Ghost Reincarnation

Ghost Reincarnation
chapter 65



Happy Reading


'aku tidak punya pilihan lain'


.


.


.


.


.


.


.


.


Naomi mulai mengeluarkan chakra yang sebelumnya ia gunakan untuk menyerang rinne.cnakra itu mulai berbentuk tangan besar guna melepaskan dirinya dari rantai tersebut.namun sia-sia ia melakukan itu,sebelum ia dapat melepaskan rantai ini dari tubuhnya ,chakra Susano'o nya tiba-tiba menghilang karena jika semakin banyak chakra yang dikeluarkan rantai ini akan semakin kuat menekan chakra seseorang.


Ia tidak punya pilihan karena tubuhnya dililit rantai chakra tersebut.


Sementara di tribun semua penonton menatap tak percaya kepada gadis kecil yang sudah diduga mati karena tusukan pedang chakra ditubuhnya.


Namun siapa sangka ia dapat bertahan dari tusukan pedang itu.bahkan luka yang disebabkan pedang itu menghilang seakan akan itu tidak pernah ada bahkan bekasnya saja tidak ada.


"Wahh Sugoii Rinne-chan ... Ternyata kau gadis yang penuh dengan kejutan"ucap Minato.


"Hn"balas Jin.


Rinne yang melihat Naomi tidak bisa berbuat apa-apa langsung meninju lawannya dengan kuat sampai tempat berpijaknya retak karena tekanan pukulan yang dilayangkan oleh Rinne.


'Aku tak pernah terbayang bagaimana rasanya dipukul oleh Rinne dengan kekuatan seperti itu'batin Minato yang menatap Rinne horor.


Naomi seketika terlempar dari tempatnya dan menabrak dinding pembatas.ia pingsan seketika sebelum akhirnya seseorang datang memeriksanya dan mengungumkan hasil pertandingan tersebut.ia membuka matanya sebentar menatap Rinne yang membuatnya harus kewalahan melawannya.ia tidak sangka gadis kecil itu memiliki kekuatan yang hebat pikir Naomi sebelum kehilangan kesadarannya.


Melihat Naomi uchiha yang sudah tidak bisa bertarung lagi Shigeo Nara mulai mengungumkan Rinne sebagai pemenangnya.


"Pemenangnya adalah Sakuragi Rinne"ucap Shigeo Nara.


Rinne menatap kedua teman setimnya dari atas tribun sambil tersenyum sebelum ia limbung ketanah dan dibawa ke ninja medis.


Sementara Naomi uchiha dibawa oleh Medis nin untuk diobati keruangan istirahat.


Fugaku yang melihat muridnya kalah sebenarnya mendesah pasrah.pertama Ken,kedua Hizashi dan terakhir Naomi.namun disatu sisi ia bangga seperti Naomi ,karena hanya dia yang bisa membangkitkan Mangekyo Sharingan nya di klannya.bahkan ia belum bisa memiliki Sharingan tahap akhir tersebut.


*****


Pertandingan akhirnya dilanjutkan dengan peserta lainnya.


"Selanjutnya adalah Kushimaru Kuriarare vs Jin Uchiha! Kedua kontestan, silakan turun ke arena!" Kata-kata Shigeo bergema di seluruh arena, menarik perhatian penonton.


"Aniki! Sekarang giliran Aniki lagi!" melompat dengan semangat, Ryu dengan erat memegangi lengan Nanami. Sama seperti dia, hati Nanami juga berdetak kencang. 'Jin!"


Jin mengingatkannya pada Ken. Dia mengenakan pakaian yang sama dan jelas dari klan yang sama, membuatnya sulit bagi Kushimaru untuk membedakannya. Memproyeksikan sosok yang terakhir ke ekspresi sang pembuat - di bawah topeng - menjadi terdistorsi dengan kekejaman.


Melihat kebencian Kushimaru yang nyata padanya, Jin tersenyum. Jika lawan tidak datang dengan niat untuk membunuh, itu tidak akan menyenangkan.


Memijat pergelangan tangannya, Jin tersenyum dan menoleh ke Shigeo.


"Pengawas. Kamu mengatakan bahwa ini tidak berhenti sampai seseorang kehilangan atau mati, kan? Apakah ada hukuman karena membunuh lawanmu?"


Melihat senyum misterius Jin, Shigeo mengangguk, sedikit bingung. "Ya, tetapi kematian hanya akan terjadi secara kebetulan karena aku akan turun jika perlu. Tidak ada penalti; aku akan mengambil semua tanggung jawab."


"Oh? Itu bagus kalau begitu."


Masih tersenyum, Jin berbalik untuk menghadapi Kushimaru sekali lagi. Meskipun yang terakhir mengeluarkan niat membunuh yang tidak terkendali, ia tetap tidak terpengaruh.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita sampai ke sana?"


Mengaktifkan Sharingannya, Jin meraih lengan kanannya dengan tangan kirinya, mengumpulkan chakra.


"Apa yang aniki lakukan?" Ryu menatap lengan Jin. Chakra yang kuat dan terkonsentrasi berkumpul di telapak tangannya.


"Aku tidak tahu ... Tapi dia terlihat serius." Mengepalkan tangan, Minato tetap membuka matanya, tidak ingin melewatkan apa pun.


"Mulai!" Begitu suara Shigeo terdengar, tangan Jin menjadi tertutupi oleh listrik ungu.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH READERS TERIMAKASIH ...