
Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
"Kuharap di kehidupan selanjutnya kau akan menjadi orang baik" pikir Rinne.
setelah memakamkan tubuh Kakuzu yang tersisa , Rinne kembali ke tempat latihannya sebelum Sakumo menyadarinya.
*****
Skip
Sesampainya di tepi sungai Jin duduk ditepi sungai mengambil botol kecil dalam tasnya dan membuka tutup botol itu sebelum memakan pil Tentara tersebut.
Ia menuangkan pil tersebut ke telapak tangannya lalu memakannya dan mencoba berkonsentrasi untuk memulihkan chakranya yang terkuras akibat pertempuran nya dengan Kakuzu.
setelah beberapa saat ,ia membuka matanya dan melihat bahwa tubuhnya dibanjiri oleh keringat. ia kemudian membuka pakaiannya dan menenggelamkan dirinya didalam sungai yang mengalir.
setelah beberapa saat ia beranjak dari sungai dan mulai berpakaian kembali.bangkit berdiri ia mengenakan pakaiannya dan segera berangkat kembali kekonoha dengan membawa Kepala Kakuzu untuk diserahkan kepada petugas untuk ditukarkan dengan uang.
saat ia hendak kembali ke konoha tiba-tiba dia teringat dengan pertarungannya dengan Kakuzu.
'Satu-satunya yang memberiku kesulitan adalah topengnya'untung itu adalah teknik dimana ia harus menghindari setiap pergerakan topeng itu saja.
Kecuali jika itu adalah topeng kilat kemungkinan aku akan sangat kewalahan melawannya.
"Sangat Menyebalkan saat menghadapi topeng-topeng itu" batin Jin yang lumayan puas dengan pertempurannya dengan Kakuzu.
walaupun menyebalkan menghadapi topeng-topeng itu tetapi Jin berhasil membalikkan keadaan.Jin mulai bergerak menuju Konoha sesegera mungkin.
****
Skip di sebuah hutan yang lebat terjadi pertarungan yang sangat epik untuk dilihat.
Trang .. trang.. trang..
bunyi suara dua buah kunai milik dua orang yang berbeda usia yang satu dewasa dan lainnya masih bocil.
kedua kunai itu saling bergesekan antara satu sama lain sehingga menyebabkan percikan api kecil muncul.
pelaku utamanya adalah Jiraiya dan juga anak lelaki berambut kuning a.k.a Minato yang saling bertarung satu sama lain.
mereka bertukar taijutsu dan juga mengeluarkan jutsu terbaik mereka saat menghadapi satu sama lain.
mereka berdua sedang berlatih mungkin lebih tepatnya Jiraiya sedang melatih Minato untuk mengembangkan bakatnya yang lain.
karena Jiraiya hanya memiliki Minato dan kedua muridnya yang lain sedang menjalani latihan tertutup maupun misinya sendiri.jadi Jiraiya hanya bisa melatih Minato dalam jangkauannya.
Jiraiya segera membuat Jutsu Water dan menembakkan water tersebut kearah minato yang segera memblokir jutsu Jiraiya dengan jutsu dotonnya.
Minato kemudian kembali menyerang Jiraiya dengan kunainya yang di selimuti chakra mencoba untuk melukai Jiraiya dengan cepat.
namun Jiraiya tergerak saat melihat Minato mulai menghunuskan kunainya yang terselimut Chakra kearahnya.
sebelum kunai itu mengenainya ,Jiraiya segera membuat sebuah segel pemanggilan dan memanggil seekor katak yang masih terbilang muda yang membantunya untuk menahan serangan Minato.
katak kecil itu mencoba menjulurkan lidahnya dan melilit kearah lengan Minato sesaat sebelum Minato bertindak dengan menggunakan kunainya untuk menusuk Jiraiya . Tiba-tiba kunai yang dipegang Minato terjatuh sebelum mengenai sasaran.
Minato kesakitan sesaat sebelum akhirnya Jiraiya datang kepadanya untuk membalas dengan jutsu semburan minyak katak yang dikeluarkannya dari mulutnya menuju Minato.
Katon : Dai Endan !?
muncul semburan minyak katak dari dalam mulut Jiraiya menuju Minato. Minato berusaha menghindari minyak tersebut namun tangannya masih dicengkeram oleh katak kecil milik Jiraiya.katak itu melilit lengan Minato dengan kuat agar dia tidak dapat kabur dengan mudah.
