Ghost Reincarnation

Ghost Reincarnation
Chapter 157



...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


"Aku telah mengetahui permainan


kotormu diluar sana, apa kau tidak


sadar desa-desa yang kau jarah hanya


sekedar untuk menjadikan teritorimu


telah mengalami kemiskinan bahkan


kematian!"


Luapan emosi Jin sudah mencapai


puncaknya, Jin tau semua ini


karena informasi yang di berikan


Chi Bunshin yang ia tugaskan untuk


melakukan pengembaraan.


belum lagi kejadian perang sebelumnya juga dipicu oleh Raikage ini.yang mengharuskan Uzumaki segera pergi dari desa tempatnya tinggal berada.


sementara tangan kanan Raikage ketiga yaitu Darui tengah berpikir walau bagaimanapun apa yang dilakukan oleh pemimpin mereka itu salah, namun apa boleh buat Darui tetap menghormatinya sebagai seorang Kage didesanya dan juga sebagai tangan kanannya.jadi tidak mungkin ia mengkhianati pemimpinnya ini.


Jin pun menonaktifkan Mangekyo Sharinggan miliknya dan menatap Raikage dan juga bawahannya dengan tatapan datar.


"Ini ... Aku rasa ini sudah cukup Raikage-san"ucap Jiraiya menengahi mereka berdua.


"Kami kesini,hanya ingin memberi gulungan itu,dan memastikan bahwa kau menyetujui isi didalam gulungan itu"ucap Jiraiya.


"Kau menginkan persetujuanku . Lalu bagaimana dengan pertanggungjawabanmu tentang Biju kami yang telah dirampas oleh kalian"ucap Raikage dengan marah.


"Kami akan menemukan sang pelaku utama yang membuat 2 desa menjadi berselisih seperti ini"ujar Jiraiya sambil pergi dari kantor Raikage tersebut bersama timnya.


Saat mereka sudah keluar dari kantor Raikage tersebut, Minato bertanya kepada Jiraiya dengan serius.


"Jiraiya Sensei,lalu apa yang akan kita lakukan.apakah kita akan pergi mencari pelakunya?"ucap Minato dengan ragu.


"Hmm,untuk selanjutnya sebaiknya kita mencari Sakumo,karena dia pasti tahu hal yang terjadi pada saat penculikan Biju itu terjadi"ucap Jiraya.


"Sakumo?, untuk apa kau mencarinya,bukankah ia pergi dengan gadis kecil itu untuk melatihnya?"ucap Orochimaru.


"Yah itu benar,kita membutuhkan informasi lebih rinci dari mereka,karena mereka yang saat itu berada disana"ucap Jiraiya.


Jiraiya kemudian memanggil katak kecilnya untuk melacak dimana keberadaan Rinne dan juga Sakumo berada.


Ditempat lain.


Rinne mulai melatih Chakra Senjutsu miliknya.berkat Chakra yang diberikan oleh Rikudou Sannin atau Petapa enam jalur itu membuat Rinne menjadi lebih kuat dengan memanfaatkan keberuntungan tersebut.


Rinne mengumpulka Chakra nya disatu tempat dan membentuk sebuah simbol berlian didahinya .ini mirip dengan Mode Byakugou milik Tsunade maupun Uzumaki Mito yang mereka miliki.


Setelah dirasakannya sudah cukup Rinne mulai membuka kedua kelopak matanya. Rasanya benar-benar sangat hangat dan nyaman.


Krukk. Kruuuk..


Bunyi perut yang sedari lapar dari tadi, Rinne segera menemui Sakumo agar memberinya makan untuk mengembalikan rasa lelahnya.begitulah cara Rinne untuk menghadapi rasa lelahnya dengan makan sebanyak-banyaknya.


" Sensei.. aku lapar, cepat beri aku makan,aku sudah menyelesaikan pelatihanku"ucap Rinne sambil menatap Sakumo yang tengah menganalisis dokumen di tangannnya.


"Maaf Rinne aku sibuk, lagi pula kau sudah menghabiskan setengah gajiku untuk membeli ramen untuk mu dua hari yang lalu.apa kau ingat itu"ucap Sakumo sedih sambil menatap dompetnya yang menipis dan mengeluarkan asap.


"Bukankah semalam kau baru saja membeli ramen yang banyak itu,kalau begitu makan itu saja"ucap Sakumo enteng.


"Emm ,hehheheh. Itu sebenarnya semuanya sudah habis .habisnya ramen adalah yang terbaik"ucap Rinne sambil memuja ramen dengan tatapan mendewakan.


"Haah kalau begitu aku menyarankanmu untuk makan gratis disini"ucap Sakumo tersenyum.


