Ex-love

Ex-love
Drama Yang Sempurna Karena Cinta



"Dek Niel. Besok sore bisa interview ?"


"Bisa Pak. Makasih banyak Pak."


"Saya tutup. Selamat malam." telepon di tutup.


Sekolah Mezamu, pagi ini banyak pengunjung yang mampir melihat bazar, dan pentas. Dan tujuan kelas 1-2 adalah mendapatkan kupon paling terbanyak, dengan mengumpulkan semangat bagi setiap teman yang gugup atau takut.


Info dari Exeniel.


Kita bisa sebutin kelas seperti ini.


Kelas 1-3 (1-A)


Kelas 1-2 (1-B)


Kelas 1-1 (1-C)


Niel baru pertama kali tidur yang nyenyak, 8 jam tidur. Pagi nya latihan naskah dan interview, karena sudah membaca panduan kemarin, Niel merasa hanya kemampuan bercakap yang mampu memperbaiki kesalahan tata krama berucap.


Berjalan menuju sekolah, Niel menjadi lihatan warga karena wajah nya. Ya begitulah, para siswi SMP pun ingin bicara dengannya, apalagi Kameza yang benar-benar di serbu para pengunjung disana.


"Niel. Cepatlah merias dan pakai baju di sana!" suruh guru tegas.


Niel hanya di beri perapian rambut menggunakan gatsby agar lebih tegak. Menggunakan pensil alis juga biar kelihatan lebih gagah, di rekomendasi oleh tata rias nya untuk memakai lipstik.


"Dek Niel. Selanjutnya pakai lipstik ya." mbak itu mengambil sesuatu dari kotaknya.


"Jangan Mbak! Pakai yang merah lebih gelap ada?" tolak Niel yang malu membayangkan nya.


"Ada dong!"


Ketiga kalinya Niel memakai baju sumpek dan tebal, karena suhu nya dingin, Niel berkeringat lebih dikit daripada musim lalu. Agar Rin tidak kebauan dekat dengan nya, Niel memakai deodorant Hiruka yang membuatnya malu.


"Ni-Niel. Kamu pakai bekas ku?" ucap Hiruka.


"Ya. Buat hari ini saja. Karena kamu wangi terus. Jadinya minta."


Suasana kelas 1-3 cukup ramai, sibuk mengerjakan tugas nya sendiri-sendiri dan mempersiapkan drama "Orang Biasa Mencintai Putri Kerajaan" yang di perankan Kameza sebagai orang biasanya. Dan Maruko sebagai putri nya, dan Rin sebagai adik dari Kameza.


Kelas 1-2 membuat drama juga berjudul "Kisah Pangeran Yang Tertolak" yang di perankan Niel sebagai Pangeran, Akira yang menjadi Putri. Tapi meskipun begitu, Akira masih sangat gugup bergandengan dan bertatap-tatapan bersama Niel.


"Matilah aku. Ada bagian pelukan." batin Niel yang ketakutan.


Kelas 1-1 dan 3-1 tidak mengajukan pentas, tapi sebagai penutupan yang menunjukan konser musik yang meriah. Agar penonton bersenang-senang sebelum meninggalkan sekolah.


Sudah jam 9 pagi, untuk pengunjung yang mau melihat harus membawa 1 kartu kupon sebagai vote pertampilan kelas 1 sampai 3.


*Bukan kelas 1 doang. Kelas 2 & 3 juga ikut woi -_-


Setelah di rasa tidak ada lagi yang mau masuk, semua lampu di matikan. Karena lokasinya di lapangan basket, jadi para panitia membuka dikit ventilasi dan menyediakan kipas untuk para pengunjung.


...1... 2... 3......


..."Apa kabar kalian semua? Sehat?" sapa pembawa acara....


..."Ya..." Seru semua penonton yang hadir....


..."Sebagai pembukaan. Kita akan menghadirkan pertunjukan piano oleh kelas 2-3."...


