Ex-love

Ex-love
Rekan Yang Dewasa Dan Kuat



Malam sabtu, di tempat khusus Yakuza. Tomura mengubah rencana yang tadinya mengirim Niel sendirian kesana, sekarang akan mengajak Muzaki Sato yaitu anak angkat nya. Dan mengajak Ramuel Kyouko, adik tiri Niel sebagai tuan muda resmi yang mempermudah perjalanan mereka.


Muzaki Sato, umur 20 tahun yang sudah mengunjungi ke berbagai negara Asia sebagai mata-mata bayaran. Tomura merekrut Muzaki saat dia bertugas memata-matai divisi nya, karena ketahuan. Cisa ingin membunuhnya, tapi di cegah oleh Tomura dan mengangkat nya sebagai anak.


"Muzaki. Temui anak ku bernama Niel Kyouko. Di alamat itu." kata Tomura yang duduk melihat kota.


"Urusan apa?" tanya Muzaki.


"Beritahu dia kalau kamu akan menemani nya ke Indonesia. Cuma minta akrab aja, kumohon." jawabnya sambil menyeruput kopi.


"Ku-dengar Cisa mengalami retak di dagu-nya karena Niel, 'kan?" tanya Muzaki lagi.


"Ya. Dia anak yang gampang marah. Meskipun tampang nya ganteng dan tidak berbahaya. Dia mempunyai rasa balas dendam yang tinggi." Kemudian berdiri menghadap Muzaki.


"Ajaklah dia dengan baik. Dia pengguna katana yang hebat seperti Cisa. Apa kau tahu maksud ku?" kata-kata Tomura seperti menasihati Muzaki agar berhati-hati dan tidak sembrono mengajak Niel.


"Akan ku laksanakan. Kapan aku kesana?" tanya Muzaki.


"Besok. Hari sabtu." jawabnya.


...******...


Niel bahagia melihat Rin tampil semangat dan akting yang bagus hingga selesai. Setelah tirai panggung di tutup, Niel memberi tepuk tangan dan senyuman semangat untuk Rin seorang.


"Selamat bebas Rin. Dari rasa gugup nya." ucap Niel.


"Ni-El. Makasih banyak. Sayang." Rin mencoba membalas kembali apa yang dikatakan Niel.


"Kamu mau di panggil gitu? tumben cewek minta nya begini." mematahkan lehernya karena bingung.


"Ma-Mau. Sayang." ucap Rin yang terbata-bata karena malu.


"Kupikir hentikan saja. Ada banyak masalah nanti." raut wajah Niel yang panik.


Yang di pikirkan Rin, "Hihi. Rupanya kamu malu kalau orang lain mendengarnya. Kamu kelihatan imut. Niel."


Yang dipikirkan Niel, " 100 persen para Yakuza itu menganggapku berpacaran dengannya. 100 persen juga Rin akan jadi sandera."


"Rin. Tolong aku sebentar," Rin menoleh, "Ya. Dadah Niel."


"Ya." sedikit melambai tanganya.


Suasana UKS, Akira yang tadi pingsan, sekarang sudah disana bersama perawat. 10 menit setelah pingsan Akira terbangun dengan kepala yang masih memikirkan wajah Niel.


"Ahh. Niel. Syukurlah aku ada di UKS." desah Akira dan lanjut tidur lagi.


Terdengar suara gemuruh daru depan ruang UKS yabg berisik sampai Akira bangun karena kaget. Rupanya Kameza yang ingin ke UKS menjenguk Akira tapi ada sedikit masalah, yaitu di mintai foto dan tanda tangan oleh pengunjung.


Dengan cepat Kameza mengelabuhi mereka semua dan mengetuk jendela ruang UKS, "Tolong bukain!"


"Tuhan? Apa aku di pertemukan oleh malaikat lagi untuk kedua kalinya?" batin Akira yang mabuk wajah ganteng dan pingsan.


