First Love Greeting

First Love Greeting
First Love Greeting 30




...-Day 4, Postingan Kaivan-...


Hari semakin petang, Ayli dan Kaivan masih saja asik membuat istana pasir di bibir pantai dekat gazebo. Seharian mereka habiskan mulai dari menikmati jajanan yang tersedia di pantai ini, bermain air sampai membangun istana pasir.



Ayli tak hentinya tersenyum atau pun tertawa, hari ini gadis itu terlihat sangat bahagia hanya karena hal kecil. Kaivan semakin kagum dan jangan tanyakan rasa cintanya yang kian membesar setiap menatap wajah cantik berseri Ayli.


“Pokoknya yang kali ini enggak boleh kenak ombak Ian” gumam Ayli dengan nada kesal.


“Iya, kali ini enggak akan kenak ombak kog Ay” sahut Kaivan dengan tangannya yang terus terampil membuatkan istana pasir untuk Ayli.


Tadi nya mereka sudah berhasil membuat istana pasir dengan ukuran besar tapi sayangnya diterjang ombak membuat Ayli jadi kesal. Salah Ayli juga sudah di ingatkan Kaivan untuk tidak membangun istana pasir dengan jarak sedekat itu dengan ombak.


Ayli yang ngeyel berakhir dengan istana pasir yang terhempas ombak, belum lagi Ayli memfotonya sudah hancur saja. Jadilah Kaivan membuatkannya lagi di bantu Ayli yang terus mengomel kesal.


Hari ini Kaivan menyadari bahwa gadis di depannya ini bukanlah gadis pendiam. Ayli banyak bicara dan suka mengomel mungkin karena hanya ada Kaivan di sini. Bersama Kaivan, Ayli menunjukkan sikap aslinya. Gadis yang manja, banyak bicara, dan sedikit bar-bar alias jail.


Contohnya seperti siang tadi saat mereka sedang berjalan santai, Ayli dengan jail menarik tangan Kaivan ke arah ombak yang datang. Alhasil baju Kaivan basah terkena air dan terjadilah perang air.


“Dah jadiii” “Horeee” pekik mereka bersama melihat istana pasir yang selesai.


“Mana ponsel ku mana ponselku” gumam Ayli mencari ponsel lalu memotret hasil istana pasir buatan mereka.



Ayli menunjukkan ponselnya pada Kaivan. “Bagus kan?” Kaivan mengangguk.


“Sini Ay kita foto bareng” ajak Kaivan menaruh ponselnya di atas pasir bersandar pada botol mineral menghadap pada istana pasir dan wajah mereka.


Cekrek


Cekrek


Cekrek


Berbagai pose mereka abadikan bersama istana pasir itu.


“Mau pulang sekarang apa nunggu su-“


“Nanti dulu” sahut Ayli memotong ucapan Kaivan.


Kruck kruck


Ayli memegang perutnya yang bersuara lalu menyengir lucu kearah Kaivan. “Laper” gumam Ayli mengerucut bibirnya.


“Hahaha kau sudah lapar lagi tuan putri? Baiklah kalau begitu kita makan di sana” tunjuk Kaivan pada resort pinggir pantai yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


“Let’s go” Ayli bangkit menarik tangan Kaivan dengan semangat.


“Gue mau makan seafood yang banyak pokoknya, cepet jalannya Ian” sambung Ayli.


“Jangan lari Ay nanti jatuh”


————


Malamnya Yudha memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah Kaivan, pria itu sengaja datang setelah pesan dan telponnya tidak diangkat atau pun di balas. Emang enggak takut kalo di rumah enggak ada orang napa nih si Yudha.


“Awas aja kalo ketemu ye gue bejek-bejek tuh si ikan kakap” kesal Yudha berjalan mendekati pintu utama.


Baru saja ia akan mengetuk pintu, tiba-tiba pintu sudah terbuka dari dalam. Dan ternyata Ziya mama Kaivan yang membukanya.


“Mas nya cari siapa ya?” Tanya Ziya saat mendapati Yudha di depan pintu rumahnya.


“Eh tante, salam kenal tante saya Yudha temennya Kaivan” ucap Yudha menyalami tangan Ziya sebagai bentuk sopan santun.


“Oh iya, saya mama nya Kaivan. Silakan masuk nak Yudha” Ziya mempersilakan Yudha masuk dan duduk di ruang tamu.


“Cari Kaivan ya?” Tanya Ziya setelah meminta pelayan untuk menyiapkan minum dan camilan.