Lantunan suara piano yang enak membuat suasana hati penonton lebih tenang setelah menunggu mengantri. Dan pertunjukan selanjutnya adalah campuran kelas.


..."Terimakasih kelas 2-3. Dan masih panjang loh pentas-pentas dari sekolah kami. Selanjutnya dari kelas 2-1 dan 2-2. Yang- Menampilkan drama Romeo Juliet."...


Haru penonton yang melihat adegan itu dan terpana terhadap aktor Romeo yang sangat tampan bernama Lounis dari kelas 2-2. Pentas kelas 2 di tutup dengan bergandengan tangan dan mengucapkan, "Terima kasih."


..."Karena sekarang sudah jam 09:20. Penonton jangan kemana-mana! Karena kelas 3 akan lebih seru. Dan... Silahkan kelas 3-3 dan 3-2 untuk menampilkan Panggung Komedi."...


Penonton di buat tertawa dengan tingkah kocak dan lucu karena pertunjukan itu, para penonton pun tak ada yang bosan melihat pentas di sekolah Mezamu sejak dulu.


..."Dan ini dia. Pendatang pentas baru dari kelas 1. Ayo mana tepuk tangan nya yang meriah."...


...Pak... Pak.. Pak.. Pak.....


..."Kita Mulai dari kelas 1-2 yang membawa drama berjudul 'Kisah Pangeran Yang Tertolak' akan menjadi meriah bila kalian tepuk tangan lagi. Silahkan kelas 1-2."...


Di situ, tampak Niel masuk panggung berpenampilan menawan dan cool. Para penonton bersorak keras agar drama nya berjalan lancar.


Cerita dari dalam naskah...


Pangeran: Niel


Putri: Akira


Raja: Ramu


Pendekar: Nao


"Di sebuah kerajaan barat, tinggal pangeran yang sangat ingin mencari cinta dan meminta ayahnya untuk di carikan istri, Pangeran dengan cepat menemui ayahnya sebelum berangkat ke negeri lain."


Pangeran: "Ayah. Bisakah aku mendapat istri yang cantik dan jelita?"


Raja: "Apa? Umurmu masih belum cukup untuk menikah!" kaget raja yang mendengarnya.


Pendekar: "Biarlah Yang Mulia. Tuan Niel sepertinya sudah mengerti apa arti cinta." menenangkan raja sejenak.


"Karena permintaan pangeran tersebut, Raja mengetahui kalau kerajaan aliansi nya mempunyai putri cantik dan imut yang sedang mencari kekasih nya, Kerajaan barat berangkat menuju Kerajaan timur."


"Suasana yang tadinya dalam kastil kini menjadi ruangan para tamu kerajaan yang mewah. Disitulah raja barat dan timur mempertemukan keduanya di tempat yang di sebut, 'Perlanjutan takhta'."


"Pangeran sangat takjub dengan gagahnya pemerintahan kerajaan nya dan putri yang sangat cantik dan imut."


"Putri. Perkenalkan saya Xin Cai pangeran dari kerajaan barat." pangeran memberi salam perkenalan hangat pada putri.


"Sebelumnya saya tidak mau basa basi. Karena ini waktu yang tepat. Bolehkan aku menjadi suami mu wahai Putri cantik?" kata pangeran itu di depan jendela.


"Apa?! Pangeran jauh-jauh kemari untuk meminta ku menjadi istrimu?"


"Ya. Putri."


Karena Niel ber akting seperti itu, tetap saja Akira muka nya memerah dan hampir lupa dengan dialog nya.


"Pangeran. Se-Sepertinya aku masih belum bisa menerimanya." tolak putri halus.


Seperti dalam adegan naskah, Niel (pangeran) memegangi dagu Akira dan mengatakan.


"Putri. Apa aku kurang sempurna untukmu? Oh putri, Aku benar-benar mencintaimu!"


Takut pingsan karena malu, Akira menepis tangan Niel dan berkata di luar dialog.