Niel bersantai di tempat persembunyian-nya, yaitu pohon dekat lapangan sepak bola sambil makan bekal buatan Hiruka, tak lama telepon nya berdering.


Karena jarang dapat telepon dari Hiruka, Niel rasa ini panggilan penting yang harus diangkat. Mengingat dia sedang di rumah sendirian karena libur.


"Ada apa Hiruka?"


"Niel. Ada suruhan ayah mu yang datang ke rumah. Satu orang. Namanya Muzaki Sato. Kau mengenal nya?" tanya Hiruka.


"Apa? Tapi kamu gak apa-apa, 'kan?" Niel kaget dan sedikit menaikan suara-nya.


"Yah. Disini ada bibi. Kak Laurent dan Mbak Zahwa mampir. Dan Mas Muzaki orang nya baik kok. Udah ku buatkan teh." suara Hiruka tidak ada tanda-tanda panik.


"Apa? Zahwa? Berikan pada Muzaki telepon nya! Cepat!" nada Niel seperti sedang kesal.


"Halo. Muzaki. Ada apa urusan denganku?"


"Pak Tomura menyuruh ku bertemu denganmu. Jadi.. Aku akan menjadi rekan mu yang menemani ke Indonesia." kata-kata Muzaki yang enak di dengar membuat Niel cukup percaya.


"Muzaki. Aku memberi tahu mu untuk tidak sedikit pun melukai orang disitu. Kalau tidak-" Zahwa memotong pembicaraan dan mengambil telepon nya.


"Maaf Niel. Aku ketiduran sama ndak bisa liat kamu drama." ucapan Zahwa membuat mood Niel lebih enakan.


"Jadi. Kamu datang ke sini saja ya. Jangan ngamuk di telepon, ndak enak di denger, Niel. Ajak Rin dan Kameza kalau mau." ucap nya lagi.


"Ya Zahwa. Aku segera kesana."


"Niel baik. Aku tutup ya.."


"Ya."


Niel dengan cepat menghabiskan bekal nya, dan menuju kelas karena dia akan mengambil tas yang berisi naskah novel. Kali ini Niel bingung, membawa Rin atau tidak, karena di suruh Zahwa. Mau tak mau Rin harus di bawa, Kameza akan di chat, mau kesana atau tidak.


Setelah merangkul tas di pundak nya, sekarang giliran mencari Rin untuk pulang bareng. Tidak peduli hasil kupon yang di peroleh, inti nya adalah pulang dan mengobrol dengan orang bernama Muzaki itu.


"Riin!" panggil Niel dari kejauhan.


"Kau mau pulang ke rumah ku? Disana ada Zahwa. Aku tidak memaksa mu." tanya Niel.


"Bisa. Cuma aku agak terlambat, boleh?" jawab nya yang sedikit kebingungan.


"Ya sudah. Ini permintaan Zahwa. Kamu hati-hati ya Rin." mengusap kepala Rin dan pergi.


"Beneran. Hubungan Rin sama Niel itu apaaaaa?" jerit batin Nami karena penasaran.


...******...


Sebelum menuju rumah, Niel melihat diskon besar-besaran di tempat langganan nya. Mata nya berputar-putar karena bingung harus memborong berapa, alhasil dia membeli 3 buku yang lagi trend di internet.


Teng..Tong.. Niel menekan bel rumah.


"Niel. Ayo masuk." datang Laurent yang membuka pintu.


Mulailah Niel mengenal Muzaki dari wajah nya yang familiar di tempat judo. Muzaki dulunya adalah salah satu murid senior dalam pelatihan judo junior. Yang di ajar Muzaki juga salah satunya adalah Niel.


"Aku mengenal mu sekarang. Guru magang." tatapan tajam Niel terlihat di raut wajahnya.


"Sudah ku duga. Aku mengenal mu. Tak kusangka akan dengan mu lagi. Niel-sama." senyuman jahat Muzaki membuat sekitar nya takut.


