First Time

First Time
Lamaran



Setelah adegan first love nya Anna, sekarang giliran Andre yang terkena hukuman. Ia harus memilih truth or dear yang pertanyaannya akan diajukan oleh Anna.


"Truth aja deh." Andre memberikan pilihannya.


"Pertanyaannya. Jika misalnya seseorang yang kakak cintai akan tunangan dalam 15 menit lagi, apa yang akan kakak lakukan?"tanya Anna.


"Tunggu sebentar aku akan ke toilet dulu." Andre meminta izin untuk ke toilet walau sebenarnya ia ingin mengambil hadiah untuk seseorang.


"Ngelak dah tuh, takut kak Tuti diambil orang."Keluh Anna karena Andre pergi tanpa persetujuan yang lainnya.


Setelah menunggu sekitar 3 menit, Andre pun kembali ke ajang tantangan yang ia ciptakan tersebut.


"Akan gue jawab pertanyaan lo dek" jawab Andre sambil menarik hidung Anna.


"Jawab aja susah banget sih." Kesal Tuti.


"Alah, modus doang tuh Tut. Biar lo perhatiin." Timpal Seven.


"Mau dijawab gak nih?"


"Silahkan prince" Nur berdiri dan memberikan hormat serays mempersilahkan Andre untuk menjawab.


"Baiklah saya akan menjawabnya." ucap Andre berwibawa.


"Kalo misalnya cewek yang gue sukai bakal tunangan 15 menit lagi, maka gue akan melamar dia lebih dahulu." Andre beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke arah Tuti, wanita yang selama ini ia cintai.


Andre menghanpiri Tuti dan mengeluarkan kotak merah kecil dan berlutut dihadapan Tuti.


Sejak Andre berlutut dihadapan Tuti, semua mata telah tertuju kepadanya. Bahkan obrolan penting Darman papa Martin dan Grandpa pun tertunda.


"Lo, gak becanda kan Ndre?" tanya Tuti dengan sedikit terkejut melihat tingkah Andre.


"Gue serius!! Gue udah lama suka sama lo dan gue udah siap buat ngelamar lo dan nikah sama lo. Gue tahu ini terlalu cepat. Gue tahu lo belum siap, jika lo nolak gue........"


"Yes, I do." jawaban Tuti membuat Andre kaget tak kepalang.


"Lo serius,Tut? Gue gak mimpi kan?" tanya Andre meyakinkan pendengarannya.


"Bener. Gue nerima lo. Gue juga sebenarnya udah lama sih, suka sama lo. Gue takut misalnya cinta gue bertepuk sebelah tangan manhkanya aku gak nunjukinnya ke kamu." jelas Tuti.


"Ehemmmmm!! Ini acara siapa ya? Lagian nih kak, adek baru aja nikah lo mau nikah juga. Kasihan tuh kak Seven selalu didahuluin sama kita." Sergah Anna.


"Emang gue pikirin? Lagian siapa suruh kakak kita itu menjomblo. Jomblo karatan lagi."


"Ampuni hamba Tuhan. Atas dosa yang saya lakukan sehingga saya masih menjomblo sampai saat ini, sampai-sampai kedua adek saya mendahului saya." Seven menangis tersedu-sedu. Ini bukan tangisan aslinya, namun ia hanya berakting karena ia selalu dipojokkan oleh kedua adeknya.


"Alah, ngedrama lo bang. Mending sama gue aja." Jernih menawarkan dirinya karena ia juga jones alias jomblo ngenes.


"Gak mau gue sama cabe kek lo. Amit-amit cabang bayi!!!" Seven mengetok meja dengan tangannya seakan-akan ingin menjauhkan dirinya dari kesialan.


"Memang bang untuk saat ini lo gak mau nerima gue, cepat atau lambat lo pasti suka sama gue." Jernih terus saja menggoda Seven sehingga gelak tawa pun tak bisa dielakkan lagi.