First Time

First Time
Ada Rasa



"Pesan saya agar semua siswa bekerja saam untuk ikut mensukseskan acara ulang tahun sekolah kita. Dan suatu kebahagiaan bagi kita karena kita sudah mendapatkan donatur untuk mensponsori kegiatan ini." itulah sepenggal pesan kepala sekolah kepada para siswanya ketika apel pagi.


"Gue gak sabar banget. Gue bakalan ikut semua lomba demi lo Nur" Maco menggoda Nur sambil memedipkan matanya beberapa kali.


"Najis lu Co. Dasar mantan cowok!!!!".


"Udah deh, berantemnya ntar aja kalo udah berkeluarga."


"Pala kau njir" jawab Maco sambil menlontarkan jitakan di kepala Anna.


"Sakit anjir!! Lo kira pala gue apaan coba?"


"Pala kau itu bantal yang bisa digunakan untuk dipukul."


"Udah.......Stop....!!" Martin melerai karena ia tahu kalau pertengkaran itu tak akan berakhir.


"Anna dipanggil lo sama pak kepsek" Anna memandang Martin tak percaya.


"Buruan cepat!!! Ntar disambar geledek lu baru tahu rasa!!"


"Iya bawel"


Di Kantor kepala sekolah


"Permisi pak, bapak panggil saya?" tanya Anna.


"Iya, silahkan duduk"


"Ada apa pak? Apa yang ingin bapak bicarakan?"


"Sebentar lagi ulang tahun sekolah...."


"Udah tahu pak." sela Anna


"Bisa tidak memotong pembicaraan bapak?"


"Bisa kalo topiknya gak buat bosan"


"Baiklah. Saya menunjuk kamu sebagai ketua panitia acara ulang tahun sekolah kita."


"Tapi kenapa harus saya pak? Saya kan anaknya ceroboh"


"Silahkan masul kelas"


****


"Gilak!!!!!!!"


"Gak boleh ngumpat woi!!"


"Bodo lah. Gue kesel sama pak kepsek. Masa dia milih gue jadi ketua panitia ulang tahun sekolah."


"Ceritanya lu curhat sama gue, gitu?"


"Enak aja. Gue mah najis buat curhat sama cowok kek lo bege..."


"Kantin yuk" ajak Martin.


"Gak salah lo? Inikan jam pelajaran."


"Erni super killer gak datang kok. Katanya dia mau nikah."


"Gak salah lo? Masa si guru killer luar biasa itu nikah sih? Emangnya ada cowok ya yang suka ama dia?"


"Dia manusia normal Na, jadi dia disukai orang lah bemut!!!" sambil menjitak kepala Anna.


"Sialan lo!!! Sakit pala gua."


"Lo mesen apa?"


"Biasa."


****


"Na, lo tahu gak ada siswa baru. Dia asalnya dari Malang."


"Ganteng gak?" tanya Anna cuek.


"Guanteng.................banget njir!!!"


"Lo jorok Jer. Lo muncrat tahu gak."


"Anna dipanggil pak kepsek tuh di ruang guru."


Di ruang guru


"Kenapa lagi sih pak?"


"Saya mau kamu yang memperkenalkan siswa baru ini ke kelasnya. Ini hukuman buat kamu karena kamu membantah tadi."


"Permisi pak. Kelas saya ada dimana?" tanya seseorang kepada pak kepsek. Siapa lagi kalau bukan siswa baru itu.


"Oh, kamu sudah datang nak. Anna antar siswa baru ini di kelas X-IPA A.


"Baik pak. Kalau begitu saya permisi ya pak." mendadak Anna menjadi seorang siswa yang ramah dan sopan. Mungkin karen efek nengok cowok ganteng kali ya?


"Permisi pak, saya mau antar siswa baru."


"Oh, baiklah kalau begitu. Mari masuk"


"Baik, saya menggantikan bapak kepala sekolah. Bapak kepala sekolah berpesan kepada saya untuk menggantar siswa baru ini ke kelasnya. Teman kita ini berasal dari Malang. Untuk selanjutnya, kepada teman kami kami persilahkan untuk memperkenalkan diri."


"Perkenalkan nama saya Firman Anggara. Saya berasal dari Malang. Saya sebelumnya sekolah dari salah satu sekolah swasta di Malang. Kalian dapat memanggilku Firman."


Anna tersenyun sembari minta izin untuk masuk kelas kepada guru yang masuk di kelas X-IPA A.


Firman merasakan ada getaran ketika ia melihat senyum Anna ia merasa jantungnya berdegup kencang sekali.