
Happy Reading
Jin dan Minato menatap satu sama lain saat mendengar Jiraiya mengatakan sebuah misi.
Ini tidak biasanya Jiraiya datang terburu-buru mengenai sebuah misi. Misi ini mungkin sangat penting karena dia sangat panik dan terkesan buru-buru.
"Ah Sensei misi apa yang akan kita lakukan?"ucap Minato.
"Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan sekarang. Kita akan bertemu di ruangan Hokage jika kalian sudah menyiapkan barang-barang kalian"ucap Jiraiya sambil bersunshin pergi meninggalkan mereka.
"Ini terlalu mendadak, Jiraiya Sensei tidak mengatakan sepatah katapun."ucap Minato
"Sebaiknya kita cepat berkemas sebelum kita terlambat"ucap Jin.
"Wah aniki sepertinya misimu ini sangat penting.belum lama ini kalian menjalankan misi sudah diberi misi lagi.Sugoii aniki"ucap Ryu kagum dengan mata berbinar binar.
Mereka sekarang sudah sangat penting bagi desa sehingga mereka diperlukan disaat-saat yang penting.itu karena mereka sangat kuat.
"Ini tidak seperti yang kau pikir Ryu.jadi lebih baik banyak belajarlah apa yang kau pelajari dariku sebelumnya"ucap Jin kepada adiknya.
Mereka mempersiapkannya lebih cepat dari yang dipikir.tapi sebelum Jin kekantor hokage untuk menemui Jiraiya dan lainnya , Jin memastikan sesuatu.
Ia pergi kesebuah komplek Uzumaki dan memastikan seseorang baik-baik saja.
Saat Jin melihat anak kecil berambut merah sedang bermain dengan teman-temannya , Jin berpikir bahwa semuanya masih belum selesai karena masih ada beberapa hal yang belum diselesaikan.
'Nagato ,aku berpikir jika membawamu ketempat aman kemungkinan yang akan terjadi tidak separah yang aku pikirkan. Ternyata aku salah . Diriku dimasa lalu tidak akan mudah menyerah begitu saja dan anak itu (Ken) aku yakin ia sudah berhasil disabotase pikirannya.' batin Jin Uchiha
Saat ia pergi meninggalkan tempat itu,anak itu merasa bahwa seseorang sedang menatapnya.ia yakin bahwa ia sedang ditatap seseorang namun ia melihat sekeliling tidak menemukannya.
Ditempat lain Minato mulai bersiap berkemas dan segera pergi menuju kantor hokage.
Saat diperjalanan ia tak sengaja bertemu dengan Kushina di perempatan jalan.Kushina berjalan mendekatinya dan menyapanya.
"Oh Minato,lama tidak bertemu?"ucap Kushina.
"Oh hai Kushina"ucap Minato terburu-buru
"Kenapa kau terlihat tergesa-gesa seperti itu Minato.apakah ada hal yang membuatmu tidak nyaman?"
"Ahh sebenarnya aku ada misi mendadak dari Jiraiya Sensei. Kurasa Jin sudah menungguku.maaf Kushina aku tidak bisa lama-lama karena mereka sudah menungguku"ucap Minato pamit kepada Kushina dan pergi meninggalkannya.
"Misi?"
"Yah kuharap semuanya baik-baik saja"ucap Kushina sambil pergi berjalan menatap langit.
"Kapan kau akan pulang Rinne? Aku kesepian tidak ada dirimu"ucap Kushina.
Tiba tiba terdengar suara berat dari dalam tubuhnya dan mulai berbicara.
"Khukukhu Kenapa nadamu sangat sedih seperti ditinggalkan saja"ucap Kurama dari balik jerujinya sambil memandangi hutan yang dibuat Rinne saat dimateraikan.
"Sigh .. Apakah kau juga tidak merindukannya?"ucap Kushina menatap ketubuhnya.
"Aku tidak merindukannya.siapa juga yang rindu dengan gadis kecil yang nakal sepertinya. Hanya saja aku bosan tidak ada hal yang baru.dia selalu menciptakan hal-hal yang aneh menurutku.
"Heheh bilang saja kau juga merindukannya.tidak perlu beralasan denganku"ucap Kushina tertawa.
"Ckckck terserah kau bilang apa"ucap Kurama sambil menikmati pepohonan disekelilingnya.
****
Ditempat lain seorang kakek tua menyiapkan sebuah gulungan kepada Jiraiya.tak lama datanglah kedua murid Jiraiya karena sudah mempersiapkan barang-barangnya.
Tok tok tok
"Masuk"ucap hokage ketiga
Mereka masuk dan melihat bahwa Jiraiya sudah berada disana.
"Sensei sebelumnya misi apa yang akan kita lakukan?"tanya Minato karrna sudah penasaran dengan misinya.
"Baru baru ini terjadi penyerangan terhadap ninja Kumogakure yang menyebabkan salah satu Jinchuriki milik mereka tertangkap dan diekstarsi keluar oleh orang tak dikenal"ucap Hokage ketiga dengan serius.