Minato berupaya melepaskan lilitan lidah katak tersebut dan memikirkan sebuah cara agar terlepas dari lilitan lidah katak itu.
'Gawat sekarang aku berada di posisi terjebak' batin Minato menatap Jiraiya yang hendak mengarahkan jutsunya kepada minato.
'pada akhirnya aku harus memikirkan cara agar aku bisa mendekati Jiraiya Sensei karena perbedaan kekuatan diantara kami, namun katak milik Jiraiya membuatku tidak bisa bergerak dengan leluasa' batin Minato berpikir cepat.
Minato baru saja memikirkan jutsu yang baru diajarkan oleh Jin kepadanya beberapa hari yang lalu. walaupun Jutsu yang diajarkan oleh Jin masih belum Complex dan masih butuh diperbaiki namun masih layak untuk di coba.
Flashback
"kau harus memfokuskan chakra Yang mu ke satu titik dan alirkan ke tubuhmu.sama dengan elemen angin melalui aliran chakra untuk meningkatkan daya tusuk melalui getaran. ,dengan menambahkan efek rangsangan mati rasa".ucap Jin datar kepada Minato.
" Setelah terasa energi yang cukup kuat, coba imaginasikan listrik muncul di ujung telapak tangan mu, bayangkan dan rasakan secara nyata, biarkan listrik itu menyatu dengan tubuhmu dan terasa semakin kuat"
"Listrik itu tidak akan melukaimu, rasanya seperti ada listrik nyetrum-nyetrum tapi tidak terasa sakit, tenang saja intinya kau harus mendengarkan apa yang aku bilang tadi."
"Jika kau sudah dapat memahaminya maka hantarkan jutsu itu kesebuah pohon disampingmu" ucap Jin
yah ini terasa lebih sulit dibandingkan dengan membuat rasengan miliknya.justru jutsu ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi agar dapat mengalirkan listrik.
Minato terus mencoba dan berusaha walaupun terjadi reaksi yang sangat kecil memungkinkan namun ia tetap berusaha mencoba.
seperti pepatah bilang ' Jangan pernah bilang tidak bisa sebelum mencoba ' yah ini adalah kalimat yang bagus untuk orang yang mau berusaha seperti Minato walaupun kemungkinannya sangat kecil.
pada akhirnya dari segala usahanya itu muncul kilatan-kilatan kecil petir biru dari telapak tangan nya dan berusaha untuk mengarahkannya kearah sebuah pohon disampingnya.
Jin tersenyum melihat perkembangan Minato yang cepat belajar dan berusaha ini.mungkin tidak butuh waktu lama Minato dapat menguasai Jutsu petirnya.
Minato mengarahkan tangannya yang terselimut petir kecil kearah sebuah pohon disampingnya yang menghasilkan sebuah kerusakan ringan.
pohon itu memiliki sebuah retakan yang tidak terlalu dalam namun cukup bagi pemula seperti Minato.
"Yah itu lebih baik karena kau masih pemula Minato.jika kau berusaha lebih baik mungkin kau dapat menguasainya sama sepertiku"
ucap Jin yang diangguki oleh Minato.
"oh iyah nama jutsu ini apa Jin" tanya Minato yang melihat sedikit luka bekas bakar di telapak tangannya.
"ehmm yah sepertinya aku harus memberinya sebuah nama yang bagus." ucap Jin
"eehh apa maksudnya ,jadi kau belum memberi nama jutsu barumu ini?"tanya Minato.
"yah mungkin karena aku sibuk jadi tidak sempat memberinya nama" ucap Jin Cuek.
"jadi kau ingin memberinya nama apa ?"tanya Minato yang Sweatdrop mendengar perkataan Teman satu timnya itu.
"yah kurasa Raiton Jibashi" ucap Jin yang tqk terlalu peduli soal nama jutsunya.
