Ghost Reincarnation

Ghost Reincarnation
chapter 131



Happy Reading


.


.


.


.


.


.


.


"Owh iyah... Mengenai perjalananmu aku sudah memperhitungkannya bahwa selain membawamu berlatih di luar desa,aku juga akan memberimu misi"ucap Hokage Ketiga sambil melemparkan sebuah gulungan kepada Sakumo yang berisi misinya nanti.


Rinne yang melihat itu penasaran dan akhirnya bertanya.


"Misi?"


"Ahh apakah itu isinya seperti mendapatkan jackpot yang hebat"ucap Rinne berbinar.


"Beri tahu aku... Dan aku akan melakukannya"ucap Rinne semangat.


Bukannya jawaban yang didapatkannya melainkan sebuah pukulan sedang yang diarahkan kekepala Rinne oleh Sakumo.


'Duagh'


"Ini bukan permainan gadis nakal ... Dan kau tidak perlu tahu menahu mengenai hal ini"ucap Sakumo.


"T-tapi bukankah aku sudah Chunnin?,bagaimana bisa aku tidak dapat mengetahui apa misinya?"ucap Rinne sambil menatap Jiraiya dan teman-temannya untuk meminta penjelasan.


Rinne beralih ke Hokage Ketiga saat ingin meminta jawaban kepadanya.yang ditatap malah menjadi canggung dengan keringat sebesar biji jagung.


"Emh itu Rinne chan... Kau tahu waktu kau diculik oleh makhluk aneh itu?"ucap Jiraiya.


"Emh yah kenapa dengan itu Sensei?"ucap Rinne heran apa hubungannya makhluk Zetsu itu dengan menjadi Chunnin.


"Pada saat itu kau diculik sama makhluk itu.lantas kami langsung mulai mencarimu dan menghentikan ujian chunnin."


"karena mencarimu yang sangat membutuhkan waktu maka kami memutuskan bahwa pemenangnya adalah Jin."


"Jin dan Minato akhirnya telah disepakati bahwa mereka lulus ujian Chunnin sementara kau tidak karena kau menghilang pada saat itu."


"Kami akhirnya setuju bahwa kau akan mengikuti ujian Chunnin lagi setelah kau kembali ke Konoha"ucap Jiraiya menjelaskan panjang kali lebar.


"Apa?"teriak Rinne terkejut dengan semua informasi yang diberikan oleh senseinya.


"Jadi aku benar-benar tidak diluluskan?"ucap Rinne sambil menunjuk dirinya sendiri dan melihat ka arah mereka semua.


Mereka yang melihat Rinne menatap mereka hanya mengganggukkan kepalanya pertanda bahwa apa yang didengarnya adalah kebenaran.


"Apakah itu berarti aku masih seorang Genin?"ucap Rinne melihat teman-temannya.


"Emhh yah sepertinya begitu... Tapi jangan khawatir kau pasti akan bisa melampaui kami semua Rinne"ucap Minato sambil tertawa canggung kearah Rinne.


"Tidak mungkin"ucap Rinne tertunduk lesu.


"Tapi satu hal..."ucap Rinne berhenti membuat mereka menatapnya.


"Jika aku tidak lulus" sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Lalu bagaimana dengan dia?"tunjuk Jin a.k.a Madara.


"Bukankah kami bertanding satu sama lain. Juga hasilnya belum diketahui kan?"ucap Rinne menggebu-gebu tanda tak terima.


"Uchiha ini bahkan tidak lebih baik dariku bagaimana bisa dia lulus dan aku tidak"balas Rinne sambil menunjuk Jin.


Jin yang mendengar lontaran itu menjadi kesal karenanya.' tidak lebih baik' apa maksudnya dia bilang seperti itu.


"Souka .."ucap Rinne pundung.


'Tap'


"Jangan khawatir Rinne... Cepatlah kembali dan tunjukkan kepada kami bahwa kau layak menjadi Chunnin"ucap Jiraiya menepuk pundak Rinne.


"Yah itu ide bagus Rinne-chan mungkin saat kau kembali kau sudah kuat bahkan melebihi kita semua yang ada di sini"ucap Minato memberi semangat kepada Rinne.


"Haaah baiklah kalau begitu"ucap Rinne pasrah.


"Kalau begitu kami pamit dulu Sandaime-sama"ucap Sakumo.


