Ghost Reincarnation

Ghost Reincarnation
chapter 123



Happy Reading


.


.


.


.


.


.


Flashback


"Madara aku memiliki berita terbaru dan pastinya itu akan membuat kita kesulitan nantinya dalam menghadapi rencana kedepan kita" ucap makhluk bernama Zetsu.


Melihat sesuatu yang tiba-tiba muncul dari dalam tanah Madara segera beranjak dan melihat seseorang.


"Apa itu Zetsu? " Ucap Madara.


"Ini mengenai Uzhushiogakure ... Dalam menghadapi Ketiga Desa Besar mereka memenangkan peperangan"ucap Zetsu Putih


"Hal yang membuatmu pasti tertarik ini mengenai seorang gadis kecil yang bisa menggunakan Mokuton. Dialah orang yang membuat hampir seluruh Ketiga Desa Besar kehilangan Shinobinya".


"Gadis itu memanfaatkan Mokuton dan membangkitkan Jutsu khas Senju Hashirama dan membunuh Shinobi Ketiga Desa Besar".ucap Zetsu Putih


"Disampingnya juga terdapat seorang anak remaja dari klan Uchiha. Dia bisa membangkitkan Mangekyo Sharingan miliknya di usia muda. Jadi itu mempermudahnya untuk membantu memusnahkan Shinobi dari Ketiga Desa Besar". sambung Zetsu Hitam


"Lalu Para Uzumaki menggunakan Klon darah untuk menggantikan mereka di Medan pertempuran dan pergi ke Desa Konoha secara Diam-diam".


"Jika terus seperti ini mereka memiliki kesempatan untuk menghalangi rencana kita karena mereka bisa menggunakan Fuinjutsu" ucap Zetsu Hitam sambil menerangkan apa yang terjadi di desa Uzhushio.


Madara yang mendengar itu tidak bisa tidak terkejut. Apa lagi dengan kekuatan Gadis kecil itu yang semakin hari semakin kuat.


Jika begini Uzumaki Clan akan menjadi duri baginya untuk melanjutkan rencana bulannya.


"Dan juga aku mendengar bahwa Clan Uzumaki Setuju bergabung dengan Konoha karena saat ini mereka tidak punya pilihan dan juga desa mereka yang hancur".


"Itu artinya Konoha akan segera memiliki dukungan baru dari Clan Uzumaki jika mereka bergabung" sambung Zetsu Hitam.


"Madara ... Kita harus bergerak cepat dan menyingkirkan Clan Uzumaki secepatnya. Mereka akan menjadi penghambat untuk rencana kita".


Madara menutup matanya rapat-rapat dan berpikir sejenak.ketika ia membuka matanya ia melihat Uchiha Ken yang tertidur di kasurnya.


"Baiklah jika seperti itu ... Aku akan membuat dia menjadi lebih kuat. Dengan begitu kita dapat menjalankan rencana kita" ucap Madara sambil melepaskan pandangannya.


Flashback Off


Tahun ini, Konoha telah memenangkan pertempuran di seluruh dunia. Ketiga Desa Besar gagal menyerang Tanah api, dan hanya awan dan bumi yang bisa saling bertarung. Konoha muncul sebagai pemenang dari perang ini!


Berita tentang kemenangan dikirim kembali desa membuat penduduk desa dan ninja merasa lega. Perang sudah berakhir! Semua orang berdiri dalam barisan menyambut para pahlawan yang kembali! Dan Rinne berada di tim penyambutan.


"Lihat, mereka kembali!"


Sensor Ninjas dan mereka yang memiliki Dojutsus pertama kali melihat pasukan di kejauhan, dan segera setelah semua Konoha mulai melihat mereka.


Sorak-sorai penduduk desa bertambah besar saat pasukan ninja mendekat.Rinne meremas dirinya menembus kerumunan dengan keuntungan fisiknya.


Sementara Jin hanya menatap dengan ekspresi wajah yang datar dan Minato menyambut warga Konoha dengan hangat.


