
Happy Reading
"Syukurlah kalau begitu, etto Ashina-jiji sebenarnya aku ada hal yang ingin kubilang"ucap Rinne menatap Ashina
Perkataan Rinne membuat ketiga orang tersebut yang langsung memberi perhatiannya kepada Rinne.
"Apa itu?"tanya Ashina.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Menarik nafas panjang sebelum menjelaskan tentang Ketiga Desa Besar yang akan menyerang Clan Uzumaki.
"Sebenarnya ini mengenai peperangan dengan Ketiga Desa Besar yang ingin menyerang Uzhushio."
"Oh ada apa dengan itu"ucap Ashina penasaran yang diikuti dengan Jiraiya dan Orochimaru.
"Aku membuat Klon Kayu dan menyuruhnya untuk memantau keadaan Disana.dan pada saat klon ku ingin pergi untuk memberitahu segalanya kepadaku , klonku tak sengaja mendengar bahwa perang akan di percepat mengingat persiapan mereka sudah siap."
"Dan juga Raikage Ketiga yang tidak sabar untuk memulai perang dan menangkap beberapa orang Uzumaki untuk di tangkap"ucap Rinne dengan sabar menjelaskan.
Mereka yang mendengar tidak bisa tidak terkejut.
"Apa yang kau katakan ... kau menyelinap kesana sendirian?"ucap Jiraya menatap Rinne tidak percaya.
"Heheheh Sensei tenang saja aku adalah tipe orang yang selalu menghilangkan jejak saat menyelinap kesana. Tidak akan ada yang tahu"ucapku cengengesan saat mendapat tatapan dari sang sensei.
"Itu tetap saja ... Dasar gadis konyol. Bagaimana kalau kau tertangkap disana"ucap Jiraiya berteriak kepada Rinne dan sesekali menjewer telinganya.
"Itaii.. sensei. Aku tidak akan mengulanginya lagi"ucap Rinne menahan sakit telinganya.
Jiraiya pun langsung menghentikan aksinya dan membiarkan Rinne mengakui dosanya.
"Jadi intinya kita harus bergegas lebih cepat sebelum peperangan akan tiba" ucap Orochimaru yang langsung membuat mereka menatapnya.
"Itu benar ... Sebisanya kita harus mengevakuasi penduduk Clan Uzumaki ke Konoha secepatnya"timbal Jiraiya.
"Baiklah jika begitu"ucap Ashina.
Mereka bertiga pun berpamitan kepada Ashina Uzumaki sebelum kembali ketempat peristirahatan nya.
pada saat mereka berjalan keluar Manor Uzukage ... mereka mendengar teriakan seorang anak lelaki.
"Oyyy Rinne kau kah itu"ucap seorang anak lelaki berambut kuning yang tengah berteriak.
Rinne melihat asal sumber suara tersebut yang memanggil dirinya.ia pun menoleh kesamping mencari orang tersebut.dilihatnya seorang anak lelaki seusianya sedang meneriakinya dari jauh.
"Minato . Kau juga disini? Dan ..."ucap Rinne melihat Jin dan Tsunade yang menghampiri Rinne.
"Yokatta ne Rinne. Aku kira kau kenapa-kenapa disana"ucap Minato.
"Eeh yah aku baik-baik saja. Lihat aku tidak apa-apa kan?"ucap Rinne sambil menunjukkan dirinya kalau ia baik-baik saja.
Rinne pun menghampiri Jin.
"Apakah kau tidak khawatir denganku Jin-Kun"ucap Rinne menggoda Jin dengan sufix Kun.
Twitch 💢💢
Jin yang mendengar namanya ditambah dengan sufix Kun langsung memunculkan urat-urat dikepalanya.
Ia mendatangi Rinne dengan tatapan datarnya.
"Rinne Kemarilah"ucap Jin.
Rinne yang mendengar namanya dipanggil oleh Boy Uchiha tersebut langsung menghampiri Jin dengan Sukarela.
Kini hatinya berbunga-bunga saat namanya dipanggil oleh Uchiha muda itu.mungkin ia khawatir kepadanya.
' ahh... Apakah ia khawatir kepadaku. Sungguh manis sekali jika ia mengkhawatirkan ku 'batin Rinne sumringah yang langsung menuju Kearah Jin.
Rinne menyukai pria tampan dan itu termasuk Jin sendiri.walaupun ia hanyalah karakter anime di dunia Naruto saja ... Tetap tidak dipungkiri bahwa ia memang benar-benar tampan.
Yah tidak ada salahnya kan menyukai karakter di anime Naruto, apalagi kalau ia tampan.Suka belum tentu Cinta. Jadi nikmati saja apa yang diberikan oleh Rikudou-jiji.
Saat Rinne berlari ke arah Jin dengan ekspresi berbunga-bunga, disaat itulah ia hampir memeluk Jin. Tiba-tiba sebuah Sentilan di dahinya yang sangat kuat membuat Rinne tersadarkan diri dari aksi fansgirl nya.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK BERUPA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN YAH READERS TERIMAKASIH ...