First Time

First Time
32



"hah hari ini kita menginap bareng?" gumam Vio dalam hati dengan perasaan masih degdegan.


Pikiran Vio melayang kemana mana membayangkan hal yang akan terjadi nanti malam dan seketika membuat mukanya merah padam.


"ya ampun kenapa aku berpikiran kotor seperti ini?lupakan lupakan"sambil mengibas ngibaskan tangannya berharap mukany mendingin.


"siapa yang mau di luapin Vi?" sambar Alfa dengan mengernyitkan dahinya dengan telanjang dada dan memakai handuk yang hanya di lilitkan di daerah pinggang.


"aaaaaaaa...." teriak Vio melihat pemandangan Alfa.


"kenapa kenapa?" teriak Alfa tak kalah kaget sambil berlari ke atas kasur da memeluk Vio erat.


"kenapa malah nymperiiinnnn?dasar mesuuumm..sanah di baju" Vio kembali berteriak dan mendorong kuat kuat tubuh Alfa.


"kamu yang kenapa?ngagetin banget sih.. Aku pikir kamu teriak karna ada kecoa" tanya Alfa sambil turun dan dengn segera mengenakan pakaiannya serta celana pendeknya.


"udah sana giliran kamu mandi cepetan" titah Alfa sambil menarik tangan Vio dan mendorongnya ke arah kamar mandi.


Vio pun akhirnya menurut dan dengan segera memasuki kamar mandi. Sementara Alfa yang telah rapi duduk di sofa dan segera memainkan gamenya lagi "mumpung dia lagi mandi, main ah sebabak hahha" gumamnya dalam hati.


20 menit sudah Vio membersihkan diri dan kemudian keluar kamar mandi.


"yaahh dia main game lagi"ucap Vio.


"bentaran yang, abis bingung mau ngapain sambil nunggu kamu mandi heheh. yesss menang" ucap Alfa tanda permainan selesai.


"kamu ngga takut keluar kamar mandi cuma pake handuk?" tanya Alfa


"astaga aku lupa bawa baju ganti" kemudian Vio pun mengacak acak oleh oleh yang tadi sempat di beli karna seingat Vio tadi membeli baju untuk mamanya dan sahabatnya.


setelah mendapatkan bajunya kemudian Vio bergegas ke kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya.


"yaaaannggg" panggil Vio


"hnmmm" sahut Alfa


kemudian Vio mengeluarkan kepalanya sedikit.


"yang beliin pembalut, aku tiba tiba dateng bulan" pinta Vio sambil merengek manja khas anak kecil.


"kebiasaan deh ngga pernah bawa persediaan, bentar aku kebawah dulu" ucap Alfa dan bergegas untuk membelinya. Alfa tak malu membelikan pacarnya itu saking seringnya dan salah satu resiko punya cewe pelupa.


Alfa pun masuk ke minimarket dekat hotelnya dan dengan segera memilih jenis pembalut yang biasa ia beli. Tak sedikit para pengunjubg yang saling berbisik dan juga beberapa karyawan. Namun Alfa seolah cuek karna saking sudah terbiasanya.


"boleh sama pulsanya kaka" petugas kasir itu menawarkan.


"oh ngga usah ini aja mba"jawab Alfa singkat.


"buat siapa ka beli ini?" tanya kasir tersebut sambul tersenyum.


"oh, buat pacar saya mba" jawab singkat Alfa seolah tak peduli akan tanggapan yang selanjutnya akan diterimanya.


"wah kaka nya hebat ya, ngga malu dimintain beliin ini" puji kasir tersebut.


Alfa pun hanya tersenyum sambil membayar dan bergegas untuk pergi.


"gini aja disebut hebat, nooohhh spiderman baru hebat" gerutu Alfa dalam hati dan langsung kembali masuk kedalam hotel.


"yang nih" ucap Alfa sambil mengetuk pintu kamar mandi. Dan dengan segera pintu terbuka, Vio pun langsung menerima dan memakainya.


"bagus lah aku dateng bulan jd yang aku kuatirin ngga akan kejadian ahahhah" gumam Vio dalam hati dan seketika tertawa terbahak bahak karna merasa konyol.