
"Kamu suka sama apartemennya?"
"Suka banget!!! Abisnya pemandangannya indah." Anna tak bisa menghilangkan rasa kagumnya.
"Kalo udah siap, waktunya berberes rumah"
"Apaan sih? Baru juga seneng" Anna kesal karena baru saja ia bahagia, kini sudah harus kembali kesal.
"Besok aja yah. Mumpung hari Minggu." Anna mencari cara agar mengulur waktu.
"Ya udah kalau besok. Tapi, kita tidurnya di lantai."
"Iya deh sekarang. Kita bagi tugas. Aku nyapu sama ngepel, kamu ngangkat barang. Kalo memang ada barang yang gak bisa kamu angkat tinggal panggil aja."
"Ok kalo gitu. Waktunya berberes."
Segala perabotan apartemen mereka sudah terlebih dahulu disiapkan oleh orang tua Martin.
Hanya saja kondisi apartemennya belum rapi.
Mereka mulai bersih-bersih dari ruang tamu.
Tv, meja, dan sofa mulai dirapikan. Martin mengangkat segala perabotan sedangkan Anna merapikan dan menatnya.
Setelah selesai menata segala perabotan di ruang tamu, mereka beranjak ke dapur. Bahan-bahan dapur yang mereka beli di supermarket dimasukkan ke dalam kulkas. Kompor dikerjakan oleh Martin. Meja dan kursi makan dibersihkan dari debu. Diatasnya diletakkan taplak meja dengan motif bunga berwarna biru muda. Rak piring dan lemari peralatan yang awalnya kosong, kini sudah terisi.
Kamar. Martin memasang gorden sedangkan Anna memasangkan semua bantal dengan sarungnya dan memasukkan semua pakaian mereka ke dalam lemari.
"Tin, baju kamu cuman segini doang?"
"Masih banyak di rumah papa. Pulang sekolah hari Senin kita mampir ya buat ngambil."
Anna menganggukkan kepalanya tanda setuju. Setelah merasa puas, mereka sampai pada tugas akhir yaitu menyapu dan mengepel. Untuk menyapu menjadi tugas Martin dan mengepel tugas Anna.
"Kaki kamu kotor, Tin. Jangan nginjak bagian yang udah dipel dong." Anna kesal karena Martin menginjak lantai yang sudah ia pel.
"Maaf gak sengaja." Martin pura-pura. Sebenarnya ia sengaja menginjak lantai yang sudah dipel agar Anna menunjukkan wajah kesalnya yang menggelikan. Itu bagi Martin.
"Hukuman atas kejahilan kamu, semua perabotan dapur yang masih terbungkus plastik kamu cuci. Dan aku masak." dengan nada jutek tentunya.
Untuk bersih-bersih apaertemen baru mereka ini mereka butuh waktu 3 jam. Mereka memulai pekerjaan mereka jam delapan malam. Mereka sedang berkutat di dapur. Martin mencuci piring di wastafel, sedangkan Anna memasak.
"Tin, bantuin ikat rambut aku dong. Ntar kemasukan makanannya kan jorok.".
"Kamu kan punya tangan kali."
"Tengok nih tangan aku kena cabe." sambil menunjukkan tangannya yang kena cabe karena ia sedang menghaluskan bumbu masakannya.
"Ikat rambut kamu dimana?"
"Diatas meja makan."
Martin pun akhirnya mengikat rambut Anna. Ia pun mencium pucuk kepala Anna.
"Heem."
Martin terlebih dahulu mandi dari Anna. Untuk mengisi waktu sebelum mandi, Anna inisiatif mencuci peralatan bekas masak dan piring bekas tadi.
"An, aku udah siap mandi nih. Kamu mandi gih" teriak Martin dari kamar.
"Jangan tereak bisa?!"
"*Sorry*."
"Ini teh buat kamu." Anna menyodorkan teh anget kepada Martin.
"Buat kamu mana?"
"Aku udah minum barusan. Aku mandi ya."
Karena merasa lelah, Martin terlebih dahulu tidur daripada Anna..
"Tin, kamu...... Udah tidur ternyata." Anna hendak menanyakan kegiatan besok tapi ia ralat karena melihat Martin tidur.
Martin tidur tanpa selimut. Anna menuju ke arah lemari untuk mengambil selimut dan beranjak tidur disamping Martin.
Cup.
"Makasih Tin kamu udah mau jadi suami sekaligus sahabat bagi aku."
Merek tidur dengan lelap karena kelelahan berberes. Posisi tidur yang sangat nyaman karena tanpa mereka sadari mereka saling berpelukan.