
Liburan musim panas, suhu yang buruk bagi Niel yang tak suka panas menyengat. Kesempatan ini di gunakan agar badan nya tetap bugar, berolahraga dengan membuka jendela.
Ini Akira yang keluar rumah untuk berolahraga, kebetulan juga Niel keluar sambil berbelanja sebelum jam 9. Mereka aslinya tidak berpapasan jika Akira tak menoleh ke belakang.
Rin juga ingin ke kos-an Niel karena rumah nya tak ada orang, saat sampai tak ada orang, namun kunci nya ada di bawah kloset.
"Niel, kau mau kemana?" Menanyakan sambil jogging.
"Ahhh, biasa, mau belanja." Muka Niel lemes banget.
"Kita sama, gimana kalau bareng?"
*Heii apa apaan? Aku akan belanja bersama Niel? terima kasih tuhan.
Niel membeli daging, kol, ikan, dan telur. Mengingat upah dari novel nya hanya 3.000 yen, Niel harus menghemat, Akira memakai kesempatan ini untuk tahu, apa saja belanja kesukaan Niel.
Setelah pulang dari supermarket, Rin melihat dari jendela luar kalau Niel sama gadis lain. Sekejap pikiran aneh-aneh Rin kumat lagi.
"Rin, aku pulang."
"Niel, tadi itu siapa?" Sambil membawa pemukul nyamuk.
"Akira kok." Menaruh belanjaan dalam kulkas.
"Dia menggodamu lagi?" Rin kesal dengan Akira yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Tidak, ayo masak bersama."
Omongan Niel yang halus membuat Rin percaya kalau dia tidak berbohong, baru kali ini Rin terkena bilah pisau karena membayangkan yang kemarin lagi. Segera Niel membersihkan tangan nya dan memberi nya perban.
Rin di suruh istirahat oleh Niel di kamar nya, Rin izin menyalakan AC dan ternyata tidur. Niel yang sudah menyiapkan makanan di meja itu langsung mandi dan berendam, tapi lupa di kunci. Kan lucu, hadeeehhh.
Cerita beralih ke Zahwa. . .
Sudah 5 bulan meninggalkan Niel dan teman-teman nya, kini Zahwa mendapatkan lisensi dokter magang sementara dan boleh mengoperasi pasien bersama ayah nya. Dia di sukai oleh teman sepekerja nya yang tampan, namanya Kozi Meruki.
Anak dari dokter terkenal yang menyelamatkan Gubernur yang mengalami sakit jantung, karena Zahwa orangnya serius dan dingin. Mendekati nya bukan hal yang mudah, Masalah pelajaran sekolah Zahwa sedikit memerdulikannya.
Zahwa terkenal disiplin dan tepat waktu, tak main main. banyak rumah sakit yang menginginkannya, bahkan sampai AMERIKA lebih tepat nya WHO ingin merekrut nya setelah lulus. Sekian
(minggu depan lagi full Zahwa, di tunggu!)
"Niel, apa kau sudah mandi nya?" Mengetuk pintu.
"Ok, sebentar." Mengambil handuk dan keluar kamar mandi.
Niel keluar dari kamar mandi dan bilang ke Rin untuk pulang karena dia ada urusan dengan orang tua Zahwa.
"Oh, ya udah.. Aku pulang yah Niel."
"Ehh, sekitar 2 hari aku urusan nya."
"Haa?! Lama banget." Rin kaget.
Niel mengira dia kesepian selama liburan musim panas jika meninggalkannya, Niel menghadap pandangan tulus ke Rin dan memojokannya lagi
Sumber: Pinterest | Selebihnya Author mengedit sendiri
"Niel, kau akan melakukan itu lagi?" Muka Rin memerah dan jantung nya berdetak kencang.
"Tak kusangka kau secantik ini Rin, aku gak bakal ninggalin kamu." Memegang pipi Rin.
Dan hal yang biasa terjadi kepada Rin, Niel mencium nya dan mulai bersih bersih kos-kosan nya bersama Rin.
"Aku pulang dulu Niel, dah."
"Dadah."
Urusan dengan orangtua Zahwa adalah hak asuh Niel, besok Niel akan menjadi saksi di pengadilan. Tentu saja bagi orangtua Zahwa Niel adalah generasi bagus di depannya dan bisa sukses, Kalau di tangan orang tepat.
"Nah, besok adalah urusan ku, Ayo semangat Niel." Ucap Niel yang menepuk pipinya agar semangat.
Bersambung.
Chapter ini masih di nulis Yantooo
ರ╭╮ರ
Masalah serius penulisan chapter adalah Exeniel, jadi yantooo hanya pemberi filler chapter. Makasih..