
Setelah pembukaan Anna duduk disebelah kak Andre.Kejahilan Anna berlangsung.
"Kak," panggil Anna
"Heummmmm" jawab Andre singkat.
"Kak, " Anna mulai kesal tapi jahilnya bertambah.
"Kalo ngomong gak usah ditahan kak. Udah deh serah." Anna pura-pura merajuk.
"Iya, adekku sayang" Andre merayu adeknya dengan mencubit pipi tembem milik Anna.
Seketika Anna mengalihkan perhatiannya kepada Andre.
"Kak, Kak Tuti cantik kan hari ini?"
"Gue kirain apaan dek, eh ternyata cuman buat nanya hal konyol kek gitua."
"Eh, malah nyoot. Jawab aja. Atau gue bocorin nih kelakuan lo selama ini ke kak Tuti?" Anna mulai memgancam.
"Iya iya gue jawab. Gue jujur ya. Gue terpana melihat Tuti hari ini. Biasanya sih dia gak make-upan soalnya cantiknya alami banget. Tanpa sentuhan make-up pun ia sudah cantik. Very beatiful."
"Nah, sial tinggal kirim ke kak Tuti deh. Kirim" Anna langsung mengirim rekaman hasil kejujuran Andre.
"Apa apaan lo dek. Sini HP lo biar gue hapus."
"Nih" Anna menyodorkan HP nya kepada Andre.
"Gilak lo dek, lo kirim sama si Tuti trus udah didenger lagi. Lo ya dek" Andre geram. Tapi melihat tatapan mata kakek, ia mulai takut.
Tak lama kemudian semua lampu mati tinggal lampu sorot yang menyoroti Anna lah yang masih nyala. Kemudian satu lampu sorot lagi menyala diatas panggung. Disana sudah ada piano. Berdirilah pria bertopeng bersetalan serba hitam dan mulai memainkan tuts piano.
Sang pianis pun menyanyikan lagu happy birtday. Setelah lagu habis sang pianis turun dan berjongkok dihadapan Anna dan mengulurkan tanggannya agar Anna menerima ajakannya. Anna dengan ragu-ragu mengulurkan tangannya dan menaiki panggung.
Alunan piano membuat Anna terbuai seketika ia merasa ada sesuatu. Ia membuka topeng sang pianis dan terkejut melihat Martin berada si balik topeng.
"Ini lo Tin? Gue gak nyangka lo bisa main piano. Keren." Anna mengancungi jempolnya dihadapan Martin.
"Lo nyanyi gue ngiringin."
"Ok." Anna setuju dan mulai bernyanyi
*Matamu melemahkanku
Saat pertama kulihatmu
dan jujur ku tak pernah merasa
ku tak pernah merasa begini
oh mungkin
inikah cinta pandangan yang pertama
karena apa yang kurasa
ini tak biasa
jika benar ini cinta mulai dari mana.....
oh dari mana?
dari matamu matamu ku mulai jatuh cinta
ku melihag melihat ada bayangan
ke hati......*
Anna dan Martin berduet diatas panggung. Setalah lagu selesai, sontak semua orang standing officien atas kolaborasi mereka.
Tak tanggung-tanggung layar monitor mulai menayangkan video foto. Awal foto bayi,batita,balita,anak-anak, remaja dan terakhir foto Anna SMA dan terakhir foto keluarga. Dan yang paling mengejutkan dilayar monitor tertera happy birthday Anna dan sebuah kue tart lima tingkat diantar oleh pramusaji dan disusul kue tart tujuh tingkat untuk ulang tahun sekolah.
"Happy birthday Anna. Semoga lo jadi anak yang baik. Kemek-kemek lo ntaran di rumah dah." Martin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Anna.
Memang hari ini tepat ulang tahun Anna sedangkan pas Anna pingsan di episode traktir itu hanya permulaan saja. Lihat saja pas episode itu gak ada yang ngucapin selamat ulang tahun.
"Thanks" sontak Anna memeluk sahabat masa kecilnya itu.
"Dan sekarang........waktunya potong kue........." protokol yang tadinya diam sekarang mulai mencairkan suasana.
Setelah pemotongan kue dilanjutkan dengan acara potong kue.
"Happy birthday Anna." chat grup squat IPS A mulai rame
'Thanks' Anna
'Luar biasa tahu gak acara lo' Micchelle.
'Ini surprise atau sengaja sih An' Maco
'Mana gue tahu' Anna.
"Udah turun gih dari mobil."
"Bawel banget sih jadi kakaka." Anna kesal karena ia sedang asik membalas chat grup eh diganggu sama kak Seven.
"Cepetan. Ajak teman sekelas lo dah. Grandpa mah adain barbequan."
"Ok kak." senyum sumringah keluar deh dari wajah Anna.
'Guys ke rumah gue yuk. Barbequan keluarga gue soalnya.' Anna.
'Sip..' semua orang grup serempak membalas.
Tak butuh waktu lama, semua siswa kelas IPS A datang karena mereka masih belum pulang dari acara ultah sekolah.
"Selamat ulang tahun Anna." siswa sekelas itu serempak mengucapkan selamat ulang tahun ketika Anna membuka pintu rumahnya.
"Berisik lu pada. Masuk gih. Lepasin sepatu lo ya ntar lantai gue kotor"
"Cih, mentang mentang rumah gede orang kecil disingkirkan gilak ys lo." Maco mengeluarkan unek-uneknya.
"Gue canda kali. Masa ama temen gue tega kan gak mungkin ayok masuk. Langsung ke taman ya." ajak Anna.
Tapi setelah ia menuntun temannya ke taman seorang kurir datang.
"Permisi mbak. Apa benar ini rumah mbak Anna?"
"Benar. Saya sendiri."
"Ini ada paket."
"Terimakasih ya mas."
*To Anna
HBD bemut ama betem. Gue sengaja ngasih ini melalui paket soalnya gue malu ntar gue ngasih secara langsung soalnya kadonya gede banget
Martin*