anak kecil saja,apa yg bisa dia lakukan,huhh kau membuat petir-petiran kecil ini untuk menakuti kami yah gadis kecil.lihat saja siapa yang akan memohon jika sudah kupotong-potong tubuh kecilmu itu?!"ucap ketua ANBU Kirigakure tersebut
'tckk'
"ohh begitukah?! ..Kalau begitu ucapkan salam dariku kepada raja neraka jika sudah sampai di neraka"ucap Rinne seketika dan pada saat itu .
'Duarrr'
Petir itu menyambar para ninja Kirigakure itu dengan mengenaskan sebelum sempat mereka menghindar.
"Hanya sebuah mayat saja kenapa begitu banyak bacotan"ucap Rinne sambil pergi meninggalkan kekacauan disana.
"Kau .. sebenarnya siapa kau?"ucap Utakata sambil menatap Rinne dengan tatapan yang tidak dipercaya.
"Aku hanyalah seorang gadis biasa yang sedang berlatih saja"ucap Rinne sambil tersenyum.
'itu tidak mungkin sesederhana itu'pikir Utakata
"Oh yah apa kau baik-baik saja ?"ucap Rinne sambil melihat Hotaru.
"Aku tidak apa-apa"ucap Hotaru.
"Sebenarnya kenapa kau membantu kami?!"ucap Utakata lagi.
"Haiih ,haruskah aku mengatakan yang sebenarnya atau hanya kebohongannya saja?!"ucap Rinne
"Yang sebenarnya?"ucap hotaru.kali ini dia yang berbicara.
"Haiih ,baiklah kalau begitu,aku akan menjelaskannya"ucap Rinne
"Sebenarnya aku disini untuk memperingatkan seluruh jinchuriki yang ada disini,agar mereka selalu waspada dengan seseorang yang ingin berniat jahat dengan memanfaatkan mereka"
"Yah walaupun pertemuan kita ini bukan yang disengaja.aku sama sekali tidak akan berpikir jika kita akan bertemu salah satu dari kalian disini"ucapku kepada Utakata.
"Lalu apa yang kau maksud dengan orang yang berbahaya,dan hubungannya dengan kami para jinchuriki seperti kami ini apa?"ucap Utakata.
"Sebelum orang jahat itu ada,kami para jinchuriki sudah banyak yang dicari bahkan kepala kami sudah terdaftar di buku bingo,kau tahukan maksudku apa.ini sudah menjadi makanan kami sehari-hari?!"ucap Utakata.
"Hei tapi itu berbeda,yah aku tahu orang yang mengincarmu itu karena menginginkan uang tapi ada satu orang yang ingin menggunakan kekuatanmu dan membuat seluruh dunia kaca balau.dia adalah orang yang paling berbahaya kau tahu"ucap Rinne serius dengan perkataannya.
"Hem yah aku akan selalu berhati-hati"ucap Utakata sambil menggendong Hotaru pergi.
"Tchi dasar pria ini.aku hanya ingin dia tahu dan mengingatkannya saja tapi dia malah... ahh sudahlah ,yang penting aku sudah mengingatkannya"ucapku.
Setelah kembali didesa itu Rinne ,Utakata dan Hotaru,mereka berpamitan pergi.
"Kalian akan kemana setelah ini?"ucap Rinne kepada Utakata dan Hotaru
"Mungkin kami akan pergi mengembara,aku dan juga Utakata-sama ,lalu mungkin aku akan belajar meningkatkan kekuatanku agar bisa melindungi orang yang benar-benar kusayangi,lalu bagaimana dengan kau Rinne?"ucap Hotaru sambil bertanya balik kepada Rinne.
"Aku dan guruku masih disini,tapi kemungkinan kami akan kembali ke desa kami sesegera mungkin"ucap Rinne kepada mereka.
"Emhh ,walaupun kita pertama kali bertemu ,tapi aku sudah menganggapmu sebagai temanku dan juga adikku,kau mungkin lebih muda dariku dan terlihat menggemaskan"ucap Hotaru kepada Rinne sambil memeluknya dengan erat.
"E-ehh ahahahah baiklah Hotaru-Ne..aku juga berharap kau bahagia dan mewujudkan cita-cita mu itu,berjuanglah"ucap ku dengan semangat.
"Dan kau Utakata-san , kuharap kau bisa menjaga Hotaru-Ne dengan baik,dan perlakukan dia lebih baik lagi,kau bahkan lebih tahu itu?"ucapku sambil menepuk pundaknya.
"Hem ,yah aku akan."ucap Utakata
"Kalau begitu kami akan pergi dulu"ucap Utakata sambil berlalu pergi.
"Selamat tinggal Rinne-chan"ucap hotaru sambil melambaikan kedua tangannya kepadaku dan menyusul Utakata.
Akupun hanya membalasnya dengan melambaikan tanganku kearah mereka.saat aku melihat mereka dikejauhan aku juga melihat kearah telapak tanganku yang muncul sebuah segel.
Flashback
Sebelum mereka pergi aku sudah menanamkan segel hiraishinku di pundaknya Utakata.kalian tahu saat aku menepuk pundaknya sebelum berpamitan disaat itulah aku menanamkan segelku dipundaknya Jinchuriki Rokubi itu.
'maaf Utakata-san,tapi untuk berjaga-jaga saja' pikir Rinne sambil kembali melihat matahari tenggelam.