First Time

First Time
Prolog



Perkenalakan namaku Anna. Anna berarti wanita anggun. Namaku memang indah namun tak seperti kisah kehidupanku.


Aku masih SMA dan duduk disalah satu SMA favorit di kotaku. Dimana lagi kalau bukan di SMA Budi Bakti. Ya, ya. Aku dikenal sebagai salah satu wanita paling ribut di kelasku. Ok, kalian akan berpikir, kalau aku tak pernah mengerjakan tugas. Kalian salah besar guys! Aku anak yang gak pernah dihukum karena gak ngerjjain tugas. Tapi.......... Soal ribut aku nomor satu.


"Selamat siang anak-anak" canda seorang guru paruh baya yang sedang memcoba membuka pembelajaran. Gimana gak aneh coba? Ini masih pagi kok dibilang siang sih? Kan......... Ya sudahlah itu menjadi cara guru membuka hari-hari siswanya di sekolah.


"Malam pak!!!" seru siswa sambil berteriak, sehingga membuat kelas menjadi riuh.


"Ok, kita ulangan sejarah ya pagi ini" Si guru tersenyum licik karena telah berhasil membuat wajah siswanya yang tadinya bahagia berubah menjadi masam. Wajah para siswa sudah ditekuk seperti kain belum disetrika.


"Aduh pak, masa ulangan mendadak sih, bapakkan tahu kami gak ada persiapan. Apalagi nih ya pak, bapak gak beritahu sebelumnya kalau ada ulangan gak boleh gitu pak!!!" Omel seseorang dari sudut belakang kelas. Siapalagi kalau bukan si biang kerok keributan kelas. Anna.


"Sudah berani membantah ya...! Siapa suruh kamu tidak belajar!! Belajar itu gak harus disaat ulangan Anna!!!" Pak Nobel sudah tahu betul bagaimana tingkah laku dan perbuatan Anna. Bagaimana tidak, Anna tukang ribut di sekolah sering dipanggil ke ruang BK. Beberapa kali guru-guru berusaha untuk mengeluarkannya dari sekolah. Namun, apa daya Anna adalah cucu dari pemilik yayasan budi bakti. Tak hanya itu juga, Anna yang memiliki IQ diatas rata-rata membuatnya sulit untuk dikeluarkan dari sekolah.


"Karena kamu sudah membantah, kamu harus ulangan lisan di depan. Coba jelaskan kepada teman-teman kamu mengenai Kebudayaan kjokkenmoddinger. "


"Sip pak, soal itu mah gampang" jawab Anna sambil menaikkan alisnya.


"Kalau bisa, silahkan maju ke depan!"


"Mentang-mentang loh single loh, ngeledek gue ya. Gak bener lu" sahut Maco dari sudut sebelah kiri depan kelas. Seluruh siswa laki-laki sengaja diletakkan di depan kelas agar mereka bisa mengendalikan diri.


"Iya nih, gue kagak ngarti jalan pikiran ente." Eben si playboy mulai mengeluarkan suaranya.


"Lagian memang bener kan?" Anna nyahut dari depan tanpa memperdulikan Pak Nobel.


"Ih, single itu apaan sih? Yang ada nih ya jomblo bukan single" Nur menyahut dari belakang.


"Hallo, single itu diberikan untuk orang yang belum pernah pacarn ya Nur...." sahut Jefri yang sifat kewanitaannya mulai keluar.


"Anak-anak mohon perhatiannya...." Pak Nobel mulai kesal dengan tingkah laku anak didiknya ini.


Buset dah nih kelas, gilak bener gak ada yang namanya ngehargain guru.


Ok para reader yang terhormat yang aku hormati...


Kuy, follow aku IG Anna_Gw1106