Ghost Reincarnation

Ghost Reincarnation
chapter 152



Happy Reading


.


.


.


.


.


.


.


Duduk di berandanya, Danzo jatuh dalam pikiran yang dalam.


'Pertama, Uzumaki ... Sekarang, Uchiha. Apa yang sebenarnya terjadi?' Akhir-akhir ini, setiap kali dia bangun, dia akan menemukan bahwa sesuatu telah sepenuhnya keluar dari harapannya. Danzo merasa seperti dia perlahan-lahan kehilangan cengkeramannya di desa, dan sensasi ini memakannya dari dalam.


Dia tidak bisa tidur nyenyak, takut bahwa pada hari berikutnya, sesuatu yang lain akan lepas kendali. Bagi seseorang seperti dia, perasaan tidak tahu apa-apa ini seperti racun paling mematikan. Setiap hari, dia merasakan pikirannya disiksa olehnya, mengancam akan membawanya ke perbatasan kegilaan.


Karena itu, ia menolak untuk mengambil bagian dalam diskusi tentang kejadian baru-baru ini di desa, memilih untuk menutup diri dan bekerja di yayasan. Setidaknya, dia merasa lebih nyaman dengan cara ini, bahkan jika hanya sebentar.


Mengepalkan tinjunya, dia ingat sosok Jin, dan bagaimana dia menundukkan Kakuzu,dia teringat dengan seseorang yang hampir mirip dengannya.


semakin dipikir dia takut dengan kelahiran seorang Uchiha Madara untuk yang kedua kalinya.


Danzo harus berpikir bagaimana caranya agar dapat membawa anak itu masuk kedalam perangkapnya sebelum ia menjadi Uchiha Madara lainnya.


*******


Ketika kedua saudara itu berjalan pulang dengan membawa belanjaan, Jin memperhatikan sosok yang dikenalnya, Jin melihat sesuatu yang aneh.


Tersembunyi di balik sudut toko makanan,Minato bersikap curiga, seolah-olah dia bersembunyi dari seseorang.Melihat ini, Jin menyipitkan matanya dan mengikuti garis pandangnya,memperhatikan seorang gadis


berambut merah.


"Oy, Aniki! Aku berbicara denganmu!


Apakah kamu bahkan mendengarkan-"


Mengikuti tatapan Jin, Ryu melihat


Minato dan melompat kaget.


"Minatoooo!"


Menjerit dengan sekuat tenaga, Ryu mulai bergegas menuju si pirang, yang tersentak kaget dan dengan cepat meraihnya, bersembunyi di balik dinding. Menutupi mulut Ryu, dia mengisyaratkan agar dia tutup mulut.


"Mph!" Takut kaku, Ryu mengangguk beberapa kali sebelum Minato melepaskannya. Dengan diam-diam merayap ke tepi dinding, dia memeriksa untuk melihat apakah gadis


itu masih ada di sana..


'Hilang... Sambil mendesah, Minato


berbalik ke Ryu, yang menatapnya


dengan ekspresi bingung. Tidak tahu


harus berkata apa, dia menggenggam


kedua tangannya dan meminta maaf


sambil tertawa dengan canggung.


"Minato... aku tidak tahu kalau kamu seorang penguntit. Apa yang diajarkan Jiraiya-sensei padamu?" Sambil mengerutkan kening, Ryu berbicara dengan nada dingin dan dingin. Di


belakangnya, Jin memiliki ekspresi geli.


"A-aku..." Melihat rekan satu


timnya, Minato sedikit memerah,


sebelum menghembuskan napas dan


menenangkan dirinya. Meluruskan


posturnya, dia mencoba menjelaskan.


"Aku baru saja memeriksa beberapa


gulungan..."


Tidak mempercayainya, Ryu menyeringai dan merangkulnya,mengejutkan si pirang muda.


mungkin pintar dalam pertempuran,tapi saat ini, kamu seperti buku terbuka!"


"..." Jelas tidak nyaman, Minato dengan


cepat lolos dari genggamannya. "Bukan


apa-apa... Aku hanya mengawasi seseorang."


"Ryu, dia tidak ingin membicarakannya... Sebagai rekan satu timnya, tidak seharusnya


mendorongnya terlalu jauh." Berdiri di samping Ryu, Jin tersenyum hangat.


"Haaah... Aniki benar. Aku minta


maaf Minato.lagi pula kau terlihat sangat mencurigakan saat menguntit seorang gadis "ucap Ryu cengengesan.


minato yang mendengar itu hanya tersenyum kaku dan mengalihkan perhatiannya kepada sosok didepannya ini.


"Jin kau sudah pulang dari misi mu itu? kudengar kau menghabisi ninja kriminal tingkat S-Rank sendirian,apakah semua itu benar?"ucap Minato dengan mata yang berbinar-binar.


"wah aniki apakah semua itu benar.kau menghadapi musuh yang sangat hebat itu?"tanya Ryu dengan mata seperti berbentuk bintang.


kini kedua anak kecil ini sangat ingin tahu kebenarannya.Jin tidak bisa tidak menghela nafas saat ini.saat mengetahui pertanyaan kedua anak didepannya ini.


