
Kawasan yang sangat ringan dan sejuk, Niel suka yang dingin dingin.
"Mas Niel? Kamu kok makan es krim? Musim ujan lohh." Yuki yang menggigil kedinginan, sedangkan Niel menikmati es krim.
"Gak apa apa, kuat kok." Berjalan santai memandangi wisata alam yang eksotis.
Masing-masing mengambil foto yang bagus untuk dirinya sendiri, mumpung Niel ahli mengambil gambar, mereka berdua mengandalkannya. Tiba-tiba Yuki ada yang kelupaan, yaitu kegiatan festival di sekolah nya.
Setelah mereka pulang, Yuki dan Niel izin pamit ke nenek nya karena pulang lebih awal, menanyakan apakah keberatan dan akhirnya mengizinkan. Hiruka yang mengetahui amat sedih, tak tahu lagi bagaimana cara menghiburnya.
Terpaksa Hiruka harus menemani nenek dan boleh keluar desa bila menjadi mahasiswa/kuliah. Malam ini menjadi yang terakhir untuk Hiruka memegang Niel, perasaan yang tercampur-campur itu sudah bulat.
Hiruka berpikir, bila dia merujuk nya untuk tinggal lebih lama, Niel akan menasihati nya dan memberi saran yang bagus agar mandiri, bila dia memaksa akan merepotkannya. Dan mengambil keputusan berpura-pura sedih di hadapannya, walaupun memang beneran sedih.
Kakanya Yuki di wasiatkan alm.Ibu nya untuk menjaga nenek sampai wafat, bukannya terpaksa, dia memang sudah akrab dengan atmosfir pedesaan. Rencana kali ini Hiruka ingin memeluk Niel dan tidur di samping nya.
"Niel, kau sudah tidur?" Hiruka membuka pintu dan menyalakan lampu.
Niel yang baru bangun menguap, "Huaa." Dan mengatakan, "Hiruka, memangnya di sana adem? Kalau mau tidurlah disini, di kasurku, memang sih, disini anget."
Hiruka yang mukanya memerah karena jantung nya berdetak kencang itu semakin menjadi-jadi karena kepekaan Niel. Mematikan lampu dan segera ke kasur nya.
Hiruka menunggu Niel menutup matanya, dan Niel sudah benar-benar tertidur lagi. Awalnya Hiraku malu, dan hanya jari nya yang memegang punggung Niel. Tekadnya yang sudah bulat tak susah untuk di goyahkan.
Dia memeluk nya, mencium aroma leher Niel, seolah-olah dia adalah gadis yang mesum. Niel yang membalikkan badan sontak kaget dan meminta maaf.
Tapi dalam kondisi itu Niel mengigau dan menyebutkan beberapa kata "Rin" di dalamnya. Seketika memegang pundak Hiruka dan Membalaskan dengan pelukan kasih sayang.
||Cuty ilustrasi (´-﹏-`;)||
Paginya Niel dan Yuki berangkat ke halte dan menitipkan saku untuk mereka semua. Pelanggan ramen Hiruka mencari pria tampan yang kemaren, para pria remaja pun senang karena hanya sepupu nya.
Setelah mengetahui Niel di adopsi oleh keluarga megumin dan saudara angkat Zahwa, membuat orang tua Rin tertarik untuk bertemu dengannya.
5 menit menunggu dan akhirnya sampai, tak di- sangka 1 keluarga :
Ayah Rin.
Ibu Rin.
Rei (kakak laki-laki Rin)
Rin
Rina (adik perempuan Rin)
Rin sebenarnya ingin ke pantai hari ini, dan menyuruh Niel menyiapkannya besok, untung saja Niel tidur nya cukup. Rei memastikan kalau Niel bisa menjaga adik nya.
Dan memutuskan untuk bermain voli pantai besok untuk menunjukkan seberapa pantas dia menjadi pacar Rin.
Bersambung.
Chapter ini dibuat oleh : Yantooo
Exeniel rehat, moga moga rehat terus (〒﹏〒)