
Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
.
Dilain tempat seorang gadis kecil tengah berpikir bagaimana melewati Kuchiyose tersebut dan mengambil lonceng yang berada di tubuh senseinya. Yah siapa lagi kalau bukan rinne.
Rinne pun mengambil ancang-ancang dan mulai menyerang Kuchiyose milik jiraiya tersebut.dia merapalkan segel
Doton ; Doryu Taiga.!
Seketika tempat berpijaknya Kuchiyose milik Jiraya berubah menjadi kolam lumpur yang membuatnya kehilangan keseimbangan.
"Heii Jiraiya,bukankah muridmu ini masih genin,kenapa dia bisa menggunakan jurus yang belum pernah dipelajarinya di akademi"tanya gamabunta heran yang melihat rinne mengeluarkan jutsunya.
"Entahlah aku juga tidak tau"ucap jiraya terheran-heran.
Lantas tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut Minato mulai membentuk Rasengan kearah jiraiya dan membuat Jiraiya harus menghindari jurus milik muridnya itu.
Sementara jin dan rinne mengkode satu sama lain untuk memojokkan senseinya itu.merekapun membuat jurusnya masing-masing dan merapalkan segel disaat bersamaan.
Katon ; Goukakyuu No Jutsu
Futon:daitoppa!.
Ucap jin dan rinne bersamaan.jiraiya yang mengetahui gabungan jurus rinne dan jin mendecakkan lidah kesal ,karena perpaduan Katon dan futon yang membuat api yang dihasilkan jin bertambah dua kali dahsyat.
Doton :Doryu joheki.
Seketika muncul benteng tanah sebesar Kuchiyose milik Jiraya yang mengepung dirinya serta Kuchiyosenya
'sial aku tidak bisa menghindar'ucap jiraiya yang tengah melihat kerja sama tim mereka bertiga.ternyata ia tidak bisa meremehkan mereka bertiga saat ini.
sementara Kuchiyose milik jiraiya yang terpojok oleh ketiga bocah itu hanya tersenyum. 'heh menarik'batin gamabunta yang menatap ketiga bocah tersebut.tak diragukan lagi walaupun mereka masih kecil namun kemampuan mereka setingkat chunnin.
Rinne yang mengetahui bahwa Jiraiya kehilangan kendali dan fokusnya yang sedang melawan bola api dahsyat jin serta Kuchiyose miliknya yang terjebak di kolam lumpur yang sebelumnya dibuat olehnya tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Rinne pun diam-diam mendekati Jiraiya tanpa sepengetahuan senseinya dan melemparkan kunainya ke arah lonceng yang di tubuh Jiraiya dan seketika...
Tap ... Lonceng tersebut terlepas dari tali ikatannya dan seketika rinne bershunshin untuk mengambil kedua lonceng tersebut.
Yahh mereka berhasil mendapatkan kedua lonceng tersebut.rinne yang mendapatkan nya pun tersenyum dan berkumpul dengan kedua temannya...
"Hehehe,kami berhasil sensei... Lihat ini"ucap rinne tersenyum kemenangan sambil mengeluarkan kedua lonceng tersebut dan menunjukkannya kepada senseinya.
Jiraiya pun yang mencoba meraba lonceng tersebut dan mendapati bahwa lonceng tersebut putus dari pengikatnya,melihat kearah mereka bertiga dan berkata ...
"Haaahh,bagaimana bisa kalian mengambil lonceng ini,jelaskan dan jangan tinggalkan hal sedetail pun"ujar Jiraiya menatap ketiga orang anak ini antusias.
"Ini semua sebenarnya adalah idenya Minato sensei"ucap rinne dan diangguki oleh jin a.k.a madara.jin tahu bahwa anak ini memang memiliki kecerdasan diatas rata-rata semua orang dan juga adalah salah satu orang yang harus diberi perhatian kepadanya.
"Tidak juga,ini berhasil karena kalian berdua juga kok,rencana ini tidak akan berhasil tanpa bantuan kalian"ucap Minato yang tidak suka pamer kepada orang lain.
"Jangan begitu Minato,ini semua adalah rencanamu,jika bukan rencanamu ini semua tidak berhasil"kali ini jin yang berucap panjang kali lebar membuat semua orang menatap kepadanya dan membatin
'ternyata seorang uchiha bisa juga berbicara panjang dan memuji seseorang yah'ucap rinne dan Jiraiya.
Sementara Minato menghela nafas bahwa memang ia yang merencanakan ini,bukan maksud pamer tapi ia hanya tak mau dilebih-lebihkan oleh orang lain.ia memang tak menyukai sifat pamer tapi mau bagaimana lagi mereka tetap saja memujinya.mau tak mau ia harus menjelaskannya kepada senseinya itu.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH READERS ....
TERUS DUKUNG AUTHOR OCAYYY...