"Hah gratis ?"ucap Rinne gembira dengan kata gratis.


Sakumo mulai mengambil peralatan seperti pancing dan juga sebuah ember untuk diberikan kepada Rinne.


"Mana?! mana gratis? aku menginginkannya"ucap Rinne Antusias .


Sakumo kemudian meletakkan peralatan tersebut dihadapan Rinne


"Apa maksudnya semua ini,dimana makanan gratisku Sensei"tanya Rinne yang kebingungan dengan semua peralatan yang diberikan oleh Sakumo.


"Ini.kau akan pergi memancing dibelakang mansion ini ada sebuah sungai,jadi kau bisa menangkapnya secara gratiskan?!"ucap Sakumo dengan enteng.


"Sensei?! Mou Sensei gak peka?!"ucap Rinne kesal sembari membawa peralatan tersebut untuk memancing.walau ia kesal dengan ucapan Sakumo namun ia tetap mengambil alat pancing beserta ember itu ke sungai dibelakang mansion untuk memancing.


"Lah ada apa dengan anak itu,kan yang kubilang barusan itu wajar, jika mau makan gratis harus memancing sendiri"pikir Sakumo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan heran.


"Huh.. tak apa kalian para ikan sebaiknya jangan sampai tertangkapku,jika tidak kalian akan menjadi makananku,khukhukhuk"tawa Rinne seperti kerasukan iblis.


Sudah sejam lebih Rinne menunggu para ikan itu agar memakan umpan yg diberi Rinne.namun tidak ada umpan yang berhasil menangkapnya.


"Tcih kesabaranku sudah habis.jika begini aku akan mati kelaparan,oh iyah kenapa aku tidak menggunakan Jutsu saja"ucap Rinne segera membuang peralatan tidak berguna tersebut.


"Huh jika tahu begini aku langsung memakai Jutsu saja"ucap Rinne yang segera melepas pakaiannya dan masuk kedalam sungai tersebut.


Kini Rinne hanya memakai crop top dan celana pendek berwarna hitam.lalu ia mulai masuk kedalam sungai tersebut.dia berdiri didalam sungai yang hanya sebatas pinggangnya saja.


Tanpa aba-aba Rinne mulai mengkonsentrasikan chakranya dan mulai membentuk Jutsu air miliknya.


Seketika air sungai yang hanya sebatas pingganggnya tersebut mendadak menyusut keatas dan menjatuhkan banyak ikan yang menggelepar didasar sungai karena tidak mendapatkan air.


Rinne begitu senang,lalu ia menyuruh chi Bunshinnya yang lain untuk memungut ikan-ikan yang terdampar didasar sungai tersebut.


Setelah memungutnya melalui chi Bunshinnya Rinne mendapatkan jackpot lumayan besar yaitu dua ember ikan yang masih segar.


Rinne segera membawa dua ember itu kedalam mansion untuk dimasak karena ia sudah lapar.


Rinne pun segera memasak didapur mansion tersebut.dia memasak serba berhidangkan ikan yang didapatkannya disungai dibelakang mansion tersebut.


Bermacam-macam masakan yang Rinne buat dari ikan yang di dapatkannya.setelah menghidangkan seluruh makanan yang terbuat dari ikan tersebut kemeja makan,ia memanggil Sakumo untuk makan bersama-sama.


Rinne segera menuju keruangan sakumo berada. Saat ia membuka pintu ruangan kamar milik Sakumo,ia melihat Sakumo dengan serius membaca dokumen di atas mejanya dengan seksama.


"Sakumo sensei?!"ucap Rinne dengan senyum sumringah.


"Hnggh"ucap sakumo sambil menatap rinne sebentar lalu kembali membaca dokumen miliknya.


"Ada apa kau kemari?"ucapnya lagi.


"Ayo kita makan bersama ,aku sudah memasak ikan yang kudapatkan sebelumnya di sungai dibelakang mansion"ucap Rinne.


"Oh iyah,kau berhasil memancingnya?"


"Aku kira kau sangat tidak sabar melakukan itu?"ucap Sakumo sambil meremehkan Rinne.


"Hngg,walaupun kau memberikan peralatan tidak berguna itu kepadaku namun aku bisa mendapatkannya sendiri,tapi tentu saja itu karena jutsuku"ucap Rinne bangga dengan hasil capaiannya.


"Pffft... Iyah kau sudah berusaha,Tapi sebaiknya kau saja yg makan.aku tidak usah karena kau yang sudah bersusah payah"ucap sakumo sambil mengelus kepala milik Rinne.


