
Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
.
Skip
Sesampainya di kantor hokage Jiraiya dan ketiga muridnya mulai masuk ke ruangan hokage.
"Orang tua kita masuk"ucap Jiraiya.
Melihat tidak ada jawaban Jiraiya masuk kekantor dan melihat senseinya menghirup pipa rokok dan menghembuskan nya keudara.
"Ada apa Jiraiya"ucap hokage ketiga.
"Begini sensei kami sudah melakukan semua misi Rank-D,kami ingin meminta misi yang cocok dengan kami"ucap Jiraiya mewakili mereka bertiga.
"Haaahh,.baiklah kalau bagitu ,sepertinya ada misi yang cocok dengan kalian yaitu membantu ... "ucap hokage ketiga terpotong melihat aura ketiga murid Jiraiya yang menyeramkan.dan seketika hiruzen meneguk ludah kasar saat menatap mereka bertiga.
memang mereka tidak menunjukkan langsung kepada dirinya namun melihat ekspresi mereka seperti jin yang menatap datar dengan dikelilingi hawa yang sangat kelam,Minato tersenyum namun penuh arti dan terakhir yang mengerikan adalah raut wajah rinne yang tak bisa dibendung.
ia memiliki hawa yang gelap disekitarnya saat tersenyum,namun senyuman rinne mengartikan 'jika kakek ingin memberi kami misi seperti ini lagi,kami tidak berjanji bahwa kami tidak akan mengacaukannya.seperti itulah arti dari senyuman rinne yang menakutkan.sontak membuat hiruzen keringat dingin saat melihat tatapan murid Jiraiya.
Bersihkan tenggorokan dan mulai berbicara.
"Ehem maksudku kalian akan melakukan
misi tentang terkait pencurian jenazah mantan 12 ninja pelindung di kuil api."ucap hokage ketiga keringat dingin yang langsung membuat ketiga murid Jiraiya berekspresi senang.
"Apa ini sensei,bukannya misi ini adalah rank-A"ujar Jiraiya.
Sontak membuat Jiraiya tak percaya kepada senseinya yang memberi mereka misi peringkat rank-A.
Yah Jiraiya tahu jika muridnya juga bukanlah anak biasa,namun bukankah ini berlebihan pikir Jiraiya.
'haaah sudahlah ,adanya misi ini,dari pada mereka menatapku horor seperti yang mereka lakukan kepada sensei'batin Jiraiya.
"Akhir-akhir ini banyak makam yang dicuri oleh orang yang tidak dikenal.para biksu di kuil api resah karena makam kedua belas ninja pelindung mereka hilang hanya meninggalkan peti mati saja.maka dari itu aku ingin Kalian berempat kutugaskan untuk menangkap pencuri makam yang sering meresahkan kuil api bahkan daimyo negara api"ucap hokage ketiga panjang.
"Untuk apa mereka mengambil mayat orang yang sudah meninggal"tanya jiraiya kepada senseinya.
"Aku juga tidak tahu tujuan mereka apa,yang penting biksu kuil api meminta bantuan ninja Konoha untuk membereskan mereka"ucap hiruzen.
Dilain sisi seorang anak tengah berpikir'apakah Madara atau diriku dulu sudah mulai bergerak?,dan apakah ia sudah menemukan seseorang seperti obito untuk membantunya mewujudkan rencananya?.jin bertanya-tanya dipikirannya..
Kalau begitu ia harus cepat-cepat memastikannya, apakah itu benar atau tidak
"Apakah kalian yakin mengambil misi ini atau tidak?" tanya hokage ketiga kepada mereka bertiga.
Dengan cepat mereka bertiga pun menganggukkan kepala dan berkata.
"Kami siap sedia hokage jiji, kami akan berusaha sebaik mungkin"ucap Rinne dan yang lainnya hanya menganggukkan kepala tanda bahwa ia setuju.
'Apakah ini perbuatan Madara,tidak mungkin bahkan perang dunia keempat belum dimulai secepat ini,yang kutahu adalah Madara mengambil Obito sebagai penerus melanjutkan rencananya untuk mengambil mayat orang yg sudah mati dan dihidupkan kembali menjadi pasukannya itupun tidak sendiri namun dibantu oleh yakushi Kabuto' batin rinne berpikir.
'apakah ada dalang yang lain selain Madara,tapi siapa'tanya rinne sambil berpikir sebelum seseorang menyela pemikiran nya.
"Jadi kapan kami akan melaksanakan misi ini hokage-sama". Ucap Minato.
"Yah kalian akan memulai misinya besok pagi untuk pergi ke kuil api"ucap hiruzen.
"Apakah kalian bertiga memang sudah siap untuk menjalankan misi tingkat rank-A ini"ucap Jiraiya kepada ketiga muridnya.
"Apakah kau meragukan ketiga murid mu ini"ucap Jin yang seraya mengeluarkan suaranya.
"ah tidak bukan begitu hanya saja bukankah terlalu awal untuk kalian mendapatkan misi yang cukup tinggi seperti ini"ucap Jiraiya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah kalau begitu sensei, kami pamit undur diri dulu karena kami harus bersiap-siap untuk pergi melakukan misi besok ke kuil api"ucap Jiraiya sambil berpamit.
"Baiklah kalau begitu"ucap hiruzen atau senseinya Jiraiya.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH READERS ...