
Singapura, negara yang terkenal dengan IQ dan perdagangan nya, menjadi tempat tinggal fisikawan di sana, bernama Ryou Megumin.
Jam 7 pagi di hari minggu, Niel pemanasan dan lari-lari di halaman rumah, dengan tujuan menunggu Rin yang sedang bersiap-siap.
Niel dan Rin janjian melihat bioskop jam 9 pagi, bersama Kameza. Totalnya ada 3 orang yang ikut, Zahwa dan Laurent tidak bisa ikut, karena belajar menelusuri tempat perobatan tradisional.
Kameza yang sampai duluan ke rumahnya menyapa, "Met pagi Niel."
"Eh. Iyh, Rin dimana?"
"Nggak tau. Niel, boleh aku minta sesuatu?"
"Apaan?"
Malam kemarin, setelah Niel mengajak Kameza menonton bioskop. Kameza lengah dan mengajak Akira untuk ikut, Akira aslinya ragu-ragu. Tapi karena di ajak serius sama Kameza dan akhirnya mau ikut.
"Kamu tahu Akira? Nah, dia aku ajak ikut. Boleh?" pinta Kameza.
Niel kaget dan terus terang bilang, "Kamu kok ngajak dia? Emang udah kenalan? Tetep Gak boleh Kameza!"
"Yang kamu omongin itu bener! Cuma Akira yang nggak tergila-gila sama aku!" Kameza mengeluarkan sedikit suara keras.
"Nggak mungkin! Terserah kamu! Akira itu cinta buta sama aku! Tahu?" Niel memberi tatapan tajam untuk Kameza.
"Terus kenapa? Dia suka sama aku kok kamu yang sewot?" bantah Kameza.
"Kalau dia kaget kita ada hubungan dekat gimana? Aku yang susah! Rin cemburu gimana?" ucap Niel.
"Terserah Niel! Aku bakalan berangkat berdua sama dia! Kamu gak seneng kalau aku punya pacar yang tulus, 'kan?" Kameza pergi meninggalkan halaman rumah Niel.
Rin yang hendak menekan tombol bel pagar di buat kaget karena Kameza keluar dengan muka cemberut itu, bahkan. Sapaan Rin tidak di jawab oleh Kameza sedikit pun.
"Kameza. Selamat pagi. Lho, mau kemana? Ayo berangkat!"
"Kameza! Mau kemana?" Rin sedikit mengejar nya.
"Rin. Biarkan, Ayo kita berangkat!" cengkraman tangan Niel menghentikan Rin.
"Ada apa Niel? Kalian berantem?" tanya Rin dengan wajah khawatir.
"Ya. Dia... Menyukai Akira." jawabnya.
"Hah? Terus apa masalah nya?" mimik Rin sedikit kesal.
"Dia mau mengajak Akira. Aku gak tahu Kameza menyukainya. Kamu udah tau kan-"
Rin yang sedikit berkaca-kaca memegang pipi Niel dan bilang, "Niel. Kamu tega biarin Kameza begitu? Biar aku yang kejar. Aku gak bakal cemburu Akira bersikap itu ke kamu!"
"Rin, aku minta maaf. Apa kita batalkan?" merenung Niel mengatakannya.
"Kamu nggak peka Niel! Kameza baru nemu cinta nya terus kamu nggak dukung? Kamu lagi sakit Niel?" kata-kata tajam Rin membuat Niel diam tak berkata.
"Maaf Niel. Aku marah hari ini. Aku akan menenangkan Kameza, dadah."
Kameza sangat marah dengan sikap acuh Niel, dia berjalan ke kafe untuk menenangkan diri. Rin mengirim pesan untuk Kameza agar tenang, supaya masalah ini tidak lama dan cepat di selesaikan.
Suasana hati Niel sekarang sedang kacau dan masih berangkat ke bioskop sendirian. Dalam perjalanan dia mendapat telepon dari nomor yang tidak di kenal, Niel mengangkat nya karena takut itu dari penerbit.
Tutut tu tut tut... tutut tu tut tut... tutut tu tut tut...
"Halo. Dengan Niel Kyouko."
"Niel. Adik kesayangan ku. Bagaimana kabarmu?"
"Oh maaf. Aku Ryou."
"Baik Mas, gimana kabar nya?" perasaan Niel senang mendengar Ryou menghubungi nya.
"Baik kok. Maaf udah gak pulang 3 tahun. Gimana Zahwa sama Yui? Sehat?"
"Sehat mas. Jadi, ada perihal apa mas?"
"Mau nanyain kabar aja. Kamu sibuk nggak? Besok."
"Nggak mas."
"Oh. Ya, aku mau pulang ke jepang. Kamu udah bisa nyupir?"
"Belum bisa mas. Tapi nanti sama teman Zahwa bisa kok."
"Tunggu. Cowok apa Cewek?"
"Cowok mas. Emang kenapa?"
"Ya sudah. Besok aku pulang, tanggal 30. Sudah Niel, aku tutup ya telepon nya."
"Siap mas. Bisa-bisa."
Ryou Megumin, umur 23 tahun, anak pertama dari Zuto dan Zen. Menyukai hal yang bersangkutan fisika dari kecil, hingga mendapat S1 dan sering panggil untuk magang ke berbagai negara, salah satu nya Inggris, Jerman, dan Amerika.
Sekarang ia sedang bercuti setelah menyelesaikan perhitungan kereta api cepat yang dibantu oleh fisikawan terkenal. Sudah 3 tahun tidak pulang, rasa kangen kepada keluarga nya sudah menumpuk.
Niel tidak begitu akrab dengan Ryou, sebab jarang bertemu, jarang mengobrol, jarang tertawa bareng, dan tidak pernah memberi nya uang. Sekali Ryou marah, Niel sekaligus tidak berani membantah apalagi Zahwa yang langsung menangis dan memeluk Niel saat waktu kecil.
Begitu juga Zahwa, yang sedikit takut bicara dengan Ryou karena sifat keras nya sejak remaja. Meskipun begitu, Ryou masih mempunyai hati dan memanjakan Zahwa dari kecil. Ryou juga yang awalnya tidak menerima kehadiran Niel menjadi keluarga baru Megumin.
...*********...
Karena takut masalah lebih lama gara-gara ulah nya, Niel mengirim pesan untuk Rin dan meminta untuk kembali menonton bioskop. Niel berfikir sejenak supaya hatinya bisa tenang, memutuskan mengajar Rin menggunakan sepeda.
"Rin. Ayo naik, kita selesain bareng-bareng!"
Rin tersipu malu, tapi masih bersikap seolah keras kepala. "B-Bodoh. Kamu selalu saja bersikap heroik."
"Sudahlah. Cepat! Sayang." suruh Niel itu membuat Rin patuh.
Gugel | Yantooo yang ngedit (aslinya gk bisa ngedit)
Memeluk dan membelai dada Niel dengan lembut, tersenyum manis sambil mencium baju Niel yang harum. Rin membayangkan kalau dia menikah dengan nya, jantung Rin berdetak kencang karena membayangkan Niel menjadi suaminya.
"Rin. Geli." Ujar Niel.
Akira sangat tidak percaya, perempuan biasa sepertinya bisa bertemu dengan pria tampan. Dia sangat kaget mendengar suara kameza yang menyapanya, dengan penampilan biasa tapi tertampang seperti artis atau model.
Bersambung...
Kami tim Ex. Terimakasih atas mampir nya!
See you next time!
😁 for Yantoo. Exeniel. Raffah. Saerul.
ch ini ditulis oleh Exeniel.