"Pangeran. Bukannya aku tak mau. Kamu memang terlalu sempurna untuk ku!" ucap putri keras.


"Tunggu. Aku berkata apa? Maafkan aku Niel. Kau akan berbicara apa?" batin Akira.


Niel tak tahu membalas apa dan terus mengikuti dialog naskah dengan beberapa tambahan kata.


"Putri. Bantulah aku yang sedang jatuh cinta ini. Kutanyakan sekali lagi. Maukah kamu menjadi istri ku?" dengan suara lemah yang manis.


"Putri bergerak dan ingin keluar, tapi tangan nya di tahan oleh pangeran yang ingin menangis."


"Putri. Aku memang pangeran yang lemah terhadap wanita. Tapi kupikir aku bisa berubah kalau ada wanita yang kucintai disisi ku selamanya!" kata pangeran itu yang terseduh-seduh.


"Pangeran. Aku minta maaf." memegang wajah pangeran dengan tatap sedih.


"Putri." Putri menghampiri pangeran dan mereka berpelukan.


"Pangeran. Maafkan aku yang egois."


"Tak apa putri. Aku akan selalu bersama mu selamanya. Meskipun pada pandangan yang pertama. Aku sudah mencintaimu."


"Mereka akhirnya saling mencintai dan menikah. Sebagai raja dan ratu baru di kerajaan timur yang hidup bahagia."


Tirai panggung di tutup dan lampu di matikan


......Tamat......


...bukan Ex-Love nya -_-...


Penonton bersorak dan ada yang menangis haru sebab akting mereka berdua. Bahkan Nao dan Ramu juga begitu. Di dalam tirai, Akira pingsan karena mabuk wajah Niel dan di bawa ke UKS.


Niel berpikir kalau Rin cemburu karena tidak ada di situ untuk bersiap-siap, ada Kameza disitu yang sedang menghafal naskah sekali lagi, Niel menghampirinya.


"Kameza. Rin ada dimana?" tanya Niel.


"Dia masih di ruang ganti. Coba kamu ajak."


Niel berjalan ke sana dan mengetuk pintu ruang ganti agak pelan.


tok..tok..tok


"Rin. Kamu disitu, 'kan?"


"Niel, kemarilah."


Niel membuka pintu agak keras.


"Ada apa Rin. Oh, maafkan aku perihal akting tadi. Cuma ikut naskah doang." merenung Niel.


"Buu-Kan itu... Aku sangat gugup Niel. Aku trauma di hadapan banyak orang seperti itu."


Niel mendekati Rin dan mengulurkan tanganya.


"Ayo Rin. Kamu bisa kok."


Rin berdiri dan di seret oleh Niel menuju panggung.



Sumber: Pinterest | Selebihnya ngab Yantooo yang mengedit. (susah nyari nya ;_;)


Niel berhenti dan memegangi pipi Rin, mengatakan sesuatu sambil memberikan senyuman semangat.


"Ayo Rin. Kamu bisa!"


"Tapi.."


"Kamu bisa. SAYANG!"


..."Ini dia pertunjukkan dari kelas 1-3 yang berjudul Orang Biasa Mencintai putri kerajaan! Beri semangat dan tepuk tangannya para penontonnn! Silahkan kelas 1-3 untuk mulai."...


"Ayo Rin. Kamu pasti bisa. Masa udah di dukung ayang ndak bisa maksimal?" batin Rin yang membara.


"Terima kasih. Niel." Tersenyum manis Rin di hadapannya.


Bersambung.


Fyuuuhh. Ini skor geys, 1300+ kata sudah kita persiapkan dari hari minggu.


Tx untuk Exeniel dan Saerul yang bisa menciptakan ide-ide baru untuk Ex-Love kedepannya. See you gays.


Babay di ch selanjutnya :)


yang bilang ch sekarang cerita serius. Berarti sesat :V


ch ini di ketik oleh Raffah.