"Ka-Kalian saling kenal? Apa hubungan nya?" tanya Zahwa yang takut dan bingung.


"Zahwa-Chan. Dia orang yang mengalahkan ku 9 tahun yang lalu. Aku juga mengenalimu. Kau sudah besar." ucap nya sambil memberikan senyum manis.


"Ya, Aku juga sudah menjadi anak angkat pak Tomura. Kumohon kerjasama nya Niel ke Indonesia nya. Ya."


"Sepertinya aku tak boleh membicarakan hal aneh mengenai hubungan ku dengan Zahwa kepada Niel. Berbahaya." batin Laurent yang meratapi dirinya karena tidak bisa bela diri.


"Si pak tua itu. Seenak nya mengangkat anak orang. Katanya ada 3, mana satu nya?" tanya Niel.


"Adik tirimu. Sebagai tuan muda yang resmi." mengatakan itu dengan tatapan fokus.


"Nama?" Muzaku menjawab, "Tak akan ku beri tahu."


"Katakan. Sial, pak tua itu poligami."


Sementara Nagisa yang mendengar itu lagi membuat hati nya hancur, dia sangat menyesal menceraikan nya. Seandainya dia belajar bersabar sedikit untuk menerima Tomura, semuanya nggak bakal begini.


"Tidak akan Niel. Setelah kita berangkat ke sana kau akan mengetahui nya. Niel." menggelengkan kepalanya mengisyarat-kan memang tidak boleh.


"Katakan. Kalau tidak tulang mu akan-"


"Niel! Kamu masih saja begitu! Dia punya alasan untuk menyembunyikan-nya." Zahwa mencegah Niel dengan suara nyaring.


"Ya. Maafkan aku." Niel merenung dan berjalan lemas ke kamar.


"Ni-El. Sebenarnya serapuh apa hati mu setelah di nasihati Zahwa?" ucap batin Laurent lagi.


"Niel sebenarnya anak menakutkan. Kaki ku saat itu hampir retak karena ulahnya. Apa kalian tidak merasa terancam tinggal dengan nya?" tanya Muzaki.


"Kau mengatakan apa bodoh? Niel kan keluarga kita. Buat apa takut berada dengan nya?" bantah Hiruka menjawab pertanyaan-nya.


"Maafkan aku. Aku rasa harus pulang. Maafkan aku sudah sedikit merepotkan. Selamat sore."


Seluruhnya menghembuskan nafas lega karena tidak ada tanda-tanda anggota Yakuza lagi. Di situ juga datang Rin yang telat menemui Niel di rumah nya.


...*******...


Akira terbangun lagi, melihat Kameza di samping nya, Akira hampir pingsan ke tiga kalinya. Dan bertanya apa urusan Kameza mau menjenguk nya.


"Ka-Kameza. Kenapa kamu repot-repot menjenguk ku?" tanya Akira yang dada nya berdebar hebat.


"Eh. Anu, Aku cuma mau liat kamu. Kamu udah baikan?"


"Ehhh. Aku baik-baik saja kok!" hati Akira sangat mendebar karena selalu di kelilingi pria ganteng.


"Ayo pulang bersama! Aku gendong!" menghadap belakang dan menunduk.


"Tidak usah." Niel menyuruh nya, "Ayo cepat. Aku gendong."



Sumber: Pinterest | Selebih nya Yantooo yang mengedit.


Akhirnya mereka pulang bersama, Kameza menggendong Akira yang ringan itu membawa nya sampai kerumah. Bagi Kameza, kehadiran Akira seperti mutiara yang bisa mencintai dirinya dari hati yang terdalam.


Bersambung.


Chapter ini di ketik oleh Exeniel sendiri. Penyumbang ide nya Exeniel dan Raffah.


Makasih yang bisa baca sampai ke bawah. See you di chapter selanjut nya :)


Tx