Ex-love

Ex-love
Ayah Niel Seorang Bos Yakuza



Jam 3 Sore, Niel tidur pulas bersama Rin. Ponselnya berdering sampai Rin terbangun dan membisiki Niel kalau ada telepon masuk.


"Ya Bu. Ada apa?" Suaranya lemas dan masih mengucek matanya.


"Niel. Kamu ada dimana? Ayahmu ada di rumah. Cepat pulang!" Nada bicara Nagisa seperti orang panik.


"Oke. Aku bersiap-siap. Aku tutup."


Niel sadar dan meraba bibir, pundak nya sedikit basah. Bertanya ke Rin apa yang dilakukannya.


"Rin. Kamu abis ngapain?"


"Eh." Mukanya memerah, "Lu..Lupakan! Lagian kamu harus pulang 'kan?"


"Aku malu bilang kalau menciumnya terus menerus." Batin Rin.


Niel disiapkan Jaket oleh Rin dan izin pulang. Dia berjalan di tengah udara dingin malam sampai akhirnya berlari karena khawatir.


Setelah sampai, dia melihat 2 mobil hitam dan bodyguard yang menjaga gerbang dari dalam. Dia juga berencana menerobos masuk.


Bodyguard itu bertubuh besar. Sepertinya sekelompok Yakuza, dan perlahan masuk ke dalam gerbang. Tentu saja di jegat oleh salah satu bodyguard.


"Berhenti. Siapa kau? Cepat pergi kau!" Orang itu Memegang kuat tangan Niel.


"Cengkraman nya kuat juga. Aku tak mau terlibat saja. Sudahlah, menyerah dulu."


"Namaku Niel Kyouko. Puas mendengarnya?" Niel menekan urat nadi Bodyguard Itu.


Orang itu terkejut dan menunduk, begitupun semua Bodyguard. Hanya dia yang menyapa Niel secara dekat.


"Selamat datang. Tuan Niel." Namun dalam hatinya masih merasakan sakit.


"Tuan? Aku tak butuh sebutan itu. Panggil nama ku saja. Sudahlah."


"Biar ku beri tahu. Bos mu itu orang lemah." Berjalan santai menuju pintu.


Salah satu Bodyguard tak terima jika ada yang mengolok bos nya. Dan melontarkan kata-kata menjengkelkan.


..."Baru juga anak-anak. Apa kau punya sopan santun?"...


..."Katakan lagi! Katakan lagi." Niel menghampiri nya dan tersenyum seperti anak psikopat....


......"Hei bodoh. Coba katakan lagi. Hah?! Aku tidak kedengeran!" ......


..."Memang benar. Kau masih anak anak, 'kan?"...



Sumber: Pinterest | Selebihnya Yantooo yang mengedit.


Brakk... orang itu terkepar dan tak bisa berdiri, merasa tulang dagu nya telah retak. Bodyguard lainnya tak berani macam-macam dengan tuan mudanya.


"Mwaafkan Awku Tuan Niel." Bersujud ampun agar tidak di sakiti lagi.


Niel mengampuninya, Tak ada yangberani menolong dan masih menunduk. Tangan kanan Tomura mendengar keributan dan keluar rumah.


"Ada apa disini? Cisa? Kau siapa?" Ucap Gisaku. Tangan kanan Tomura Niel


"Dimana orang tua brengsek itu? Paman besar?" Tatap tajam Niel.


"Dia di dalam. Akan ku antar kau. Semua nya, tolong bawa Cisa ke rumah sakit!"


"Mengalahkan Cisa semudah itu? Sekuat apa anak ini?"


Gisaku mengantar Niel menuju ruang tamu, disitu ada seorang yang bermain kartu bersama penjaga nya. Niel yang mengenal Tomura dari raut wajah nya yang busuk


"Apa apaan Dia? Kok bisa tubuh nya menjadi beorotot dan bugar?" Ucap Niel dalam batin nya.


..."Pak. Aku sudah bawakan anakmu."...


...****************...


Perjalanan Zahwa dan Laurent telah sampai di bandara Oakland, California. Menuju bandara Haneda, Tokyo pada tanggal 26 Desember.


Tinggal menunggu pesawat nya datang, Zahwa akan mengejutkan Niel kalau sesampainya disana akan lebih cepat dari yang di beri tahu.


Info dari Exeniel.


Perpindahan Zahwa dari mezamu ke Ryhen pada minggu ke-2 bulan juli. Kenapa Zahwa pindah? Karena menunggu kehadiran murid luar negeri perlu tes-tes selama 3 minggu. Jadi mezamu menjadi sekolah sementara Zahwa.


Pembimbing yang jatuh Cinta pada muridnya sudah banyak terjadi dalam dunia nyata. Salah satunya Laurent.


Laurent sudah menyendiri semenjak kecil, tak bisa bersosialisasi karena sibuk belahar oleh ayahnya. Dan menuntut agar Laurent menjadi dokter hebat yang membantu para pasien diluar sana.


Niat baik itu dapat memberi hasil baik, disisi lain Laurent masih kesepian dan mulai belajar bahasa jepang untuk mengunjungi ibu nya disana.


Pujian mampu menyelamatkan pasien pertama nya tak cukup untuk membuat Laurent terhibur. Kehadiran nya masih tidak di pikirkan untuk kedepannya.


Datanglah Zahwa yang di rekomendasikan menjadi murid Laurent. Banyak omongan dari sana sini, karena Laurent sama sekali tidak mempunyai junior


Dan satu-satunya orang yang bisa menerima kehadirannya adalah Zahwa sendiri.


(Alasan pertama Zahwa ya... mampu fokus karena dia akan di ajari sendiri. Bukan murid lain :V)


...*****...


"Niel. Sekarang umurmu berapa?" Tanya Tomura.


"Enam belas. Mantan ayahku." Jawab Niel menunduk.


"Hahaha. Lucu 'kan anak ku?" Mereka semua tertawa, "Aku punya permintaan untukmu pada musim dingin ini."


"Apa itu? Melakukan kriminal?" Mengepal tanganya karena kesal.


"Tidak. Aku ingin kamu merekrut orang dari INDONESIA!"


"Lah iya. Aku akan melakukan perihal kriminal 'kan?" Menatap tajam Tomura.


Tomura menghampirinya dan membisikan, "Kamu hanya liburan dengan misi yang gampang."


"Bagaimana bila aku menolak?" Ucap Niel.


"Nagisa dan orang yang kamu cintai dalam bahaya."


Nieo yang bergetar dan pasrah mengatakan, "Ya. Akan aku kerjakan. Apa aku boleh membawa kenalanku?"


"Boleh. Cepat semua, bawa Nagisa kembali!"


Tomura kembali bertanya dengan nada seram,


"Apa orang itu kuat?"


"Tentu saja."


"Ya sudah. Aku akan pergi. Ayo semua."


Nagisa dan Hiruka di bawa ke dalam mall untuk berbelanja. Setelah Tomura dan lainnya bubar. Niel browsing tentang Negara INDONESIA yang besar itu.


Bersambung.


Chapter ini di tulis oleh Exeniel.


Kenapa akun Ini bernama Raffah Hidayatullah? Karena gabut aj, dia penyumbang ide ide untuk Ex-Love.


Tx :)