"hah.. yah begitulah"ucap Jin dengan muka datarnya.


"aku tidak menyangka kau melakukannya sendiri itu sangat hebat Jin" ucap Minato mengepalkan tangannya erat-erat.


kini naluriah untuk bisa mengalahkan Jin sangat kuat.namun Minato tidak pungkiri bahwa ia bisa lebih hebat dari Jin.


saat mendengar berita itu Minato sangat bersemangat untuk berlatih dan terus berlatih agar dapat menang melawan Jin suatu saat nanti.


"Sugoi aniki.kau memang sangat hebat.suatu saat aku ingin menjadi sepertimu yang dapat mengalahkan penjahat kelas kakap"ucap Ryu semangat.


"yah kau dapat melakukannya saat kau sudah sekuat aku nanti"ucap Jin mengelus kepala Ryu.


Ketika mereka sedang asyik berbicara, Jiraiya tiba-tiba muncul di depan mereka dengan kepulan asap. "Aku sudah mencari di mana-mana. kalian berdua! Kita akan pergi melakukan misi!"


"apa! secepat itukah kita mendapat misi? bukankah kita harus meminta hokage untuk mengambil misi,tetapi kenapa tiba-tiba sensei?"ucap Minato bingung.


"ini misi mendadak ,jadi kita yang akan pergi berhubung tim lain tidak bisa melakukannya karena masih berada di misi lainnya"ucap Jiraiya panjang lebar.


"tapi apakah hanya kita bertiga sensei ,Rinne masih melakukan latihan tertutupnya,yang berarti kita kekurangan orang untuk melakukannya"


"tanpa dia kita juga bisa melakukannya dengan baik" ucap Jin berkata dengan muka datar.


Jin tahu jika Rinne akan ikut pasti mereka berdua tidak akan mendapatkan action seperti misi sebelumnya di kuil api.mereka berdua hanya menjadi penonton dengan tidak melakukan apa-apa.


'hah itulah ciri khasnya Rinne.lebih baik tidak membawa orang lain karena itu akan merepotkannya'pikir Jin


"tenang saja aku sudah berdiskusi dengan hokage tadi.kita akan melakukan misi bertiga karena tidak ada anggota tim lain yang tersisa.jadi kita yang akan melakukannya sendiri"ucap Jiraiya


"baik jika itu adalah perintah dari hokage"ucap Minato semangat.


Jiraiya melihat dedikasi dari Minato yang sangat bersemangat dalam menjalankan tugas.


'anak ini akan mendedikasikan hidupnya demi desa Konoha,aku berterimakasih karena diberikan murid sebaik dan cerdas seperti Minato ini'batin Jiraiya.


"baiklah sekarang kemasi barang bawaanmu kita akan menempuh perjalanan yang lumayan jauh"


"aku akan menunggu kalian didepan gerbang konoha dalam waktu 10 menit"ucap Jiraiya sambil bersunshin pergi meninggalkan mereka.


Minato yang melihat Jiraiya pergi segera menatap Jin uchiha yang dianggapnya sebagai Rival dan teman setimnya.


"Tapi Jin ,apakah kau baik-baik saja.kau baru saja pulang dari misi sebelumnya.dan belum ada sehari untuk beristirahat"ucap Minato khawatir pada Rivalnya ini.


memang benar Jin harus pergi melakukan misi lagi setelah ia pulang dari misinya yang lumayan melelahkan.tapi itu tidak apa-apa karena ini adalah misi mendadak.


"tidak apa-apa Minato,aku cukup baik untuk melakukannya.lagi pula ini misi yang mendadak dimana tim lain juga tidak bisa melakukannya bukan"ucap Jin


"tapi apa yang dikatakan Minato memang benar aniki.kau baru saja pulang dari misi sebelumnya.pasti melelahkan bukan.setidaknya beristirahatlah dengan benar walau cuma sehari ini"ucap Ryu yang khawatir dengan kakaknya.


Jin yang melihat adiknya khawatir dengan dirinya mengelus pucuk kepalanya dengan hangat. jika izuna masih disini ia pasti akan sangat bahagia.mungkin Ryu mirip dengan Izuna tapi sifatnya sangat berbeda dengan Izuna.


"aku akan baik-baik saja.jangan khawatir Ryu.justru aku yang khawatir kau akan lalai dalam latihan mu yang ku ajarkan beberapa waktu lalu"ucap Jin menatap adiknya.


"huh aniki kamu bisa bercanda disaat ini.aniki tahu aku tidak meninggalkan latihan walaupun sehari ini tahu.aniki malah mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan ini"ucap Ryu dengan raut wajah yang cemberut.


"sebaiknya kita segera berkemas.karena Jiraiya juga sudah menunggu kita di depan Gerbang"ucap Jin yang di angguki kepala oleh Minato.


**************


#Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Dan Komentarnya Dibawah ini 👇👇