
Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
Dipagi hari yang cerah Rinne dan Sakumo berhasil mencapai desa Takigakure. Secara harfiah berarti "Desa Tersembunyi oleh Air Terjun" sering disebut "Desa Air Terjun Tersembunyi").
Desa ini terlihat dibangun di sekitar sebuah pohon besar. Pohon ini diduga, memiliki air terjun seperti namanya. Meskipun dikelilingi oleh empat negara lain, Takigakure tidak pernah menjadi medan perang.
Alasan Sakumo membawa Rinne kedesa ini karena didesa ini merupakan tempat yang jarang terjadi perang. Jadi ini memudahkan Rinne untuk berlatih tanpa ada yang mengetahuinya.
Desa ini terkenal karena mampu menghasilkan Air Pahlawan setiap seratus tahun, yang memberikan chakra 10 x lipat semula bagi yg meminumnya, namun penggunaannya dapat berakibat fatal.
Ini juga bisa dimanfaatkan oleh Rinne supaya memiliki cadangan chakra yang besar .
"Sakumo-san kenapa kita harus ke Desa ini?"
Ucap Rinne.
"Yah aku berpikir jika kau ingin berlatih kita harus pergi ke tempat yang lebih aman.didesa ini jarang terjadi peperangan dan itu bagus untuk mu"ucap Sakumo.
"Heeeeee . Kenapa begitu? Aku tidak masalah jika harus berurusan dengan mereka"ucap Rinne cemberut.
Sakumo yang melihat Rinne cemberut tersenyum canggung dan mengeluarkan keringat sebesar biji jagung di dahinya.
'Yah itu bagus untuk mu tapi tidak akan bagus untuk ku'ucap Sakumo dalam hati sambil berjalan kearah desa tersebut.
Rinne yang melihat itu hanya Mendecakkan lidah kesal karena perkataannya tak dianggap dan dia pergi meninggalkannya begitu saja.
Rinne pun langsung menghampiri Sakumo sebelum ia ketinggalan. Mereka memesan kamar di penginapan desa Takigakure.
Setelah membayar uang penginapannya Sakumo memberi Rinne sebuah kunci kamar kepadanya.
"Ini untuk mu,kau akan tidur di kamar itu sementara aku berada di samping kamarmu."ucap Sakumo sambil memberikan sebuah kunci kamar kepada Rinne.
"Jika ada apa-apa atau hal lain kau bisa memanggilku"ucap Sakumo.
"Ya ya ya ... Kau tidak perlu khawatir Sakumo-san. Hal yang paling ku khawatirkan adalah amukan seorang ibu"ucap Rinne sambil terdiam dengan perkataannya barusan.
Ibu?
Ia ingat bahwa ia tidak memiliki siapapun di dunia ini.sudah hampir setahun ia berada disini .dia hanya sebatang kara hidup disini sama seperti di dunianya dulu.ia hanyalah seorang yatim piatu semenjak ibunya meninggal pada saat dia berumur tujuh tahun.
Saat ibunya meninggal , dia dititipkan oleh paman dan bibinya kesebuah panti asuhan. ia menjadi orang yang pendiam dan hanya mau berbicara jika diperlukan. Seluruh waktunya dipergunakan untuk membaca buku dan novel.
Karena dia hobi membaca buku, disekolahnya ia mendapatkan juara kelas berturut-turut. Namun apalah arti sebuah piala tanpa harus dibagi suka dan dukanya kepada orang yang disayanginya.
Ia mengenang masa lalunya yang kelam.saat-saat dimana dia lulus sekolah semua orang bahagia dengan kedua orangtuanya yang datang ke acara pesta kelulusan SMA.
mereka merayakan hari kelulusan itu bersama dengan orangtuanya,sementara dirinya ia tidak memiliki salah satunya. Ia sedih pada saat-saat itu.
Saat Rinne mengingat masa yang sangat kelam itu seseorang sedang menepuk pucuk kepalanya dengan pelan dan hangat.
"Ibu? Apakah Kau merindukannya?"ucap Sakumo.
"Hem Iyah aku sangat merindukannya. Entahlah jika ia juga merindukanku"ucap Rinne lirih.
"Hem dasar bodoh . Ibu mana yang tidak merindukan puterinya sendiri.apalagi jika putrinya itu sangat berbakat dan baik hati"ucap Sakumo.
"Hehehe apakah aku terlihat baik?"ucap Rinne.
"Ah yah kau sangat baik jika tidak suka usil"ucap Sakumo sambil tersenyum.
"Hem terimakasih Sakumo-san"ucap Rinne sambil memeluk Sakumo
"Sama-sama Rinne Chan"ucap Sakumo yang memeluk Rinne dan menepuk kepala Rinne pelan. Yah pria yang menepuk kepalanya itu adalah Sakumo.
Orang yang akan mati setelah mempertaruhkan nyawanya demi desanya.namun karena sebuah kegagalan dia akhirnya bunuh diri dan meninggalkan seorang putra yg dulunya sangat menyayangi dan mengaguminya.
