
Hari ini Niel dan Zahwa berencana untuk belanja baju dan peralatan lainnya. Bagaimana Niel menemukan baju yang cocok dengan nya, ini tidak biasa, Niel sendiri yang memintanya.
Niel sedang kekurangan baju untuk keseharian nya, meminta Zahwa untuk membeli bersama, Zahwa menerima nya.
Namun akhir nya banyak yang ikut karena Akira mengetahui dan Rin (teman Zahwa) ingin ikut bersama nya.
"Akira, jika kau ingin ikut, datanglah jam 9." Ucap Niel yang mengajak Akira untuk ikut karena ingin.
"Baiklah." Hati Akira sangat senang.
Kebesokannya, mereka semua berkumpul bersama Niel terlihat ingin pergi bersama Zahwa saja, Niel yang cemberut membuat Zahwa paham.
"Hmmm… Begini, apa kalian semua ingin menunggu kami, karena rencana nya aku ingin bertemu seseorang dengan Niel."
Zahwa mengatakannya agar dia bisa berdua dengan Niel. Mereka setuju, Niel merasa tenang karna berdua berdua saja bersama nya.
Ada trauma besar yang mengalami nya saat berbelanja. Itu terjadi bersama Orangtua nya, semua itu terobati dengan adanya Zahwa.
Zahwa dan Niel membeli baju dan celana saja, sisanya makan bersama. Niel disuruh Zahwa untuk memilih, baju apa yang cocok dengan nya.
"Neeee Niel, menurut mu apa yang paling cocok untuk ku?"
"Kurasa warna putih saja, karena aku menyukai warna nya." Niel hanya menyukai warna nya saja.
"Baiklah, kurasa kau juga cocok memakai baju kemeja merah, kan?'"
Saat itu juga, mereka kebetulan bertemu, Akira mengatakan segera makan di tempat yang baru, segera mencobanya! Niel yang tidak suka meminum soda menjadi tontonan para pelanggan, karena sangat kuno.
Sebelum mereka pulang, ada wahana yang dekat dengan Mall tersebut, mereka sepakat untuk memasuki nya, Niel dan Zahwa memulai untuk menaiki roller coster. Akira cemburu karena Niel selalu bersama nya.
"Nee Niel, aku ingin bicara dengan mu disana, boleh?" Mengatakan dengan wajah sedih.
"Maaf, apa aku mengganggu liburan mu? Sejujurnya aku kesepian kalau tak ada Zahwa."
"Hmmm (cemberut) Ya sudah kalau begitu kita menaiki nya bersama bisa kan'?"
Akhirnya mereka berempat menaiki nya bersama, bermain tembak-tembakan, memasuki rumah hantu, dan sudah tiba waktu sore.
"Haaa, kita sudah lama tidak bersenang senang ya Niel." Ucap Zahwa.
"Boleh aku meminta kalian untuk berkumpul di depan ku?" Niel meminta.
"memang nya ada ap-"
Niel mengatakan hal mengharukan mereka semua dan mengatakan sesuatu dengan sangat terharu. berharap hari ini tak akan pernah berakhir, dan selalu ingin bersama nya lagi.
..."Maaf telah melakukan hal ini, tapi... tapi... aku ingin momen ini terulang lagi dengan kalian!" Ucap Niel dengan penuh haru karena ini pertama kali seumur hidup nya....
Mereka pun ikut tersenyum dan pulang bersama,
sementara itu.
"Sayang, apa Niel akan bersedih jika tahu Zahwa akan di pindahkan ke luar negeri." Ucap ibu Zahwa.
Ayah Zahwa ingin memindahkan sekolah nya karena ingin mempelajari ilmu biologi lebih matang.
Zahwa dan Niel disuruh untuk pulang kerumah berasama, tapi sebelum pulang. Zahwa ingin membicarakan sesuatu di sebelah sungai.
"Niel, ada yang ingin ku bicarakan."
"Apa itu?"
"Bila aku mengatakan ini kau tak keberatan, kan'?"
"Ada apa Zahwa?"
Zahwa kemudian berlari dan memeluk Niel dengan erat. Mengatakan kata kata dengan perasaan sedih.
"Ini memang berat, tapi aku harus pindah sekolah di luar negeri, maaf Niel, maaf, aku sungguh!" Zahwa mengatakannya sambil menangis
Niel termenung dan terkaget sebentar, mengingatnya bahwa tak ingin kehilangan semua yang dia sayangi lagi, karena satu satu nya keluarga nya, terlebih Zahwa.
"Berapa lama kau disana." Mengatakan sambil terlemas.
"Sekitar 2 tahun, dan aku akan melanjutkan sekolah kedokteran" Mencoba menahan seluruh tangisan nya.
"Neee Zahwa, ini hari terakhir kita bersama lagi
kan? Kedepannya kau akan sibuk kan?" Niel mencoba menahan tangisan nya.
"Aku tidak tahu Niel, pokok nya kita akan merayakan nya malam ini" Zahwa mencoba Niel bahagia.
"Maaf Zahwa, aku lebih baik tidak bertemu denfan mu dari pada menahan rasa sakit yang telah ku simpan ini."
Mereka Akhir nya sampai rumah, saat ayah Zahwa hendak memberi tahu, Niel sudah mengetahui nya, Niel merasa ikhlas.
Niel merasa harus kehilangan, Niel harus kuat, Niel tidak di tinggal mati oleh Zahwa.
..."Niel mumpung ini malam terakhir kita, ada yang ingin aku biacarakan di kamar."...
Setelah Niel mendengar semua curhatan hati Zahwa, kemudian Niel tertidur pulas karena sudah mengantuk. Keesokan nya.
..."Hmmm, Zahwa... Zahwa... kau dimana?" Niel yang mencari keberadaan nya....
..."Oh Niel, maaf aku harus mengatakannya, Zahwa sudah berangkat sejak kau tertidur tadi malam." Yui mencoba menjelaskan....
..."Kak Yui, bukannya aku cengeng, bukannya aku pengecut, tapi kenapa Zahwa buat aku nyaman."...
...Air mata Niel menetes....
..."Memang hidup begitu Niel, kau sudah merasakannya."...
"Aku tak boleh mengecewakannya, aku kan kuat!"
||Chapter ini di buat oleh YANTOOO||
||EXENIEL SEDANG REHAT||
Bersambung.