First Time

First Time
30



"sorrri lama bro, gue nganterin cewe gue dulu"sapa Alfa dengan penekanan


"gapapa bro santei aja"jawab Rezki dengan sedikit tersenyum.


"oia bro sori nih gue cuma pengen nanya doang hubungan lo sama cewe gue. Setau gue dia cerita apapun tentang semuanya ke gue jd gue heran gada cerita apapun tentang lo. Ngerti kan maksud gue?"ucap Alfa sambil memicingkan matanya.


"eiittss jangan salah paham bro. Gue ga tau ya kenapa Vio ngga cerita hubungan gue sama dia ke elo. Ya mungkin karna emang ngga ada apa-apa antara gue sama dia. Lagian emang harus sedetile itu cerita idup dia ke elo?menurut gue lo terlalu posesif bro. Lo LDR an sama Vio, yakin lo udah cerita semua hal ditempat kampus lo?ngga ada yg lo sembunyiin gitu dari dia?"terang Rezki sambil tersenyum


"maksud lo apa?lo mau bilang gue macem-macem gitu?"tanya Alfa tegas sambil nunjuk muka Rezki dengan sedikit emosi


"wahwahwah..seru nih, gue jadi makin tertarik sama dia hahahha. Awas bro dibelakang lo selalu ada gue. Kalo lo lengah dikit Vio bisa jadi milik gue. Oke bro gue cabut" jawab Rezki seakan merasa tertantang untuk mendapatkan Vio dan pergi dengan begitu saja.


"*******, gue ga akan biarin lo rebut Vio dari gue"Dengan tangan mengepal Alfa pun pergi menuju hotel tempatnya singgah.


Keesokan hari nya.


Toktoktok


"pagi sayang"sapa Alfa


"ih udah dateng aja yang. Aku belum apa apa ini hahah"ucap Vio dengan segera menyuruh Alfa masuk ke kosan nya dan menutup pintunya.


"abis semaleman gabisa tidur pengen cepet ketemu hahha"kata Alfa sambil memeluk Vio dari belakang dan mengecup leher Vio.


"geli yaaang, mana bau lagi aku belum mandi"jawab Vio sambil mengendus bajunya dan beranjak mengambil handuk untuk segera pergi mandi.


"mau kemana sih buru buru bangeeetttt yang"tanya Alfa sambil menarik tangan Vio dengan satu hentakan membuat kedua tubuh mereka bertabrakan.


Muka Vio pun memerah karna malu dengan perlakuan Alfa. Vio pun segera mendorong Alfa dan berlari menuju kamar mandi dengan perasaan masi degdegan. Alfa?jangan ditanya.. Dia malah tersenyum seakan puas mempermainkan perasaan gadisnya tersebut. Menurutnya, Vio begitu menggemaskan ketika sedang malu, wajahnya memerah dengan gerakannya yang seperti salah tingkah.


Setelah selesai mandi dan mengganti baju Vio pun hendak merias dirinya dengan handuk yang masi menempel di kepala.


"sini aku keringin rambutnya yang"ucap Alfa


"hemmmm"jawab Vio singkat


"mana ini pengeringnya?sisirnya juga mana?"lanjut Alfa sambil terus menyisir rambut Vio dengan jari nya.


"bawel sih yang, tuh di lemari ambil aja aku lagi bedakan biar cepet ih"jawab Vio ketus karna Alfa terlalu berisik tidak seperti biasanya.


Alfa pun beranjak menuju lemarinya. Dibukalah lemari itu dan ketika hendak mengambil pengering dibukanya laci dan ternyata isinya CD Vio. Seketika niat jailnya muncul.


"yang ini apa? Hahahhaha"tunjuk Alfa sambil melebarkan CD nya..


"iiiihhhj dasar kamu mesum, siniin ngga jail banget sih dasaaarr Alfa mesuuuummmmm..siniin ih maluuuu tau"Bentak Vio dengan muka yang merah padam sambil meraih CD nya yg di acungkan tangan Alfa ke atas. Vio kalah telak dengan tinggi Alfa. Vio pun mencoba meraih dengan melompat namum tubuh Alfa tidak siap dan mereka pun terjatuh dengan posisi Vio di atas dan Alfa di bawah. Alfa pun langsung meringis kesakitan namun seketika memeluk Vio dan menahannya di posisi itu.


"aku ngga mau kamu jalan sama cowo manapun termasuk kating kamu itu ya"ucap Alfa sambil mencium rambut Vio yang setengah basah


"kamu cemburu?"tanya Vio sambil menatap Alfa lekat lekat.


"engga, cuma ngga suka aja"jawab Alfa sambil memalingkan muka.


"udah cepet sanah dandan keburu siang"perintah Alfa untuk mengalihkan pembicaraan. Vio pun hanya memanyunkan bibirnya sambil mengejek gengsi pada Alfa.


Mereka pun akhirnya selesai dan bergegas untuk berjalan jalan.