
Rei sebenarnya tak keberatan bila Niel jadi pacar adiknya, dari fisik dan mental emang udah top Niel di matanya. Masalah terbesar disini selain menguji Niel adalah...
"A-aku malu jika memakai ini di depan Niel, baju renang!" Rin yang bingung ingin memakai baju renang yang mana.
Disini Rin sudah memutuskan untuk memakai baju renang yang cukup tertutup yaitu baju hitam dan celana pendek. Tujuannya karena tubuh nya hanya boleh di lihat oleh Niel dan keluarga nya.
Rei mengajak temannya bersama, semua mahasiswa itu takjub dengan postur tubuh Niel, bahkan pacar teman Rei sebagiannya mengalihkan pandangan.
"Niel, tubuh mu memang bagus, tapi apakah kau berpengalaman?" Ucap teman Rei dan melambungkan bola (Servis).
"Tangkap itu Niel." Ternyata Niel gagal menangkap nya, karena ini pasir pantai.
"Priit...... Satu, kosong."
"Tuhkan, lebih cepatlah dalam bergerak Niel!" Ucap temannya lagi.
Niel yang mendengar itu tidak sama sekali baper, malah menjadi motivasi agar bisa ahli dalam segala olahraga.
Busssshhhhh... Servisan yang keras, kali ini ada yang bisa menangkis nya, momen yang pas Niel berada dekat net untuk Smash.
"Smash bola ini Niel!" Niel melompat tinggi.
"Priitttt... Satu sama."
Ternyata pukulan Smash nya sangat keras hingga membuat pasir nya berlubang, tim musuh mewaspadai agar Niel tak melakukan smash lagi.
"Rei, kau kan tinggi, jaga net dan waspada dari adik ipar mu itu, dia berbahaya kalau pakai tangannya."
"Baiklah, ehhh Adik ku belum menikah loh."
(Rei) "Memang bahaya kalau dia memakai tangan, kelemahan dia adalah langkahnya."
Kali ini giliran Servis bagi tim Niel, Servis yang pelan. Kesempatan besar untuk Rei melakukan servis, melawan Adik ipar nya.
Niel yang tanggap pun melompat setinggi mungkin dengan tangan yang di angkat, hampir setinggi 2,5 Meter.
Namun Niel masih amatiran, dan memakai bagian depan tangan. Takut kenapa-kenapa Rei memelankan Smash dan 1 poin lagi untuk tim Niel.
"Rei bodoh kenapa Smash mu pelan?"
"Maaf, takut Niel cedera, Dia masih amatir."
"Ohh, begitu, ok."
Niel menghampiri Rei segera karena Smash yang tadi itu pelan.
"Aku bukan pro kak, tapi serius dikit!"
Teman-teman Rei tertawa, karena di permainin sama Niel. Karena Rei sudah dewasa, dia membalasnya dengan senyuman dan serius sedikit.
"Ok Niel, aku bakal serius." Ucap Rei.
Servis pelan dari tim Niel, tim Rei memberikan bola sepenuh nya untuk Rei untuk melakukan Smash. Saking memusatkan tenaga nya ke tangan kanan, Rei membuat Smash yang keras juga.
Pilihan Niel adalah Passing karena tangannya tak ingin lemas, mengepal tangan nya keras-keras dan melambungkan bola nya.
Rin sebelumnya makan dulu, dan mencari Niel di tempat yang udah di janjiin, malah gak ada orangnya. Setelah berkeliling pantai, Rin melihat Niel sedang duduk dengan kakaknya di depan tempat voli pantai.
Rin senang karena Niel cepat akrab dengan kakaknya, Rin menghampiri dan mengajak Niel bermain air di pantai.
"Ayo Niel!" Rin mengulurkan tangan.
"Ya."
Teman Rei menghampiri nya dan bertanya.
"Niel itu ahli judo kan?" Ucap temannya.
"Dia juga pernah ngalahin guru yang magang malahan." Memberi nya kaleng kopi.
"Adikmu pasti aman, kurasa Smash mu masih belum sekeras Niel loh walaupun serius."
"Haahh?! Kau serius?"
"Aku serius."
Niel dan Rin yang sedang di pantai mengabarkannya kepada Zahwa, dan Zahwa senang berharap bisa bertiga di sana. Sambil disini, Niel mengajari Rin cara berenang, dari mulai mengayunkan tangan, mengambang, dll.
Saat Niel hendak menahan perut Rin yang mengambang, dan membiarkannya berenang sendiri. Ternyata masih belum bisa, tanpa di sadari Niel melakukan...
"Jangan buru buru Rin, kaki nya di fokusin! He, ini apa? Kok kenyal?" Niel seperti memegang sesuatu.
"N-Niel mesum!" Melihat Niel dengan muka polos nya, "Kenapa pegang dadaku?" Muka Rin memerah karena dia memegang inti wanita.
"Haa? Maafkan aku Rin, beneran itu gak sengaja!" Wajah Niel juga memerah karena memegang yang tak seharusnya.
"Kecuali jika kita su-sudah menikah, memangnya dadaku besar?" Rin meluntir-luntirkan baju nya.
"Ehh, itu tadi gak sengaja, jadi lupakan!" Niel mengalihkan pandangan.
Waktu sore tlah tiba, mereka semua kembali dari pantai. Niel mengantuk dan izin tidur sebentar, sementara Rin mengingat nya terus, saat Niel meraba anggota badan sensitif nya itu.
Niel di antarkan sampai ke kos-an nya, saat melihat kalender. Hari ini ibu Zahwa ulang tahun, tentu saja hari sudah maghrib dan belum mengucapkan selamat ulang tahun.
Mandi sebentar dan membeli makanan favorit nya yaitu waffel, setelah sampai rumah. Keadaan nya sepi sekali, saat membunyikan bel, Niel merasa sangat menyesal karena lupa mengucapkan selamat ulang tahun saja.
"Niel, aku menunggumu loh." Ibu Zahwa membukakan pintu nya.
"Aku minta maaf bu ka-"
"Ngomong nya di dalam, jangan disini!"
Niel barusan menyadari, memang bagus berteman atau pergi dengan kenalan. Tapi kita harus menomor satukan orang yang sudah merawat kita dan menjaga kita.
Penulis masih : Yantooo
(´;ω;`)