
Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
.
Skip di perjalanan.
"Baiklah anak-anak mulai besok kita akan menjalankan misi yang yang cukup tinggi jadi persiapkan segala kebutuhan kalian untuk misi besok"ucap Jiraiya kepada ketiganya.
"Ha'i sensei"ucap Rine dan Minato sementara Jin hanya menganggukan kepalanya.
Sementara di dalam perjalanan,seorang remaja lelaki yang bermarga Uchiha tersebut sedang memikirkan misi yang akan dilakukannya besok. Iya tengah berpikir apakah misinya besok itu berhubungan dengan rencananya Madara atau dirinya yang dulu. Lama ia memikirkannya sampai ada seorang anak yang lebih kecil memanggil dirinya.
"Aniki apakah itu kau, mengapa kau berjalan sambil melamun? Apakah semuanya baik-baik saja"ucap Ryu adiknya Jin a.k.a Madara.
"Wah ternyata itu kau Ryu aku kira siapa, ah aku tidak apa-apa Ryu,ayo kita pulang hari sudah mulai malam"ucap jin
dipagi harinya mereka bertiga sudah berkumpul di depan gerbang desa Konoha untuk melakukan misi.saat ini mereka bertiga sedang menunggu sensei mereka.
tak lama kemudian datanglah seseorang berambut putih runcing yang diikat ekor kuda ya dia adalah Jiraiya atau senseinya.
"Apakah kalian sudah siap?" Tanya Jiraiya kepada ketiga muridnya
"sebaiknya kita cepat pergi sensei aku sudah tidak sabar untuk melawan mereka semua karena akhir-akhir ini aku bosan dengan misi yang merendahkan"ucap Rinne bersemangat.
"Ha'i-ha'i "ucap Jiraiya.
mereka berempat pun pergi meninggalkan desa Konoha dengan berjalan sambil berbincang-bincang.
Sesampainya di kuil api,mereka heran bahwa di kuil tersebut tidak ada seorangpun untuk menyambut mereka.Jiraiya pun berpesan kepada ketiganya bahwa dia akan pergi sebentar untuk mencari biksu di kuil tersebut dan meminta mereka bertiga untuk menunggunya.
"kalian tetaplah disini sensei akan mencari mereka dan jangan kemana-mana tunggu sampai sensei kembali ke sini mengerti"ucap Jiraiya kepada ketiganya.
Mereka bertiga pun menganggukkan kepalanya dan membatin'kami tidak bisa janji sensei'itulah apa yang ada dipikiran mereka bertiga lebih tepatnya pikiran Rinne'.
Jiraiya pun pergi meninggalkan mereka untuk mencari biksu yang berada di kuil api tersebut.
"Nahh Minna, apakah kalian tidak curiga terhadap kuil ini.di sini sangat sepi bahkan tidak ada seorang biksu pun aku curiga bawah ini semua hanyalah jebakan"ucap Rin kepada Minato dan jin.
"Yah aku juga berpikir seperti itu Rinne chan"ucap Minato.
"Bagaimana kalau kita masuk ke dalam dan mencari sesuatu mungkin ada hal yang menarik di dalam kuil ini"ucap Rini mengajak Minato dan jin.
"Tapi Rinne chan bukankah sensei menyuruh kita untuk menunggunya di sini"ucap Minato kepada Rinne.
"Jangan khawatir Minato kita bertiga bukanlah tipe orang yang mudah ditangani".
Kini Jin yang ikut berbicara.
"Hah terserah kalian berdua saja".Minato menghela nafas melihat kedua teman satu timnya ini.
mereka bertiga pun memasuki kuil tersebut yang nampak luas seperti halnya kuil-kuil lainnya.mereka terus berjalan menyusuri lorong-lorong kuil tersebut sampai akhirnya ada sebuah shuriken yang dilemparkan ke arah mereka bertiga. mereka bertiga tahu itu dan menghindari sekelompok shuriken tersebut.
"Siapa itu keluarlah, Jangan bersembunyi seperti seorang pengecut"ucap rinne lantang.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH READERS ...