"Lalu tuan hokage?"ucap Minato.
"Masalahnya disini mereka mengatakan bahwa penjahatnya memiliki mata khas yang hanya dimiliki oleh desa Konoha yaitu Sharingan."
"Apakah mereka berpikir bahwa kita yang memulai penyerangan itu?"ucap Minato.
Minato adalah orang yang cepat tanggap dengan sesuatu hal.
"Yah seperti yang kau bilang Minato ,mereka mengira kita berkonspirasi dan membalas dendam dengan cara mengambil biju mereka karena perang yang terjadi lima bulan yang lalu."ucap hokage ketiga membalikkan kursinya ke depan jendela dan menatap langit yang mulai berwarna oranye.
"Sensei tahu dari mana kabar ini?"ucap Jiraiya.
"Aku mendapat kabar saat Sakumo memberikan gulungan perjanjian kepada kelima desa karena peperangan yang terjadi sebelumnya".
"Itu sebabnya aku ingin kalian menemukan pelakunya dan berikan gulungan ini kepada Raikage disana"ucap hokage ketiga.
"Kalian tidak pergi sendiri Tsunade dan Orochimaru akan menemani kalian."
"Tapi sensei aku tidak yakin Raikage menerima gulungan ini karrna wataknya yang tidak murah hati itu menerima pesan ini.apalagi saat tahu bahwa Jinchuriki nya mati akibat diekstraksi keluar oleh orang yang memiliki Sharingan.aku yakin 100% bahwa ini tidak akan berjalan dengan lancar"ucap Jiraiya meyakinkan.
"Aku tahu itu makanya aku menambahkan dua orang dalam tim kalian"ucap Hokage ketiga.
"Jadi bagaimana dengan Rinne saat ini tuan Hokage?"ucap Minato.
"Hem. Dia baik-baik saja untuk saat ini.dia bersama Sakumo pergi kedesa lain dan mencari penginapan disana."ucap Hokage ketiga.
"Apa seperti itu saja.aku tidak yakin pribadi seperti Rinne yang tidak akan ikut campur dalam hal apapun?"ucap Minato.
"Sepertinya kai mengenal teman timmu lebih baik Minato"ucap Jiraiya.
"Yah walaupun dia awalnya ingin membantu Kumogakure namun Sakumo melarangnya karna itu bukan hak mereka mencampuri urusan desa lain"ucap Hokage Ketiga
"Baiklah sensei kami pamit terlebih dahulu"ucap hokage ketiga.
Saat mereka meninggalkan hokage ketiga sendirian Jin berdiam ditempatnya.
"Apa kau masih punya pertanyaan Uchiha Muda?"ucap Hokage Ketiga
"Anda pasti sudah menduganya bukan?"ucap Jin
"Aku sudah menduganya tapi tidak yakin. Dengar Jin ,aku tidak tahu harus apa ,kau harus bisa membawanya pulang kembali.itu bukanlah hanya permintaanku namun juga permintaan dari keluarganya"ucap Hokage Ketiga
"Aku tidak yakin , tapi aku akan berusaha semampuku untuk membawanya pulang kembali bersamaku"ucap Jin sambil pergi meninggalkan Hokage Ketiga diruangannya sendirian.
"Aku harap kau bisa Jin Uchiha"ucap Hokage Ketiga sambil menghembuskan asap pipa rokok ke udara.
Di perjalanan Jiraiya menemui Tsunade dan Orochimaru menunggu mereka didepan gerbang Konoha.
Kali ini mereka pergi berlima dalam satu tim dan misi yang sama.
"Hoii lama tidak jumpa"ucap Jiraiya sambil menyapa kedua orang teman setimnya dulu.tidak disangka mereka akan kembali sebagi tim yang sama pula.
Tsunade tersenyum dan lama-kelamaan senyumannya berubah menjadi iblis.
"Kau dan timmu sangat lama dasar Jiraiya"ucap Tsunade sambil meregangkan kedua tangannya dan menekuknya sehingga mengeluarkan suara gemerutuk yang membuat siapa saja takut dengannya.
'glug' dia sangat menakutkan mirip seseorang kalo marah' batin Minato yang mengingatkannya dengan Kushina dan Rinne.
"Wanita ini dan Rinne memiliki perbedaan yang sangat mirip.kuharap Rinne bukanlah orang Delusional sepertinya ini"pikir Jin Uchiha.
"Ha'i ² gomene Tsuna.tadi kami keruangan Sensei sebelum kemari"ucap Jiraiya menjelaskan sebelum giginya copot akibat pukulan Tsunade.
"Hemmph. Apakah orang tua itu memberikan sesuatu yang aneh lagi?"ucap Tsunade.
"tidak ada.hanya sebuah gulungan untuk diberikan kepada Raikage Ketiga"ucap Jiraiya.
_MADARA UCHIHA _
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 👣 KALAU TIDAK .....