First Time

First Time
Pulang



Sore ini juga rombongan keluarga Hilarius dan Kristoforus dan teman-teman Anna kembali ke Jakarta.


"Anna sama Martin semobil. Tuti sama Kedua oranv tuanya. Seven sama Andre di mobil grandpa. Nur, Michel, Jernih ikut ke mobil Papa Victor. Satu orang lagi muat di mobilnya Papa Darman." Perintah grandpa yang sedang mengatur tempat duduk.


"Grandpa, di mobil aku sama Martin banyak muat loh. Kok gak ada yang nebeng sih?"


"Cih, membantah mulu nih kerjaannya." Martin berdecih melihat tingkah kekanakan Anna.


"Dari pada basa basinya ntar kepanjangan sekarang pada naik mobil gih, sisa yang belum kedapatan masih ada beberapa mobil di belakang. Tertib masuknya ya." Victor menyuruh semua orang untuk naik mobil.


Tak butuh waktu lama mereka sudah memulaikan perjalanan mereka. Di dalam mobil Victor, Nur tukang ngelawak melancarkan aksinya dan membuat seisi mobil tertawa ngakak.


Di dalam mobil Darman ada perbincangan konyol yang tidak penting tentang tingkah-tingkah mereka ketika kecil. Mobil grandpa sunyi tak ada perbincangan. Sedangkan mobil Anna sedikit bising karena musik yang diputar sangat kencang. Itu permintaan Anna.


"Tin, ntar di perempatan depan menepi dulu ya."


"Apa?" tanya Martin.


"Ntar di depan menepi"


"Apa???" Martin tak mendengar apa yang dikatakan oleh Anna karena suara musik yang sangat besar.


Karena kesal Anna mematikan radio dan menyuruh Martin menepi. Martin heran mengapa Anna berhenti.


Ddddrrrrtttt


"Tin, ngapain Anna keluar dari mobil?" tanya Andre melalui sambungan telepon.


"Gak tahu juga nih kak. Gue turun dulu kayaknya buat mastiin." sahutnya. Sambungan telepon pun putus.


"Suamiku yang baik hati, bagi duit dong." Rayu Anna kepada Martin dari kaca mobil.


"Buat apa sih?"


"Nih, gue beli makanan. Lapar soalnya." Anna menunjukkan kertas kresek yang entah berisi apa.


Martin pun turun dari mobil dan menghampiri Anna.


"Berapa totalnya?" tanya Martin kepada penjual.


"Saya nambah ngambil keripiknya semua berapa?" Martin memborong semua kripik si penjual karena ia tahu kebiasaan ngemil Anna disepanjang perjalanan nantinya.


"Tin, ngapain beli banyak sih? Ntar siapa yang habisin?"


"Ya kamulah."


"Berapa bu?"


"Yang tadi Rp. 50.000 ditambah yang barusan Rp. 75.000 mas."


Martin pun menyodorkan uang tiga lembar uang lima puluhan kepada pembeli. Ketika pembeli ingin memberikan kembalian, Martin malah berkata.


"Kembaliannya ambil saja bu."


"Terima kasih, mas." ucap si penjual.


Mereka pun melanjutkan perjalanan.


"Mereka beli makanan grandpa. Kayaknya si queen kelaparan." Andre memberitahukan alasan mengapa Anna dan Martin berhenti.


"Queen akan selalu lapar Andre. Kau seperti tidak tahu tingkah adikmu saja. Kalo soal makanan ia nomor satu." ujar grandpa."


Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, akhirnya para rombongan sampai di kediaman Hilarius.


"Grandpa, saya selaku perwakilan kelas ingin mengucapkan banyak terima kasih karena grandpa mengizinkan kami untuk bisa hadir diaacara pernikahan Martin dan Anna" Rahmat selaku ketua kelas meminta terima kasih kepada grandpa.


"Sama-sama nak. Kalian mau masuk atau bagaimana?"


"Sepertinya kami langsung pulang saja grandpa soalnya besok kami sekolah." Rahmat menolak tawaran grandpa untuk mampir secara halus.


"Ya sudah kalau begitu. Andre, Seven dan beberapa supir akan mengantar kalian pulang. Rahmat, tolong atur tempat duduk teman-temanmu sesuai arah rumahnya ya."


"Baik grandpa."


Teman sekelas Anna pun pulang ke rumah mereka masing-masing. Sedangkan Anna sekarang tengah dibopong oleh Martin ke kamar karena ia ketiduran.