
"Seven, pagi ini kamu ikut Anna untuk pergi ke sekolah. Kamu yang menangani urusan sekolah selama enam bulan ke depan, sedangkan Andre akan mengurus pabrik." ucap grandpa disela-sela sarapan mereka.
Keluarga Hilarius sudah bisa berbicara ketika makan mulai saat barbequan pas acara ulang tahun Anna.
"Kenapa bukan kak Andre saja yang melanjutkan pabrik grandpa ?" tanya Martin.
"Cucu mantuku sudah mulai bisa bertanya yah. Ini dikarenakan karena sekolah kita sedang kekuranga guru. Dan untuk jabatan kepala sekolahnya akan dipegang oleh Seven." jelas grandpa.
"Mengapa bukan Andre? Itu karena Andre tidak akan fokus dengan pekerjaannya. Ia akan terus menjahili adiknya, menggoda para wanita dan dia tidak memiliki basic dalam pendidikan." terang grandpa.
Di sekolah.
"Selamat pagi anak-anak, kita akan kedatangan guru baru. Lebih tepatnya kepala sekolah yang baru dan juga guru fisika baru di sekolah kita. Mari kita sambut bapak Seven Hilarius Prasetya sebagai kepala sekolah dan ibu Sofia Anggara sebagai guru fisika baru kita." Kepala sekolah lama memperkenalkan Seven dan Sofia pada saat apel pagi di lapangan SMA Budi Bakti.
"Baik, kami persilahkan untuk kedua guru baru untuk memperkenalkan diri." lanjut Kepala sekolah lama.
"Baik, perkenalkan nama saya Seven Hilarius Prasetya, saya cucu dari pemilik yayasan sekaligus pemilik sekolah ini. Saya lulusan manajemen, dan saya akan menjadi kepala sekolah baru disini. Saya juga mohon kita bisa berkerja sama karena saya masih baru dengan jabatan ini." Seven memperkenalkan dirinya dan mempersilahkan Sofia untuk memperkenalkan dirinya juga.
"Perkenalkan nama saya Sofia Anggara. Saya jurusan Fisika. Jika kalian mengenal Firman Anggara di kelas X MIA A, itu adalah adik saya. Saya memiliki hobi fotografi. Mohon kerjasamanya."
"Ada yang ingin kalian tanyakan?" tanya kepala sekolah lama.
"Saya mau nanya nih pak, ibu cantik ini single atau jonblo sih pak?" tanya seorang siswa dari belakang.
"Gue mau nanya pak. Apa bener kepala sekolah kita jones? Kalo memang iya, dia cocok tuh sama guru baru." Anna melontarkan pertanyaan konyolnya dan membuat emosi Seven semakin membara.
"Untuk Anna Hilarius Prasetya silahkan maju ke depan jika ingin mendapatkan jawabannya." Seven memanggil nama lengkap Anna dan membuat semua orang terkejut mengingat nama belakang Anna dan Seven sama. Mareka lupa jika Anna juga cucu pemilik sekolah ini.
"An, dipanggil tuh sama kakak." Martin yang sedari tadi melihat tingkah konyol Anna, ia menyuruh Anna untuk menghadapi kakaknya.
"Belain trus tuh kakak ipar." dengus Anna yang membuat Martin mendorong tubuh Anna untuk maju.
"Auh sakit kak!!! Adek sendiri kok dijewer sih? Aku lapor ke grandpa ya." Anna mengaduh sakit karena mendapat jeweran telinga dari Seven.
"Mangkanya jadi adek itu gak boleh kurang ajar." Seven juga menimpali tingkah konyol Anna.
"Ish awas ya, aku aduin ke grandpa karena udah mempermalukan queen." Anna mengambil HP dari sakunya dan mencari nomor grandpa.
"Kak, kembaliin HP nya." Anna merengek karena HP nya sudah diambil oleh Seven.
Adegan rebutan HP pun menjadi tontonan pada saat apel pagi tersebut.
Seseorang dari belakang tersenyum melihat tingkah Anna dan mengambil beberapa potret Anna yang sedang mencoba merebut HP nya kembali. Seseorang tersebut cukup puas dengan jepretannya tersebut.