“Iya tante, mau ambil buku punya saya ketinggalan kemarin waktu belajar bareng di sini” jelas Yudha, kebetulan saat kemarin mereka mengerjakan tugas di rumah ini orang tua Kaivan sedang keluar kota.


“Oh gitu, tapi Kaivannya masih belom pulang masih diperjalanan” ucap Ziya bersamaan dengan pelayan yang menyajikan minum.


Ziya menanggapi dengan senyuman, sepertinya pria seumuran anaknya ini tidak tau kemana putranya pergi. “Silakan diminum nak Yudha. Mungkin enggak akan lama lagi Kaivan dateng biar tante telpon dulu ya”


“Iya tante, makasih tante” sahut Yudha.


Ziya bangkit untuk menghubungi putranya itu sudah sampai mana.


...Via telpon...


“Halo sayang, kamu udah sampai mana? Jangan terlalu malam pulangnya, seharian kamu keluar bawa anak orang lagi takutnya nanti Aylinya kecapekan” Ziya menasehati putranya saat sambungan sudah terhubung.


“.....”


“Iya udah hati-hati kalo gitu ya, mama titip salam buat Ayli. Bilangin kapan maen ke rumah? Mama udah lama banget enggak ketemu sejak terakhir kali kejadian itu” Ziya memang tau kemana putranya pergi dan dengan siapa.


Ziya percaya bahwa Ayli adalah sosok gadis yang baik hati. Naluri seorang ibu memang tidak pernah salah.


“.....”


“Oh iya ada temen kamu ke rumah katanya mau ambil buku. Jadi cepetan pulang ya kalau udah anter Ayli. Mama tutup ya sayang, daa” sambungan terputus Ziya pun kembali menemani Yudha di ruang tamu sekedar berbincang ringan”


————


Kaivan menatap Ayli yang baru saja masuk ke dalam mobil dengan sekantong kresek berisi camilan yang ia beli di indomar*t dekat komplek mereka. Kaivan sendiri sengaja menunggu di dalam mobil untuk menerima panggilan telpon dari ibu negara.


“Gue lama ya, maaf ya” ucap Ayli memangku belanjaannya.


“Enggak kog Ay, tadinya aku mau nyusul setelah mama selesai telpon eh kamunya udah nongol aja” sahut Kaivan.


“Udah enggak ada yang mau di beli lagi?” Tanya Kaivan mengingatkan Ayli mana kali masih ada yang ingin gadis itu beli.


“Enggak deh, ini udah banyak banget buat stok beberapa hari kedepan. Harus hemat enggak baik boros-boros” ujar Ayli membuat Kaivan terkekeh.


“Oke, aku anter kamu sekarang ya Ay” Kaivan mulai menyetir kearah rumah Ayli yang tidak terlalu jauh.


Kaivan menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang samping atas permintaan Ayli. Tidak tau saja, jika jam segini Farel sering bersantai di ruang keluarga dan hal itu membuat Ayli memilih lewat gerbang samping miliknya.


“Kamu bawa kunci pintu kamar?” Tanya Kaivan saat mereka keluar dari mobil.


“Always, kan ini jalan pribadi gue otomatis gue punya kunci akses pintunya.” jawab Ayli sambil mengeluarkan kunci pintu kamarnya.


“Yaudah sana gih cepetan masuk, mandi trus istirahat. Aku pamit pulang ya Ay” pamit Kaivan.


“Hati-hati ya Ian and thanks for today” ucap Ayli sebelum masuk ke dalam.


Kaivan tersenyum lalu masuk ke dalam mobil, sejenak dirinya masih terdiam belum juga beranjak pergi. Mengingat sesuatu Kaivan mengeluarkan ponselnya dan memposting satu foto di instagram pribadinya.


Kai_tama



Keep happy beautiful angel🖤


6.549 like 179 komentar


*YudhaTampan_ **oh gituuuuu! Jadi lo pergi kencan dan biarin gue di hukum panas-panas hormat tiang bendera! Emang kamvret lo ikan Kakap!*


*Kai_tama @YudhaTampan** bacot lu anak kucheng🙃*


Kaivan tertawa setelah membalas komentar Yudha dan langsung memutuskan untuk pulang sebelum temannya itu berubah menjadi singa yang siap menerkamnya.


Di rumah Kaivan tampak Yudha dengan wajah ditekuk mematap ponselnya, apa yang harus ia lakukan untuk membalas temannya itu.


...****...


.


.


.


.


...Kaivan & Ayli...