First Time

First Time
Kagum



Martin Pov


Gue melangkahkan kaki gue ke kamarnya Anna. Kak Seven dan Kak Andre sedang mengerjakan pekerjaan kantor mereka. Jadi, gue duluan masuk ke kamarnya Queennya Hilarius Family's. Awal masuk saja aku sudah mulai merasakan kenyamanan didalamnya. Cat dinding kamarnya berbelang dengan warna krem, abu-abu, dan putih. Sofa dikaki tempat tidur. Lemari dekat dengan jendela.


Gue mulai meraba-raba perabotan di kamarnya Anna. Gue tertarik melihat meja belajarnya Anna. Tertata dengan rapi. Di sebelah meja belajar ada rak yang berisikan novel-novel. Gue pengen banget mandi saat ini, tapi gue heran, dari tadi gue gak nemuin kamar mandi nih kayaknya.


"Cekrek" pintu terbuka.


"Lo An, gue kirain siapa."


"Tadi gue disuruh Tante Enjeli buat nganter baju ganti lo. Tante Enjeli gak bisa nganter soalnya dia sama bokap, nyokap gue sama bokap lo lagi ngomong serius.Nih, baju lo.Gue taroh di ranjang ya" penjelasan Anna yang panjang lebar dihiraukan oleh Martin. Ia malah memandang segala dekorasi kamarnya Anna. Tidak terlalu feminim fikirnya.


Hampir saja ia lupa!


"Anna, kamar mandi lo dimana? Gue pengen mandi. Gerah gue!" tanya Martin.


Martin merasa sedikit aneh dengan Anna. Ia menuju lemari dekat jendela bukannya menunjukkan arah kamar mandi. Namun, ia terkejut melihat isi lemari tersebut.


"Ini kamar mandi lo,An? Keren banget sih, kamar mandi di dalam lemari. Kreatif juga ya lo"


" B aja. Gue tidur duluan ya.Bye"


Author Pov


Keesokkan paginya Om Darman dan Papa Victor sudah terlebih dahulu sampai di meja makan. Sedangkan mama Naomi sama Tante Enjeli menyiapkan sarapan.


"Morning all, sorry Queen telat" sapaan Anna membuat yang lain mengalihkan perhatinnya dari sarapan berpindah pada Anna.


"Morning Grandpa" sambil mengecup pipi Grandpanya.


"Queen sana duduk gih, berangkat bareng ya sama Martin".


"Sip bos."


"Eitsssss. Tante hampir....... saja lupa. Ini ada bekal kamu sama Martin. Makannya ntar berdua ya. Soalnya ada empat potong sandwich nih buat kalian." sambil menyerahkan kotak bekal itu kepada Anna.


Sesampainya di sekolah


*"Wih, ganteng banget. Kayak prince di dalam cerita dongeng."


"Gue pengen deh, jadi pacar mereka."


" Gue pengen mereka bertiga jadi suami gue deh."*


Begitulah ocehan para siswi di SMA Budi Bakti melihat para lelaki tampan plus berotot itu.


"Kak, aku langsung ke kelas aja ya. Martin duluan ya" sambil melambaikan tangannya.


"Kita langsung ke ruang bapak kepala sekolah ya Tin. Biar ntar lo langsung diantar ke kelas lo."


"Terserah kakak aja deh. Yang penting aku sekolah" jawab Martin sambil melontarkan senyumannya kepada Seven dan Andre.


Di Kelas Anna


"Gengs, gue tadi lihat tiga cowok ganteng loh di parkiran. Wai... kek pangeran njirrrrr!!" teriak seorang siswi.


"B aja kali. Itu dua abang gue ditambah satunya lagi temen masa kecil gue."


"Iya sih, An. Gue tadi sempet lihat tiga lelaki itu keluar dari mobil lo."


"Serah lo pada dah, gue lanjutin main game gue!!" Anna tak peduli dengan segala hal yang dilakukan para siswa maupun siswi di kelasnya. Ia sudah memprediksi hal itu sejak ia sampai di sekolah.


"Kring.....!! Kring........!!" bel tanda masuk berbunyi.


"Selamat pagi anak-anak." sapa Bu Fani.


"Pagi, Bu"


"Hari ini kita dapat teman baru. Mari masuk nak, perkenalkan diri kamu" perintah Bu Fani.


"Perkenalkan nama saya, Martin Kristoforus. Semoga kalian dapat menerimaku dan membantuku beradaptasi dengan kalian sekian darj saya. Terimakasih😊"