Hokage Ketiga hanya mengganggukkan kepalanya menunjukkan bahwa ia menyetujuinya.


Sakumo pun mulai menarik tangan gadis kecil itu membawanya pergi.Jin , Minato dan juga Jiraiya juga tak luput untuk mengantarkan mereka ke depan pintu gerbang masuk Konoha.


Saat mereka tengah di gerbang masuk pintu Konoha mereka memberikan sedikit sepatah dua patah perkataan mereka kepada Rinne.


"Cepatlah kembali supaya kita berempat bisa melakukan misi bersama"ucap Jiraiya menepuk pundak Rinne.


"Iyah Rinne.saat kau kembali aku yakin kau akan menjadi lebih kuat dan pastinya aku juga tidak akan ketinggalan olehmu"ucap Minato antusias.


"Pftttt heheheh.. baiklah Minato kuharap kalian juga akan semakin kuat"ucap Rinne sambil tersenyum.


"Kuharap kau tidak mengecewakanku Rinne."ujar Jin a.k.a Madara.


Rinne menatap Jin seolah-olah sedang menantangnya.yah kau tahu bagaimana reaksi Rinne jika ditantang seperti itu.ibarat seperti api yang disiram bensin yang langsung berkobar.


"Aku pasti tidak akan mengecewakanmu tuan U.C.H.I.H.A"ucap Rinne sambil mengeja nama klannya.


"Oh yah Minato. Aku ingin meminta satu hal kepadamu sebelum aku pergi?"ucap Rinne menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Hem apa itu?"ucap Minato kebingungan.soalnya Rinne jarang bahkan tidak pernah meminta kepada siapapun termasuk dirinya.jadi ini kali pertama baginya meminta sesuatu kepadanya.


"Emhh yah aku hanya ingin kau menjaga Kushina untukku.jadilah temannya disini bersamanya karena dia pasti membutuhkan teman saat aku pergi nanti.juga berikan gulungan ini padanya"ucap Rinne sambil memberikan gulungan kepada Minato agar dapat diberikan oleh Kushina.


"Berjanjilah untukku Minato?"ucap Rinne sambil meletakkan kedua lengannya di pinggangnya seraya mencondongkan tubuhnya kearah Minato.


"E-Ehh tapi kenapa harus aku?"ucap Minato yang mengeluarkan semburat dipipinya.


Kalau masalah memberikan gulungan ini kepada Kushina itu tidak masalah.tapi 'menjaganya' kenapa harus dia? Pikir Minato.


"Hem kalau itu yah ... karena takdir"ucap Rinne sambil memelankan suaranya saat menyebutkan kata diakhir kalimatnya.namun itu masih bisa didengar oleh Minato.


"Hah apa maksudmu Rinne?"ucap Minato tersipu dengan ucapan Rinne barusan yang diakhir kalimatnya.


"Ahh tidak bukan apa-apa Minato."


"Itu kau tahukan tidak mungkinkan aku memintanya kepada Jin. Yah kau tahulah bagaimana sikapnya itu.mungkin Kushina akan tidak sangat nyaman jika berada didekatnya"ucap Rinne sambil membisikkan kata-katanya kepada Minato.


Sementara Jin yang tidak terlalu mendengar percakapannya Minato dan Rinne tanda tanya? Apa yang mereka bicarakan?kenapa harus berbisik seperti itu?batin Jin memandang datar mereka berdua.


Seolah Minato mengerti apa yang diucapkan oleh Rinne diapun akhirnya menganggukkan kepalanya.


"Hem yah baiklah aku akan melakukannya"ucap Minato menutup matanya dengan garis semburat dipipinya.


"Nah gitu,ini baru Minato yang kukenal"ucap Rinne tertawa sambil memukul punggungnya lumayan kuat.


"Sudah-sudah kita akan pergi secepatnya"ucap Sakumo sambil menarik lengan kanannya Rinne.


"E-Ehh ahhh baiklah semuanya aku pergi dulu. Jin jangan merindukanku yah"ucap Rinne sambil melambaikan lengannya.


Twitch 💢💢 muncul perempatan dikepala Jin.'merindukannya yang benar saja'dasar gadis kecil.batin Jin menatap kepergiannya.


Setelah mereka bertiga melihat Rinne dan Sakumo mulai menjauh dari pandangannya,mereka segera kembali ke rumahnya masing-masing.


END