Ghost Reincarnation

Ghost Reincarnation
chapter 126



Happy Reading


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Flashback


Rinne berjalan menuju kantor Hokage setelah dari kedai Ramen Ichiraku. Ia menatap pintu ruangan tersebut dan menghela nafas sebentar sebelum akhirnya mengetuknya.


Tokk.tok.tok.


"Masuk"suara seseorang dari dalam.


Rinne membuka pintu dan berjalan kearah Sandaime Hokage.


"Oh Rinne Chan ... Ada apa kau kemari? Bukankah seharusnya kau istirahat dirumah?"tanya Hokage Ketiga kepada Rinne.


"Ahh Iyah seharusnya begitu Hokage-jiji ... Namun ada sesuatu yang ingin ku katakan. Tapi sepertinya lebih tepatnya sebuah permintaan"ucap Rinne panjang kali lebar.


Hokage Ketiga yang mendengar penuturan dari gadis kecil dihadapannya segera menatapnya.


"Apa itu Rinne chan?"tanya Hokage Ketiga.


"Emmm begini Hokage-jiji ... Aku ingin berlatih di luar desa. Ah lebih tepatnya berkelana keluar desa untuk meningkatkan kemampuanku"ucap Rinne sambil menatap wajah yang tua itu.


"Hem... Kenapa kau ingin pergi keluar desa kalau hanya ingin berlatih? Bukankah sama saja jika kau berlatih di sini?"tanya Hokage Ketiga menatap Rinne dengan penasaran permintaannya.


"Alasanku sederhana Hokage-jiji ... Selain untuk berlatih aku juga ingin membantu orang-orang disana yang masih terkena dampak peperangan"


"Hem yah begitulah ... Makanya aku menginginkan izin darimu Hokage-jiji"ucap Rinne.


"Apakah kau yakin tentang ini ... Bagaimana dengan Jiraiya? Apakah kau sudah memberi tahunya?"tanya Sandaime Hokage Ketiga kepada Rinne.


"Soal itu ..."ucapan Rinne berhenti ketika seseorang datang melalui jendela kantor hokage secara tiba-tiba.


"Rinn Chan apakah kau ingin pergi? ... Aku tidak ingin kehilanganmu.kau tahu tanpamu aku sama seperti pungguk yang merindukan bulan"ucap Jiraiya sambil memeluk Rinne dengan kuat sesekali menangis Bombay.


Sementara Rinne dan Hokage Ketiga sweetdrop mendengar ocehan Jiraiya tarlebih tindakannya yang tidak mencerminkan seorang Guru dan Sannin.


"Jiraiya sensei aku belum mati ... Jadi lepaskan aku?"ucap Rinne sambil melepaskan pelukan dari senseinya.


"Tapi kau akan pergi bukan? Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu? Bukankah berbahaya bagi dirimu jika pergi kesana sendirian?"ucap Jiraiya


"Haaaaahhh"


'ini pasti akan sulit'batin Rinne.


"Errrr ... Tenanglah sensei. Aku akan baik-baik saja.lihat bahkan aku bisa lari dari makhluk hitam itu bukan?"ucap Rinne menjelaskan.


"Aku hanya ingin memiliki pengalaman diluar sana. Lagi pula jika aku berada di sana aku bisa memata-matai desa lain bukan?"


"Anggap saja jika aku melakukan misi pengintaian .. sensei tidak perlu mengkhawatirkan ku."


"Bukankah aku adalah muridmu? Kau tahu aku juga mewarisi Mokuton kan sensei. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan diriku?"ucap Rinne.


"Jika ada seseorang ingin menyakitiku ... Aku akan mengikatnya dibatang pohon"ucap rinne sambil membuat sulur tanaman kecil dilengannya.


"Jadi boleh yah Jiraiya sensei dan Hokage-jiji?"ucap Rinne memohon sambil mengeluarkan puppy eyes nya.


"Emmhhh bagaimana yah"ucap hokage ketiga sambil memijit pangkal hidungnya yg sakit.


"Haaah baiklah ku izinkan. Tapi ....


Aku tidak bisa membiarkanmu pergi seorang diri Rinne Chan harus ada seseorang yang akan menemanimu"ucap Hokage Ketiga.


"Eeeh t-tapi Hokage-jiji ?"ucap Rinne menyela.


"Yah itu syaratnya Rinne Chan. Aku tidak bisa membiarkanmu seorang gadis kecil pergi sendirian keluar desa. Itu sangat berbahaya terlebih kau memiliki Kekei Genkai yang hanya dimiliki oleh Hashirama Senju." Ucap Sandaime Hokage.


"Tapi siapa?"ucap Jiraiya.


_TINGGALKAN JEJAK READERS GHOST REINCARNATION _