Flashback off
sementara ia mengingat itu , Minato segera membuat segel tangan dan memfokuskan cakhra Yang nya ke telapak tangannya dan merubahnya menjadi aliran listrik untuk menghasilkan sebuah getaran dan rasa sakit yang ditujukan kepada lawannya.
tak perlu waktu lama karena Minato sudah tau prosedur untuk menguasai jutsu itu ditambah dengan kecerdasan pikirannya .
ia segera melepaskan aliran listrik itu ke telapak tangannya. membuat kilatan-kilatan petir biru yang lumayan besar di tangannya kearah katak kecil milik Jiraiya tersebut.
katak kecil milik Jiraiya tersebut tak tahan menampung volume getaran dan rasa sakit yang menjalar keseluruh tubuhnya yang begitu besar .
katak kecil bernama gamaken tersebut langsung melepaskan lilitannya dan menghilang dengan kepulan asap.
setelah ia terlepas dari lilitan katak itu Minato memakai Body Flicker kearah belakang Jiraiya dengan cepat sebelum terkena minyak yang disemburkan oleh Jiraiya kepadanya.
tak sampai itu saja Minato segera memfokuskan Chakra Yin kearah telapak tangannya dan membentuk sebuah aliran chakra angin yang berkumpul menjadi satu dipadukan dengan chakra petirnya atau Yang miliknya dan membentuk sebuah bola berwarna biru kehitam-hitaman yang tak biasa dengan aliran petir didalamnya menuju Jiraiya.
Rasen : Raiendan!?
Minato mengarahkan Jutsu yang baru dibuatnya menuju Jiraiya dengan cepat.
sontak Jiraiya terkejut dengan perkembangan Minato.dia belum sembuh dari keterkejutan nya saat melihat Jutsu petir milik Minato yang dapat melukai gamaken miliknya.
dan sekarang ia membuat jutsu yang sangat baik dalam hal teknik penggabungan. dia sangat impresif melihat kedua hal itu dari Minato.
tak mau terkena Jutsu yang tidak biasa itu , Jiraiya membuat jutsu pertahanan dimana dia memanjangkan rambutnya dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan rambut putihnya.
saat Jutsu Minato mengenai tubuh Jiraiya yang dilindungi oleh rambut putihnya , tetap saja Jiraiya mendapatkan efek yang lumayan kuat dari Jutsu Minato tersebut.
Jiraiya merasakan seluruh tubuhnya bergetar dan merasakan mati rasa ditubuhnya walaupun sudah melindunginya dengan Hari Jigoku.
Minato yang melihat tidak ada yang terjadi dengan Jiraiya segera melepaskannya dan memjatuhkan tubuhnya diatas tanah seraya nafasnya yang tersengal-sengal.
Minato menghabiskan seluruh chakranya hanya untuk membuat satu Jutsu penggabungan. ia tak menyangka bahwa efeknya lumayan besar saat melihat telapak tangannya yang terkelupas karena Jutsu barunya itu.
Minato berpikir dia harus memperluas cadangan chakranya supaya bisa menggunakan Jutsu nya dengan leluasa.yah Minato berpikir seperti itu.
"Sensei apakah aku sudah lebih baik?"ucap Minato kepada Jiraiya yang sudah melepaskan jutsu Hiro Jigokunya.
"Yah Minato jutsumu itu lumayan memberiku efek mati rasa" ucap Jiraiya berbaring diatas tanah kesakitan sambil melihat awan yang berwarna biru cerah.
rasanya seperti tertusuk ribuan jarum batin Jiraiya.
"Aku terkejut saat kau menggunakan elemen petirmu itu untuk melukai katak Gamaken milikku Minato"
"Siapa yang mengajarimu teknik itu Minato?!" tanya Jiraiya sambil melihat Minato yang tengah berbaring di atas tanah memandangi gurunya.
melihat gurunya bertanya kepadanya dia memberitahu Jiraiya siapa yang mengajarinya.
"yah sensei. Jin yang mengajariku Jutsu petir itu untuk pertahanan diriku katanya".ucap Minato
"dia berkata jika aku berusaha lebih baik lagi aku dapat menguasainya dengan baik"ucap Minato tersenyum.
000h
Jiraiya hanya berohria ketika mengetahui siapa yang mengajari teknik petir itu ternyata Uchiha Jin.
yah dia tidak pernah tidak merasa bangga dengan muridnya yang hebat ini.mereka bertiga sangat hebat memiliki kekuatan yang kuat. Jiraiya bangga dengan muridnya dan merasa beruntung memiliki ketiganya.
"Sensei Kapan mereka akan kembali?"ucap Minato yang rindu dengan teman setimnya.
"aku berbicara mengenai Rinne dan juga Jin? kapan mereka akan kembali" tanya minato lagi.
"aku tidak tahu Minato"ucap Jiraiya memandang burung yang terbang keatas langit.
#Jangan Lupa Tinggal kan Jejak yah Gaess.