First Time

First Time
Happy family



"Ok harap perhatiannya sebentar. Ada sesuatu yang mau gue omongin ke kalian semua." Anna mulai menertibkan teman


sekelasnya karena sedari tadi ribut. Maklumlah, kan gurunya gak masuk.😂😂😂


"Mau ngomong apa sih Queen?" Maco meledek Anna dengan sebutan Queen yang sering dijadikan sebaga nama panggilan Anna di rumah.


"Bisa diam gak sih mulut loh, Co." semprot Nur.


"Mau denger gak? Ya udah kalo gak pada mau makan gratis di rumah gue besok ama lusa." Anna mengeluarkan jurus ampuh agar semua temannya diam, walaupun hanya sejenak.


"Ada acara apaan An?" tanya Rahmat sebagai ketua kelas.


"Nih, surat undangan buat sekelas. Lo bacain biar seluruh kelas denger. Pan semuanya budeg." Anna memutarkan bola matanya jengah.


"Ya kali An. Sama teman sendiri. Gue baca. Lo diem semua ya. Gak usah banyak omong."


"Siap, ndan. Auuuhhhh" Maco mengaduh karena mendapatkan jitakan dari Martin.


"Ok gengs. Isi surat undangannya yaitu : besok acara tunangan Anna sama Martin jam 10 : 00 gak boleh telat katanya disini bertempat di rumahnya Queen Hilarius Prasetya. Ya kali An, lo nulis keterangan waktu ama nama lo."


"Gue kesal. Rata- rata nih ya, lo semu itu pada molor semua waktunya. Langsung lo baca selanjutnya Rah."


"Acara lainnya yaitu : Anna sama Martin nikah lusa dari jam 09 : 00."


"What...!!!!!!" sekelas serempak. Bagaiamana tidak, barusan juga kemaren si opa bilangnya cuman tunagan eh, malah langsung nikah.


"Serius loh An. Giman sekolah lo ntar kalo lo udah nikah?" tanya Jernih.


"Gue sama Anna bakalan tetap sekolah kok. Dan gak usah banyak nanya ya. Gue sama Anna lagi stres mikirin ini." Martin menjawab pertanyaan Jernih dan menarik tangan Anna keluar menuju ruang BK.


"Ngapain kita ke guru BK?" tanya Anna.


"Kamu lupa? Kita mau fitting baju Anna."


"Eh, iya gue lupa. Napa kecepatan sih?"


"Nurut aja sih napa? Gak usah banyak tanya."


*****


"Gimana ma bajunya bagus gak?" tanya Anna yang mengenakan gaun putih kembang dengan butiran mutiara disekeliling pinggang paju. Kain putih transparan dibagian atas.


"Perfect sayang. Itu gaun buat nikahan. Satu lagi gaun ya yang harus kamu cobain."


"Ma..........gimana ini??" teriak Martin dari ruang ganti.


"Buset dah lo. Pecah telinga gue lu buat bege." Anna menutup telinganya dengan kedua tangannya.


Martin POV


"Ma........gimana ini??" aku teriak dari ruang ganti karena jas yang gue kenakan bukan selera gue banget.


"Segitu gede ya suara gue? Sampai-sampai si bemut menutup kupingnya?" batin gue.


Bentar deh, kayaknya ada sesuatu yang jarang gue tengok deh. Itu si Anna make gaun rambut diikat gulung tinggi menunjukkan lehernya. Sejenak gue gak bisa berkedip. You know lah, si bemut gak pernah make baju kek gitu. Palingan cuman makeÄ· celana jeans sama kaos longgar.


"Nengoknya gak gitu juga deh. Gue tahu lo terpana ngeliat gue makek baju kek ginian."


memang sih, yang dikatakan sama si bemut bener, ya yang namanya cowok ya jaga image dong. Jurus pura-pura gue ya, gue keluarin.


"Seenak jidat lo aja deh. Mana ada gue demen ngelihat cewek dengan tubuh tepos, wajah biasa aja, gak ada lebih-lebihnya."


"Ya elah, jujur aja kali."


"Lanjutin baju yang satunya lagi An. Gak usah diladenin."


"Mweeek" Anna menjulurkan lidahnya mengejek Martin.


*********


Anna POV


"An, buruan gih turun. Tamunya udah pada dateng tuh dek. Kayaknya, calon mertua lo gak sabar deh buat gendong cucu." goda Kak Andre.


"Ndre, udah deh. Berhenti napa sih. Jangan jahilin dia mulu. Ayok kita antar dia ke bawah."


Untung banget Kak Seven datang. Kalo gak.....Gak ada lagi yang namaya party setelah itu.


"Tuh, Anna udah dateng"


"Cantik dia."


"Bener-bener dah, nyesel gua gak pernah nembak dia."


Itulah sepenggal ocehan-ocehan yang keluar dari mulut teman sekelas Anna.


"Baik para hadirin semua. Karena Anna dan Martin sudah tiba, maka acara pertunangannya segera kita mulai. Namun sebelumnya, kita terlebih dahulu menyapa grandpa Markus dulu. Selamat pagi opa."


"Selamat pagi." Grandpa Markus membalas sapaan mereka.


Seketika gue merasa ilfil melihat tingkah opa. Gue bergidik ngeri melihat tatapan menggoda opa buat mc.


"Pasangan yang akan bertunangan silahkan mendekat. Waktunya untuk...............tukaran cincin!!!!!" Seketika suasana heboh. Suara riuh keluar dari mulut para tamu undangan.


Adegan ini lah yang paling gue benci. Tukar cincin. Yap, sudah selasai. Gue sama si bege resmi bertunangan. Seketika keluarga gue bersorak ria setelah acara tukar cincin selesai.


**Author minta maaf, karena jalan ceritanya kebanyakan skil. Mau gimana lagi coba? Kejar tayang guys.


Sekedar info. Author kayaknya bakalan up tiap hari deh.


See You* readers.***