Ex-love

Ex-love
Aku Baik Baik Saja Kok!



Setelah Niel mencium Rin dengan penuh terima kasih, Rin seketika dadanya menjadi sesak karena saking kaget nya. Rin sangat senang dan memeluk erat sambil mengatakan.


"Aku senang Niel, sungguh!" Ucap Rin.


"Kalau begitu terima kasih, sekarang pulanglah!"


"Baik."


Kebesokannya Rin menceritakan pada Zahwa apa yang telah terjadi karena suruhan nya. Zahwa bukannya cemburu, tapi terharu, iya! Karena dia bersyukur ada yang menjaga Niel selagi tidak ada.


"Nee Zahwa, tolong jangan bilang aku menjaga nya lagi! Aku cuma menemani doang lo!" Rin cemberut karena Zahwa mengucapkan hal yang melebih- lebihkan.


"Tapi apa kau senang Rin?" Ucap Zahwa sambil cekikikan.


"Tapi kau sebelum nya pernah di cium oleh Niel?" Rin merasa khawatir karena merebut ciuman pertama nya.


"Tak masalah, dia paling manja kepadaku kok! Sudah berkali-kali malahan, tapi cuma pipi."


"Haaa? Benarkah?? Sudah berapa kali??"


Akhirnya mereka mengakhiri nge-chat nya, Rin sudah meminta kontak Niel jadi dia memutuskan untuk mengirim pesan untuk Niel.


"N-i-el a-paka-h kau sudah makan? Nah, sip, ku kirim!" Kebiasaan Rin adalah nge-Chat sambil mengeja.


...Sementara itu Niel......


tutut tu tuuu tut (anggep aja notifikasi)


"Wah buku ini bagus juga, besok aku akan memborong seri nya lagi!" Tak menghiraukan pesan ponsel nya.


Saat pagi nya, Niel terlambat 5 menit untuk waktu berangkat, takut ada hambatan, dia menggunakan sepeda lagi. Dan Rin ternyata sudah menunggu nya di luar.


Saat hendak keluar gerbang, Rin memanggil, "Niel, kita akan berangkat bersama kok."


"Waah Rin??!! Kenapa kau disini? Ayo cepat naik sepeda bersama ku!" Menyuruh Rin menaiki sepeda.


Karena waktu biasanya berangkat Niel adalah pukul 05:55 dan sekarang 06:00, masuk sekolah jam 06:15


Dan Rin merasa Niel sangat lama untuk berjalan, cuma selisih 5 menit loh, itu lama, Rin menanyakan 1 pertanyaan.


"Tak apa Niel, Kita jalan saja! Kau memangnya saat berjalan apa yang membuat nya lama? Padahal Bisa sampai hanya 10 menit dari sini?" Rin ternyata menanyakan banyak hal.


"Ahhh, biasanya aku mampir sebentar 7 menit di toko buku untuk melihat edisi edisi terbaru bila waktu nya senggang banget." Mengatakan sambil menggaruk kepala nya seakan ekspresi polos.


"Ya sudah ayo berangkat!" Menarik tangan Niel dengan sennyuman tulus.


Saat Niel menuju kelas, Kazurito meminta Niel untuk mampir ke latihan JUDO, dan Niel menerima nya karena ingin nostlagia saja. Sebelum sepulang sekolah Sanjirou ingin melatih fisik nya di depan Niel, Niel menolak nya dengan halus dan akhirnya selamat.


"Aku masukk, guru... apa kau masih ingat dia? Niel loh." Seru Kazurito karena sang jagoan "Niel" telah kembali.


"Wahh Kazu-senpai, guru sedang tidak ada, terus... siapa dia?" Ucap Gyousai, seorang junior Kazurito.


"Dia Niel, murid lama yang sudah keluar."


"Salam kenal Niel-senpai, namaku Gyousai." Gyousai menundukkan kepala, karena orang yang di dekat senpai nya pasti orang hebat.


"Kazu, aku hanya melihat-lihat saja ya." Niel meletakkan sepatu dan menuju ruang utama.


Niel sangat terkejut, karena lobby JUDO nya bertambah besar dan luas. Niel mengecek matras, dan peralatan lainnya, ternyata masih baru. Mengingat kemampuan nya melemah, Niel hanya pasrah saja dan mengingat skill apa yang dimiliki nya.


"Hei hei, kau siapa? Anak baru?" Kara yang sok tengil ini juga merupakan junior Kazurito.