Sungguh ironis memang.mereka itu adalah orang yang tidak menghargai usaha orang lain. Mati-matian dia membela desanya tapi ketika dia lagi jatuh desa itu malah menghujatnya sampai ia harus membunuh dirinya sendiri.
Rinne tidak tahu harus apa,tapi itu adalah akhir yang buruk bagi Sakumo. Setelah ia mengetahui adegan itu dimana Sakumo bunuh diri didepan putranya sendiri ia langsung mengencangkan pelukannya dengan erat.
Rinne dengan pikiran teguh akan melindunginya agar tidak akan seorangpun yang berani melukainya.
Sampai di kamarnya Rinne mulai membaringkan tubuhnya diatas kasur tersebut sambil menghela nafas kasar.banyak yang harus dilaluinya dan perjalanan akan masih sangat panjang.
Rinne terus memikirkan sampai ia harus bangun dari tidurnya untuk berlatih.ia tidak mau sedetikpun menjadi lemah karena hal sepele.
Dia pun bangun dari tidurnya dan melipat kedua kakinya dengan posisi bunga lotus. Rinne menutup matanya perlahan dan mengalirkan chakranya ke seluruh titik vital didalam tubuhnya.
Saat Rinne memfokuskan pusat pikirannya sampai ke alam bawah sadarnya,ia tersentak setelah membuka kedua matanya ternyata dia sudah tidak lagi berada di dalam kamarnya.
Rinne heran kenapa ia harus berada ditempat serba hitam ini.ruangan yang ditempatinya berubah menjadi serba hitam tidak ada seorangpun yang berada disini kecuali dirinya sendiri.
"Halo ... Apa ada orang disini?"ucap Rinne
Namun tidak ada yang menjawab kecuali suara dirinya yang berteriak .
"Heyy tolong katakan padaku jika ada orang disini"ucap Rinne sambil teriak.
.
.
.
.
"Oh heyyy katakan bahwa aku tidak mati !!! .Kuso sialan siapa saja jawab aku jangan seperti ini!?"teriak Rinne frustasi karena tidak melihat apapun selain warna Hitam.
Rinne pun panik karena tidak ada orang sampai ada sebuah suara yang menjawabnya.
"Bisakah kau tidak teriak ... Kau membuat telingaku sakit?!"ucap suara misterius tersebut.
Rinne yang mendengar suara perempuan berbicara dengannya segera mencari sumber suara tersebut. Namun nihil tidak ada siapapun yang berada disana.
Namun saat Rinne berdiri sebuah bayangan putih muncul didalam dirinya.karena tempat itu gelap jadi memudahkannya mencari asal bayangan putih tersebut.sontak Rinne langsung saja melihat kearah belakangnya.
"Booo ... "
"Kyaaaaa ..."
'plak'
Makhluk bayangan tersebut akhirnya mendapatkan tamparan keras dari Rinne sehingga membuatnya harus menjauh dari Rinne.
"Apa yang kau lakukan hah"ucap sosok perempuan tersebut kepada Rinne.
Sontak Rinne yang diteriaki oleh sosok perempuan tersebut perlahan melihat kearah sosok itu.
Yang terlihat bukan sosok menyeramkan lagi melainkan seorang perempuan mungkin sebayanya berambut hitam dan mata merah.
Namun bukan hanya itu saja Rinne hampir tertawa saat sosok wanita tersebut memiliki benjolan dipipinya.mungkin bengkak karena pukulan kuat dari Rinne yang menyebabkannya seperti itu.
"Pftttt ahahah ... Ada apa dengan wajahmu itu ? apakah kau baru saja dihakimi seseorang karena mencuri barang dari orang lain"ucap Rinne tertawa sambil menyeka air matanya yang keluar karena tawanya.
"Tchi Kuso ... Ini karenamu?"ucap wanita yang terlihat seperti Rinne namun memiliki warna rambut dan mata yang berbanding terbalik dengannya sambil mengelus pipinya yang membengkak dengan wajah yang datar.
"Ahhh Gomene"ucap Rinne meminta maaf karena perbuatannya.
"Jadi sebenarnya kau ini siapa? ... Kenapa aku bisa disini?"ucap Rinne.
"Terlebih kau sangat mirip denganku.hanya saja warna mata dan rambut kita yang berbeda"ucapnya lagi.
"Kau terlalu banyak bicara"ucap sosok wanita itu.
"Sebenarnya Aku adalah kau ... Dan Kau adalah Aku"ucap sosok wanita misterius itu yang mengaku-ngaku sebagai dirinya.
"E-eeehhhhhh ... Apakah kau adalah kembaran ku?"ucap Rinne terkejut karena ucapan sosok wanita tersebut.
"Tidak ... Lebih tepatnya aku adalah sisi Gelapmu. Apa yang kau rasakan aku tahu semuanya "ucap wanita itu.
"Jadi bagaimana bisa aku ada disini?"ucap Rinne
"Entahlah aku tidak tahu kemungkinan kau melakukannya pada saat kehilangan kesadaranmu saat memfokuskan semua titik jalur chakramu"ucap wanita itu.
"Ahh begitu"ucap Rinne ber oh ria.
