
Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Aku menangkapmu sekarang!" Menahan rasa sakit karena jantung dan topengnya hancur, Kakuzu melingkarkan rambutnya di lengan Jin, menjaganya tetap melekat di tubuhnya.
Terkekeh, Kakuzu sedikit menoleh, menatap Jin. "Dengan teknikmu, kau hanya bisa menembus salah satu hatiku... Dengan mengorbankan salah satu dari mereka, aku menjebakmu."
Saat kata-katanya menghilang, topeng terakhir yang tersisa perlahan merangkak dari dadanya ke punggungnya, menghadap Jin.
"Aku akan mengakui bahwa kamu kuat... Tapi ini adalah ujung jalan, bocah.
******
Di suatu tempat yang relatif dekat dengan keberadaan Jin, Rinne berbaring telentang, menyaksikan awan lewat. Tiba-tiba, dia mendengar ledakan besar dan segera berdiri.
"Apakah sesuatu terjadi ?!"
"Aku juga tidak tahu ..
Lebih baik kau konsentrasi saja dengan latihanmu itu" ucap Sakumo.
"Tapi itu mungkin saja sebuah ledakan yang besar,mungkin ada beberapa korban disana Sensei". ucap Rinne yang kini telah memanggil namanya Sakumo dengan sebutan Sensei.
"Tidak Mungkin di tempat ini ada peperangan,sementara desa Takigakure jarang terjadi Peperangan bahkan hampir tidak pernah selama beberapa dekade" jelas Sakumo.
Flashback
Di antara dua orang yang saling beradu Kekuatan, Makhluk setengah Hitam dan Putih tersebut memperhatikan segala sesuatu terjadi melalui pepohonan dengan menyatukan tubuhnya.
"Anak ini cukup merepotkan ... bocah Uchiha berambut panjang itu sudah menampakkan kekuatannya. Jika Ken uchiha ingin melenyapkannya, dia harus lebih baik lagi dibanding dengan anak uchiha satu ini".
ucap Zetsu sambil melenyapkan dirinya kedalam tanah.
Black-Zetsu sudah lama memperhatikan pertengkaran antara anak Uchiha itu dan seorang pembunuh bayaran kelas kakap dari desa air terjun bernama Kakuzu. jadi dia berpikir bahwa harus memberitahu Madara tentang potensi anak ini juga.
Flashback off
Tepat ketika dia hendak mencari lokasi Jin sekali lagi, Uchiha berkedip di belakangnya.
"Shokei!"
Menderu, Jin menusuk salah satu topeng Kakuzu, melenyapkannya.
"Aku menangkapmu sekarang!" Menahan rasa sakit karena jantung dan topengnya hancur, Kakuzu melingkarkan rambutnya di lengan Jin, menjaganya tetap melekat di tubuhnya.
Terkekeh, Kakuzu sedikit menoleh, menatap Jin. "Dengan teknikmu, kau hanya bisa menembus salah satu hatiku... Dengan mengorbankan salah satu dari mereka, aku menjebakmu."
Saat kata-katanya menghilang, topeng terakhir yang tersisa perlahan merangkak dari dadanya ke punggungnya, menghadap Jin.
"Aku akan mengakui bahwa kamu kuat... Tapi ini adalah Jalan buntu, bocah.
sedari awal pertemuan dirinya dengan Jin,dia sudah termakan Genjutsu milik Jin.saat ini Kakuzu masih belum menyadari bahwa dirinya sudah berada di dalam Genjutsu milik Jin.
Sebelum Kakuzu menyadari bahwa ia berada di Genjutsunya Jin, dia sangat senang bahwa sekarang Kemenangan berada dipihaknya. berpikir bahwa bocah yang dilawannya itu akan mati mengenaskan ditangannya.
Tanpa berlama-lama Kakuzu langsung menjerat Jin dengan Serabut yang panjang dari dalam mulutnya ke arah Jin.