Ada tiga orang yang memimpin: Putri ninja Tsunade, Sannin Orochimaru yang lain, dan yang terakhir adalah Jiraiya.


Ketiga Sannin itu mendapatkan banyak pujian dari warga Konoha.mengetahui fakta bahwa mereka juga yang melawan pasukan Hanzo dan mendapatkan gelar Sannin.


Ketiganya dipimpin oleh Hokage ke-3: Sarutobi Hiruzen. Semua datang tersenyum ketika mereka menerima pujian layak dari warga Konoha.


" Sandaime-sama, untungnya, mereka tidak mengecewakan!"


"Memang!! Memang"The 3 rd Hokage bangga: Sebelumnya mereka ini hanya anak nakal dan sekarang mereka dapat melindungi daun."


"Hokage-sama, mari kita biarkan pahlawan pulang "!


Setelah menyelesaikan program dan bertepuk tangan, pasukan ninja menyebar, dan ada hampir seratus tandu di ujung tim.


Sebagian besar ninja terluka parah dan kelangsungan hidup mereka tidak pasti atau bahkan kemungkinan. Banyak orang lain telah jatuh di medan perang.


Saat mereka mendapatkan perhatian dari orang-orang sekitar seseorang mendekati mereka dengan ekspresi yang khawatir.


"Ayah ..." Ucap Kushina berlari kearah ayahnya a.k.a Uzumaki Hishin.


Mereka mengalihkan perhatiannya kepada seorang gadis kecil berambut Habanero pedas itu dengan seksama.


"Hiks .. Hiks.. aku khawatir jika kalian kenapa-kenapa" ucap Kushina sambil menangis.


Hishin memeluk putrinya dan menepuk kepalanya.


"Sudah jangan menangis. Bukankah kami sudah ada di sini?"ucap Hishin menenangkan putrinya.


"Itu benar. Bukankah kami sudah disini sekarang."ucap Minato.


Kushina yang melihat Minato berkata memalingkan muka dengan malu.


"A-aku t-tidak mengkhawatirkan mu Dassar Baka"ucap Kushina terbata-bata.


Minato yang melihat itu hanya tersenyum canggung ke arah Kushina. Sementara Rinne sedari tadi yang melihat adegan drakor itu menahan tawanya saat Kushina berkata demikian kepada Minato.


"Pufftt .. Hahahaha" tawa Rinne yang sudah tidak bisa tertahankan.


"Jangan begitu Kushina .. si Kuning ini sebenarnya hanya Khawatir saja."


"Eiii apa yang kau katakan Rinne?" Ucap Minato.


"Tidak ada"balas Rinne sambil mengalihkan perhatiannya.


"Etto ... Lupakan si Kuning ini ... Bagaimana kalau kita pergi makan bukannya malah menangis begini?" Ucap Rinne sambil memegang perutnya yang mulai kelaparan.


"Hem baiklah ... Aku setuju"ucap Minato dan seperti yang lainnya hanya mengganggukkan kepalanya.


"Bagaimana denganmu Jin?"tanya Rinne.


Jin melihat Rinne dan yang lainnya.


"Baiklah tidak buruk. Walaupun kalian itu kuat tidak mengubah fakta kalau kalian itu adalah anak kecil. Jadi wajar jika kalian merasa lapar"ucap Jin melenggang pergi.


"Tchih dasar Uchiha satu ini" ucap Rinne.


"Maa ... Ma. Sudahlah Rinne chan .ayo pergi ke ..." Ucapan Minato terpotong oleh Kushina.


"Ichiraku Ramen" jawab Kushina antusias.


"Ba-Baiklah kita akan makan di ichiraku Ramen"ucap Minato menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mereka semua pun akhirnya pergi ke kedai ramen ichiraku.sesampainya disana mereka memesan lima mangkuk porsi sedang.


PEMBACA YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN JEJAK TERIMAKASIH (≧▽≦)