
...-Day 5, Kehebohan di sekolah-...
“Anjir lo bikin satu sekolahan rame tau gak!” Cerocos Yudha saat mereka baru sampai di kantin.
“Maksud lo?” Tanya Kaivan mengangkat sebelah alisnya.
“Iya lo bikin siswi sekolahan ini pada patah hati. Perasaan lo kan termaksud siswa baru nih tapi napa bisa fans lo seambrek itu anjir” heboh Yudha sambil menyeruput es teh pesanannya.
“Lo ngomong apaan sih nyet” kesel Kaivan yang masih belum paham topik pembicaraan Yudha.
“Lah anj*ng malah ngegas! Gara-gara postingan lo kemarin semua fans lo pada patah hati noh. Lagian seganteng apa sih lo murid baru aja fans udah menggunung” ketus Yudha meneliti wajah Kaivan.
“Postingan?” Gumam Kaivan mengingat postingan apa kemarin.
“Foto lo ma sama cewek di pantai” ucap Yudha memberi clue.
Karena postingan Kaivan kemarinlah yang membuat dirinya menjadi pusat perhatian hari ini. Tapi memang dasarnya Kaivan yang tidak peka atau dalam mode cuek bebek jadi dia tampak santai saja.
Walau pun Kaivan termasuk siswa baru tapi tidak hayal banyak siswi yang menyukainya, siapa sih yang tidak kepincut hatinya pada pria tampan yang baik hari seperti Kaivan. Terlebih postingan Kaivan kali ini membuat seluruh fansnya patah hati dan bertanya-tanya siapa sih cewek yang berhasil merebut hati pujaan mereka.
Tak banyak dari mereka merasa familiar dengan cewek di postingan Kaivan. Sayang sekali foto itu di ambil secara siluet dan posisi dari samping menambah rasa penasaran fans Kaivan.
“Oh” sahut Kaivan terkesan santai dan malah senyum-senyum sendiri. Dasar si bucin tapi kagak mau cepet ngaku.
”Enteng bener tuh mulut jawabnya, btw gue kek familiar banget ya sama tuh cewek yang foto ma lo” uca Yudha mengusap dagunya.
“Sok tau loh” sewot Kaivan beralih pada semangkuk baso yang baru saja di sajikan.
Jika Kaivan asik menikmati basonya maka beda hal dengan Yudha yang terus berpikir sambil menatap Kaivan. Sampai wajah seseorang terlintas di kepala Yudha.
“Ayli kan” singkat Yudha tersenyum miring.
“Uhuk uhuk uhuk” Kaivan auto tersedak baso mendengar ucapan Yudha.
“Jadi bener? Lo kencan sama si neng cuek bebek?!” Heboh Yudha.
Kaivan memutar bola mata malas menanggapi pria satu itu. Tingkat kekepoannta udah persis kayak mamanya sendiri.
Kaivan berdehem, “Kalo iya kenapa?”
“Ya enggak papa sih, moga sukses aja deketinnya” sahut Yudha tersenyum menepuk bahu Kaivan.
“Hmm” gumam Kaivan menunduk menahan senyum setiap mengingat perjuangannya di balik foto itu.
Kaivan harus meminta tolong pada seseorang tanpa sepengetahuan Ayli dan meminta orang itu untuk memfotonya. Lebih tepatnya Kaivan membayar orang itu. Tapi jangan salah sampai di rumah kemarin Kaivan mengirum semua file pada Ayli dan memceritakan semuanya.
Tadinya Kaivan berpikir bahwa Ayli akan marah, tapi ternyata gadis itu hanya tersenyum menanggapinya. Dari mana Kaivan tau? Karena kemarin Kaivan sengaja vidcall setelah mengirim semua file foto itu.
Tapi satu yang Ayli tidak tau, yaitu postingan Kaivan yang berisi foto mereka berdua.
————
Di meja belajarnya Ayli menatap beberapa foto di laptopnya, sesekali senyum terbit di wajahnya. Sampai tangan Ayli menggeser laptopnya ke arah bingkai foto bundanya.