"…" Niel tak menjawab.


"Songong juga kau." Meluncurkan tendangan kaki yang kuat ke arah kepala Niel.


Niel tak memasuki mode amarah, namun dengan tangkisan nya malah membuat kaki Kara keseleo.


Niel menekukkan kaki Kara hingga terjatuh, untung saja Niel tidak berlebihan dalam melakukan nya, karena bisa membuat nya tak bisa berjalan-jalan.


"Akhhhh, berani juga ka-, Ahhh sakitt, tolongg!" Kara terlihat kesakitan.


"Duhh, dasar merepotkan, sini kubantu." Niel kesal karena dia menangis keras.


Kazurito mendengar tangisan nya dan segera kesana. Ternyata Niel sedang menggendong Kara ke tempat pertolongan pertama. Setelah kara di obati, malah Kara terkena bentakan dari Kazurito.


Seisi tempat JUDO menjadi ramai karena sang Kara yang juara judo bisa si tangkis tendangan nya oleh seseorang selain Kazurito dan guru nya sendiri.


"Hei, nama mu Kara ya? Seperti nya aku mengenal mu?" Niel seperti telah bertemu dengan nya.


"Maaf Niel-senpai, aku sampai menendang mu, penampilan mu sudah berubah, aku tak mengenal mu."


"Tak apa, maafkan aku juga, sampai membuat kaki mu sakit." Niel masih tampak kesal dengan Kara.


Sebenarnya Kara masih berumur 4 tahun disini, hanya melihat kakak nya yang latihan JUDO. Semua murid mengenal Niel karena pernah mengalahkan Kazurito dalam sebuah turnamen.


Seketika kakak nya Kara menjadi sangat iri terhadap Niel, Kakaknya Kara yang bernama Kuraki ini berencana membuat Niel cedera dengan memojokkan Niel ke luar dan membuat tangan nya patah.


Rencana ini di ketahui oleh adiknya, Niel di ajak keluar lapangan untuk menghirup udara segar.


"Niel, kemungkinan ini kesempatan terakhir ku disini" Kuraki menatap tajam Niel.


"Apa maksud-" Niel di pegang kedua tangan nya hingga tak bisa bergerak.


"Maaf Niel, aku membenci-" Kuraki aba-aba memukul keras bahu Niel yang sudah di pegang.


Kratakkk


Akhirnya tempurung kaki Niel yang keras mengenai dagu Kuraki hingga lidah nya tergigit. Teman Kuraki yang khawatir segera melepaskan Niel dan mengangkut Kuraki untuk berjalan karena mulutnya sudah berdarah.


Kara yang melihat nya segera melarikan diri karena melihat tatapan membunuh Niel yang kuat. Keesokan-nya Niel di panggil ke ruang kantor JUDO, akhir nya Niel di keluarkan karena bagi semua dewan guru, Niel adalah murid yang berbahaya.


"Kara, apa kakakmu sehat?" Niel menanyakan karena belum sempat berminta maaf.


"Alhamdulillah, sehat kok"


"Ya sudah, sampaikan maaf ku kepadanya, Aku pulang dulu Kazurito"


Saat Niel hendak keluar dari tempat pelatihan, tampak Rin sedang berbicara dengan Pria besar. Niel mendatangi keduanya.


"Rin kenapa kau ada disini?" Mengatakan suara yang lantang.


"Siapa ka-" Ucapan Niel terhenti karena...


"Wahh Niel, bagaimana kabar mu? Kau mampir kesini ya?" Ternyata Guru Niel yang berbicara kepada Rin.


"Ohh Guru, bagaimana kabar mu juga?" Hati Niel lega.


"Baik, waktu sudah sore, pulanglah!" Waktu menunjukkan jam 16:45 .


"Yaa, Rin, kau sudah mengenal nya? Dia guruku"


"Yaa, aku sudah tau kok, ayo pulang." Rin mengulurkan tangan.


"Haha, tak kusangka Niel juga bisa pacaran." Ucap Guru Niel.


"Tenyata kau juga mengerikan yah Niel" Rin sudah tahu semua karena mendengar cerita Guru nya.


"Sudahlah, jangan Hiraukan dia"


Mereka berdua berpisah dan saat Niel hendak membeli buku, ada sesorang yang mengajak nya berbicara karena kenalan lamanya.


Bersambung.