"Maaf Bocah Naif ,tapi kau harus sampai disini"ucap Kakuzu sambil meremukkan tubuh Jin dan membuatnya hancur berkeping-keping.
setelah melewati itu Kakuzu tampak senang dengan kematian bocah menyebalkan itu.akhirnya dia bisa tenang setelah menghadapi anak itu.
entah apa yang akan terjadi jika saja Kakuzu membiarkannya kabur dari genggamannya.mungkin suatu saat nanti bocah ini bakalan menyebabkan banyak masalah untuk dirinya.karena potensi yang dimiliki anak ini sangat mengerikan bahkan akan menjadi ancaman besar bagi satu negara.
sebelum meninggalkan tempat kejadian itu ,Kakuzu menatap datar mayat yang berada di depannya sambil menyeringai.
"jika saja anak sepertimu tidak Naif kemungkinan kau tidak akan berakhir seperti ini"ucap Kakuzu sambil melangkahkan kakinya pergi dari sana.
kini Kakuzu harus berpikir untuk saat ini ia tidak bisa bertarung lagi karena hatinya tinggal satu dan itu sudah mulai terluka parah akibat pertarungannya dengan anak itu.
dia berpikir akan memakan hati orang lain untuk memulihkan keadaannya yang memprihatinkan seperti ini sebelum kembali bertarung dengan orang yang lebih kuat.
Namun dalam beberapa langkah dari tempat itu Kakuzu berada di sebuah Ruangan yang sangat gelap,ia tidak tahu tempat seperti apa yang ditempatinya ini.
tiba-tiba muncul sosok bocah berambut hitam dan mata merah dengan pola yang sangat indah. dia tercengang melihat bocah itu yang ternyata masih hidup dan menyeringai kearah dirinya.
"Kenapa?! .. Terkejutkah?!" ucal Jin.
"Ghahahah ... Maaf saja apa yang terjadi sebelum itu adalah sebuah Genjutsu"
"K-kau?!"
"yah seperti yang kau bilang Jika saja kau sedikit lebih Naif dari bocah ini maka kau tidak akan menjadi seperti ini".ucap Jin menyeringai.
"akankah aku harus memulainya terlebih dahulu?!,yah lebih cepat lebih baik"ucap Jin menatap Kakuzu dengan datar dan dingin
"a-apa yang akan kau lakukan?!"
"apa yang akan kulakukan?! ... tentu saja membunuhmu"ucap Jin sambil mengaktifkan matanya yang kini sudah berevolusi dari tiga Tomoe ke Eternal Mangekyou Sharingan dan melepaskan Jutsu Khas Klan Uchiha yaitu setengah Susano'o baru miliknya yang berwarna biru gelap .
perlahan bagian-bagian dari Susano'o tersebut mulai terbentuk menjadi manusia setengah tengkorak yang dilapisi dengan aura atau chakra berwarna biru gelap.
tangan Susano'o itu mulai mengincar leher Kakuzu dan mencekik leher Kakuzu dengan kuat. tak mau tinggal diam ,Kakuzu segera menjerat Susano'o itu dengan serabut yang ada di tubuhnya.
namun serabut itu tidak bisa menahan ataupun menghentikan kekuatan dari lengan Susano'o itu karena perbedaan kekuatan yang jauh dari miliknya.
"K-kh-ii-ini adalah.."ucap Kakuzu dengan nada yang serak.
"Jadi benar kau adalah seorang Uchiha ha?!"ucapnya sambil kesakitan.
"oh apakah aku tidak bilang,atau apakah kau harus tahu? ... yah berpikirlah dalam kematianmu"ucap Jin sambil membuat Magatama di tangan Susano'o nya guna menghancurkan hatinya Kakuzu.
tanpa berlama-lama Jin menghempaskan tubuh Kakuzu ditanah dan melayangkan magatama miliknya ke arah Kakuzu.
'duarr'
****END**
#
#
#
#
#
#JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA** .