"Hmph kau tahu aku sudah susah payah mendapatkannya kenapa kau tidak ikut makan,aku sendiri yang memasaknya ,bahkan sensei tidak menghargai usaha dan niatku.yah walaupun makanannya tidak seberapa namun kan itu tetap usahaku?!"ucap Rinne sambil mengeluarkan mata yang berkaca-kaca seperti anak anjing.


Tak tega dengan tatapan gadis tersebut,ia pasrah karena tak tega menyakiti perasaan gadis kecil tersebut.


"Ahhh,iyah aku kalah."ucap sakumo.


"Yeay,kau bisa memberiku nilai sebagai chef penilai makananku sakumo sensei"ucap Rinne sambil tersenyum senang.


Mereka pun menuju meja makan tersebut.saat mendekati meja makan tersebut Sakumo melongo dengan wajah yang linglung karena banyak sekali makanan yang terpampang dimeja makan tersebut,ini tak seperti bayangan yang dipikirkannya,bahkan ini terlihat mewah seperti orang yang sedang mengadakan acara besar-besaran.


'ini yang dibilangnya tak seberapa itukah?!?'batin sakumo menangis.


'jika ini tidak seberapa lalu yang seberapa itu seperti apa'batin sakumo melihat semua makanan yang dimasak oleh Rinne.


"Ini kau sendiri yang membuatnya?!"ucap Sakumo kepada Rinne.


"Hng,silahkan dicoba sensei"ucap Rinne.


Dikehidupan sebelumnya Rinne hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk memasak untuk dirinya sendiri. Karena ia adalah anak yatim piatu setelah ditinggalkan oleh kedua orangtuanya ia memutuskan untuk mandiri. Jadi hal seperti memasak dan yang lainnya terasa sudah biasa baginya untuk melakukan itu.


"Itadikamasu"


Mereka pun mulai makan bersama.


"Hemm,ini enak sekali?! Dari mana kau belajar memasak seenak ini Rinne Chan?"ucap Sakumo sambil mengambil beberapa potong ikan tersebut.


"Sebelumnya aku adalah seorang yatim-piatu jadi aku bertekad untuk mandiri karena aku tidak memiliki ayah dan ibu. Jadi aku mulai belajar memasak dan hal2 lainnya."ucap Rinne dengan nada sedihnya.


Sakumo yang melihatnya sedih lantas mengusap kepala Rinne dengan hangat.


"Jangan bersedih. Setiap yang memiliki nyawa pasti merasakan pahitnya hidup,jangan terlalu dipikirkan.bukankah ada kami disini disisimu?"ucap Sakumo sambil menatap wajah Rinne.


"Emh ,itu benar.aku tidak akan merasa kesepian lagi?"ucap Rinne sambil tersenyum.


'Aku cukup bahagia disini, dibandingkan dikehidupan ku sebelumnya.disini aku mengenal orang-orang yang baik yang tulus mengulurkan tangannya kepadaku'batin Rinne.


Setelah menghabiskan semua makanannya, Rinne meminta izin kepada Sakumo untuk berjalan jalan didesa tersebut.


"Sensei ,aku izin pergi berkeliling didesa ini?!"ucap Rinne.


"Juga katanya bagus untuk berjalan-jalan ketika perut sudah terasa kenyang supaya mudah dicerna?!"ucap Rinne sambil melihat kearah perutnya yang sudah buncit karena kebanyakan makan.


"Haihhh baiklah kalau begitu,tapi selalu berhati-hatilah.karena bisa saja musuh yang sangat kuat muncul disini,apalagi kau yang memiliki Keke genkai yang langka disini?"ucap Sakumo sambil memperingati Rinne.


"Ha'i Sensei ... Lagupula tidak ada orang yang paling membahayakan disini,kau tahu kekuatanku kan Sensei,jadi kurasa itu tidak mungkin ada orang kuat disini,kecuali Klan Uchiha?!"ucap Rinne.


Sakumo hanya menghela nafas saat mendengar perkataan Rinne. Yah memang benar apa yang dikatakan Rinne itu memang apa adanya.klan yang paling berbahaya mungkin itu adalah Klan Uchiha yang paling normal disini.sementara itu Rinne juga memiliki Wood Style yang sama seperti Hashirama Senju sang shodaime pertama tersebut.


_MINAL AIDIN WAL FAIZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YAH PARA READERS🙏🙏_


Maaf kelamaan Upnya yah ,Author juga sangat sibuk akhir-akhir ini dengan pekerjaan Author. yah mohon dimaafkan karena setiap yang memiliki nyawa pasti merasakan pahit dan lelahnya hidup nih 😴😫