"Kau bilang kau adalah sisi Gelapku ... Jadi jika aku sudah mencapai batas ku kau akan mengambil alih dari tubuhku?"tanya Rinne sambil melihat ke arah wanita itu sambil melindungi dirinya dengan kedua tangannya.
Sosok wanita itu melihat Rinne dengan datar.pandangan tentang dirinya berubah saat melihat diri Rinne. Yah memang ia akui jika saat Rinne sudah kehilangan kesadarannya ia akan mengambil alih tubuhnya dan menikmati hidup ynag belum pernah ia rasakan diluar sana.
Namun setelah melihat Rinne dengan kehidupan masa lalunya,ia akhirnya membatalkan pikirannya untuk mengambil alih tubuh Rinne.
Walaupun begitu sosok wanita itu ingin Rinne bahagia walaupun ia harus kehilangan impiannya untuk menempati tubuh Rinne.
"Tidak semua kegelapan akan menelanmu selama kau memiliki tekad yang kuat untuk merubah semua itu"ucap sosok itu yang mulai berjalan meninggalkan Rinne.
"Daln Satu hal lagi ..." sosok wanita itu berhenti dan berbalik badan menghadap Rinne.
"Aku ada dipihakmu Sakuragi Rinne ... Jadi jika ada seseorang atau hal yang membuatmu kesulitan kau bisa datang menemuiku"ucap sosok wanita itu dengan wajah datar. Namun disela wajah datarnya itu dia tersenyum tulus kepada Rinne.seakan dia membenarkan perkataannya.
Tiba-tiba Rinne mulai melayang keudara dan menjauhi sosok wanita itu.sebelum ia kehilangan sosok wanita itu,Rinne berteriak bertanya siapa nama sosok wanita tersebut.
"Tu-tunggu Siapa namamu?"ucap Rinne.
Wanita itu tersenyum kearah Rinne dan memberitahukan namanya.
"Yangna" ucap wanita itu atau lebih tepatnya Yangna.
Rinne tidak mendengar wanita itu berbicara namun dengan membaca gerak bibir wanita itu akhirnya Rinne tahu siapa wanita itu sekarang.
Namanya adalah Yangna.
"Yangna ... Aku akan mengingatmu"ucap Rinne
Saat Rinne sudah tidak berada di tempat gelap itu lagi, Rinne mulai membuka matanya perlahan.
Apakah ia sudah didalam kamarnya lagi.namun sepertinya bukan. entah kenapa kali ini rasanya lebih mengerikan dibandingkan dengan tempat gelap dimana Yangna berada.
Rinne mulai melihat kearah sebuah dataran yang luas dipenuhi dengan pasukan Zetsu putih.
Rinne melihat banyak pasukan Zetsu tengah berdiri disana seolah tinggal menunggu sang Jendral untuk bergerak.
ia heran kenapa bnayak sekali Zetsu putih muncul disini. anehnya itu terlihat seperti sebuah koloni bukan sekelompok.
Namun anehnya di tempat tersebut ada sebuah pohon yang berdiri dengan tegak kokoh ditengah-tengah pasukan Zetsu putih tersebut.
Pohon itu bercahaya dan dikelilingi oleh kunang-kunang yang membuatnya menjadi indah.
Pemandangan tersebut tampak mengagumkan sekaligus mengerikan karena penuh dengan Zetsu putih.
Rinne ingin pergi dari tempat itu namun ia tidak tahu harus kemana.disaat itu juga pohon dan Zetsu putih tersebut tampak mulai menghitam dan menggelap.membuatnya harus berada ditempat gelap sekali lagi.
Namun Rinne sudah biasa berada ditempat gelap tersebut karena sebelumnya dia dan Yangna juga dipertemukan ditempat yang gelap dan suram.
Kini Rinne berada di tempat yang tergenang dengan air ,tempat ini memiliki hawa yang sangat aneh dan kelam.
Di sela-sela kegelapan itu Rinne melihat sesuatu yang menunggunya disana. Rinne pun segera berlari melihat sebuah sosok tersebut.
tak disangka Rinne bertemu dengan makhluk yang berasal dari pohon Shinju.makhluk yang memiliki sejarah panjang ini kini ia dapat melihatnya.
makhluk ini bisa disebut sebagai Juubi ekor sepuluh.sungguh mengerikan penampilannya dengan mata khasnya yaitu RinneSharingan.
'i-ini tidak benar'
kenapa aku harus berada di sini?
'ini mimpi,mungkin karena kelelahan aku jadi gampang berhalusinasi seperti ini' batin Rinne.
Rinne menjauh dari makhluk yang bernama Juubi tersebut.
namun saat Rinne mulai menjauh ia malah mendapati tatapan Juubi itu terhadapnya.
Rinne terpaku saat Juubi itu mulai menatapnya.
Rinne segera berlari namun langkahnya berhenti karena kakinya sudah mulai lemas berlari karena melihat makhluk besar itu.
'Kuso Sialan'
***END***
maaf yah author Hiatus dulu untuk sementara kemungkinan novel ghost reincarnation akan up bulan depan.
maaf atas ketidaknyamanannya yah(╥﹏╥)