“Bunda lihat deh, ini foto aku sama Ian kemarin” ujar Ayli menunjukkan semua foto di laptopnya.
“Bunda tau gak sih, Ian bahkan rela bayar orang cuma buat ambil foto kita berdua. Bunda tau kan Ayli susah banget di ajak foto dan itu salah satu alasan Ian”
“Bunda, kalau Ayli boleh jujur. Ayli bahagia bun”
“Bunda, kenapa ada rasa sakit di sini” gumam pria itu mengusap dadanya lalu berbalik pergi menjauh dari pintu kamar Ayli.
Pria itu adalah Farel, tadinya ia ingin mengambil minum tapi entah mengapa rasa penasarannya hadir saat melihat pintu kamar Ayli yang tidak tertutup rapat. Farel mendekat dan menguping setiap ucapan Ayli dari balik pintu. Dari sini ia mulai penasaran dengan sosok pria bernama Ian yang berulang kali Ayli ucapkan.
Sampainya di kamar Farel duduk di pinggir ranjang. “Ian? Siapa dia? Apa pria yang sering bersamanya akhir-akhir ini?” Gumam Farel.
“Aaargh!! Sial! Ngapain sih gue mikirin tuh anak pembawa sial! Bodo amat lah” kesal Farel membanting punggungnya ke belakang. Otak dan hatinya sedang tidak sinkrons saat ini.
“Udah lah Rel enggak usah di pikirin yang ada lo kenak sial” ucap Farel mendoktrin dirinya sendiri.
“Iya! Lo bakal kenak sial kalo ikutan mikirin dia” sambung Farel mengacak rambutnya.
————
Hari semakin siang dan Ayli baru saja selesai menata bunga ditaman kecilnya. Kemarin Ayli sempat membeli beberapa jenis bunga cantik di pantai. Dan baru saja ia selesai mengurusnya.
“Huh, selesai juga. Bunda pasti seneng banget kam aku tambahin beberapa bunga cantik ini” gumam Ayli menyeka keringatnya.
Tring
Ponsel Ayli bunyi berisi pesan masuk. Ayli beralih duduk di bangku taman membuka ponselnya.
*Ian rese**🤓
Aku udah di depan gerbang samping nih, bukain dong Ay panas banget😁
13.41*
“Ian di depan?” Gumam Ayli berlari membuka gerbang dan benar saja Kaivan sudah berdiri di samping motornya dengan dua kantong di kedua tangannya.
“Nih bawain Ay, aku mau dorong motor aku masuk dulu” Ayli mengambil dua kantong dari tangan Kaivan dan membiarkan pria itu memasukkan motornya di lahan yang tidak begitu luas.
“Ngapain ke sini sih? Kenapa enggak langsung pulang?” Tanya Ayli masih berdiri di samping Kaivan yang menaruh helmnya.
“Mo makan siang bareng kamu Ay, soalnya aku tau kamu pasti belum makan siang kan” tebak Kaivan menjawil hidung Ayli.
“Sok tau!” Ketus Ayli, padahal tebakan Kaivan benar banget. Bukan makan siang sih tepatnya belum juga sarapan sampai jam makan siang datang. Ini mah kalo pria di depannya tau bisa ngomel.
Kadang Ayli sendiri bingung dengan hubungan mereka, semakin dekat tapi tidak ada status terikat diantara keduanya seperti pacaran mungkin. Atau hanya Ayli saja yang mulai baper dan berharap lebih?
“Ay, kog ngelamun sih” ucap Kaivan menyadarkan Ayli.
“Enggak kog, udah yuk duduk di taman lagian gue mau lihat lo bawa makanan apa?” Sahut Ayli melangkah lebih dulu di ikuti Kaivan di belakangnya.
“Pokoknya harus enak, kalo enggak enak awas aja lo Ian” tuding Ayli dibalas kekehan Kaivan.
...****...
.
.
.
.
...Kaivan & Ayli...