Ex-love

Ex-love
Permintaan yang Menegangkan



Niel membuka surat itu.


..."Teruntuk Niel, aku Rin, besok pulang sekolah tunggulah di beranda."...


Niel akan mengabaikan surat apapun kecuali sesorang yang dekat dengan Zahwa, yang ada di pikiran Niel, kenapa dia tak bertukar kontak? Niel kan punya ponsel. -_-


Malam ini Niel makan di rumah Zahwa karena kehabisan bahan, Niel di tanyakan bagaimana sekolah nya, bagaimana pelajaran nya, apa susah atau tidak. Niel termasuk siswa yang memasuki rangking yang cukup tinggi, di bawah rangking 10.


Sampai tiba ayah nya bertanya.


"Niel, kau kesepian?" Bersenyum ke arah Niel.


"Tentu, tapi aku tak boleh bersedih, ya kan'?" Mencoba menghilangkan rasa sedih nya.


"Hahaha, iyaah, soalnya kau Niel" Ayah Zahwa mengajak nya tos.


"Yaaa!" Akhirnya mereka berdua tos bersama.


Pagi ini Niel terlambat bangun karena begadang membaca buku, tak ada pilihan, Niel menggunakan sepeda tetangga nya. Di tengah perjalanan dia bertemu Futaba (baca eps 2).


Saat lampu merah Niel bertemu gadis yang memiliki baju sekolah yang sama, dan Niel ingin memberikannya tumpangan.


"Heei, kau sekolah yang sama denganku kan? Kau terlambat?" Niel ngos-ngosan.


"Iy-" Futaba mengenal Niel.


"Kalau begitu naiklah, cepat!" Ucap Niel sambil tergesa-gesa.


"Yaa >_<" Futaba sangat termabuk mabuk melihat tampan nya Niel.


"Apaaa??!! Niel sekarang memboncengku?? Tapi bagaimana bila murid lain melihat nya?? Apa kita ujung ujung nya pacaran??"


Akhirnya mereka berdua terlambat 1 menit, dalam perjalanan berangkat, Futaba tidak tersadar dia memeluk Niel dengan erat.


Seketika murid yang melihat jendela terkaget. Niel membonceng gadis yang biasa biasa saja.


Mereka berdua di izinkan masuk, tapi terkena skors. Rumor lagi lagi di gosipkan, sampai ini paling titik parahnya, ternyata Futaba sudah mempunyai Pacar. Dan lagi Pacar nya adalah murid Kendo terhebat.


Waktu istirahat, semua murid eskul kendo berkumpul ke hadapan Niel. Dan itu menjadi tontonan murid murid sampai kepala sekolah menuju ke kelas nya.


"Namamu Niel ya? Yang membonceng Futaba?" Menatap sangat tajam Niel seperti ingin membunuh nya.


"Yaa, memangnya kenapa?" Wajah Niel terlihat amat songong seperti preman kemarin.


(menendang salah satu meja) "Kudengar juga, namamu Sanjirou kan'?" Niel tersenyum ke arah Sanjirou.


"Bila kau ingin berkata dengan ku, bicara dulu dengan pacar mu! Bodoh" Sifat asli Niel semakin menjadi.


Sanjirou yang awal mula nya membawa teman sekarang menjadi mundur perlahan, fisik Niel memang besar, Niel juga aslinya di ikutkan orang tua nya dulu untuk judo.


"Terus kau kenapa membonceng nya? Bodoh!" Sanjirou mencoba melawan dan mengatakannya dengan sangat keras.


Niel yang sudah menjadi sangat marah menarik baju Sanjirou dan membawa nya ke tempat Futaba.


Sanjirou yang memegang tangan Niel terkaget kaget, karena tangan nya begitu keras untuk di angkat.


***


Tiba tiba Kazurito masuk ke kelas dan menendang tangan Niel dengan keras. Niel yang mengenal Kazurito adalah senpai judo nya, akhirnya menyerah.


"Yaa, Kazurito, maafkan aku, aku menyerah." Niel mengatakannya seperti orang yang tak bersalah.


Seketika Kepala Sekolah menghentikkan semua nya dan Niel dan Sanjirou mendapat skors berat yang akhirnya di hukum push up 100 kali.


Futaba yang melihat nya merasa amat bersalah, Akira juga sangat kecewa dengan Futaba, bukan ke Niel. Seisi kelas membenci Futaba karena tak menjelaskan semua.


Akhirnya mereka berbaikan dan Kepala Sekolah menjelaskan semua ke Sanjirou dari apa yang di katakan Satpam sekolah.


"Niel, aku sungguh minta maaf!" Aslinya Sanjirou takut dengan fisik Niel yang mengerikan.


"Yaa aku maafkan, aku juga minta maaf kepadamu karena tak tahu sudah membuat pacar Futaba cemburu." Sambil menghembuskan nafas.


Kazurito yang melihat Niel mengamuk juga cukup takut, karena Kazurito sedikit kesakitan saat menendang tangan nya. Dulu walaupun Kazurito senpai nya tapi Kazurito bisa dikalahkan Niel karena tulang kaki nya yang keras.


Niel akhirnya menunggu di beranda, tak lama kemudian Rin datang.


"Terima kasih Niel karena sudah datang." Rin tersenyum.


"Apa yang ingin kau bicarakan Rin?" Niel menatap Rin dengan bingung.


"Maaf, begini… hmm. Apa kau bersedia menjadi pacar ku?" Rin merasa iba terhadap Niel.


"Kau sendiri apa Zahwa yang meminta nya?" Niel termenung.


"Kita berdua Niel! Aku juga mencintaimu!"


Niel yang sedang duduk segera berdiri. Dan mengatakan


"Kau mencintaiku Rin? Bagaimana kau menjaga ku?"


"Apa susah nya? Aku akan setia! Kita buat janji sekarang juga! Kau juga membuat janji dengan nya kan'?"


"Rin, jika kau mau membuatku senang, Terima Kasih!


Niel dengan cepat memojokan Rin dan hal ini terjadi.


"Rin sebentar saja. Kau membuatku terharu tahu!" Niel meletakkan tangan kanan nya pada rambut Rin.


"Tunggu Niel, apa yang kau laku-"



Bersambung.


:V Yantooo kasihan. Editor best emang dah. Dari awal sampai akhir memperbaiki sastra Exeniel.