
Jum'at pagi, Niel benar benar lemas dan mengantuk karena tidak cukup tidur. Penyebab utamanya adalah diskon malam, dia merasa harus hemat uang dan sangat ingin mengoleksi buku yang sedang trend.
"Beneran kamu mau sekolah, Niel?" tanya hiruka yang iba terhadap kondisi Niel.
"Ya. Berangkat bareng, nih?" ucap Niel lemas.
Hiruka mengangguk-angguk kepalanya, dan mulai berangkat bersama. Di banner perjalanan, banyak sekali diskon yang membuat matanya terhipnotis ingin beli. Tetapi di jegat oleh alam bawah sadar nya, mengingatkan kalau harus, "Hemat. Hemat. Hemat!"
Selain menjadi Novelis yang berpenghasilan tak seberapa, mengobsesinya mencari pekerjaan sampingan baru. Dengan mencari buku di perpustakaan sekolah berjudul, "1001 Cara Menjadi Karyawan Hebat."
Tiba-tiba Kameza mengagetkan Niel dari belakang dan bertanya perihal buku itu, "Tumben milih buku yang kayak gitu. Mau kerja?"
"Itu udah tau. Blokkk!" Niel mencari tempat duduk dan mulai membacanya.
Sementara Akira yang ingin mengambil buku berjudul, "999 Cara Di Sukai Lelaki Dingin." di rak paling atas kesusahan mencapainya. Dia menolah-noleh mencari tatakan berdiri dan bertemu Kameza yang memakainya.
(Aslinya Kameza itu Anggota penjaga Perpus.)
"Ka-Kameza Kun. Bo-Boleh aku pinjam tatakan itu?" pinta Akira yang canggung.
"Buku mana yang mau kamu minta? Aku ambilkan!" tanya Kameza.
Akira mukanya memerah karena meminta pertolongan kepada murid No.2 paling tampan di kelas 1, Kemudian menunjuk tangan Akira ke rak paling tinggi.
"Disitu..." Kameza memberikan nya buku itu dan bertanya, "Siapa Namamu? Selera buku mu bagus juga."
Akira yang sedikit polos memperkenalkan namanya dengan nada datar, "Terima kasih. Namaku Akira. Akira tsukihara kelas 1-2."
"Hebat. Kamu bisa bicara biasa dengan ku. Mulai sekarang, kita berteman!" Kameza mengulurkan tangan nya.
"Tunggu tunggu tunggu. Apa ini mimpi, tuhan? Cowok yang melebihi ganteng nya Niel segampang ini menerima ku?" batin Akira.
"Ayo kita mengobrol disana. Mau?" ajak Kameza.
"Ah. Aku sedikit takut. Apa bisa lain kali?" Akira menolak, padahal takut di ancam gadis lain kalau semuanya melihat ini.
"Tuhkan. Kamu sangat menarik Akira. Ayo kita cari tempat sepi. Ikut aku!" menyeret Akira untuk ikut dengan nya.
Kameza mengajaknya ke ruangan eskul membaca yang sepi dan sedikit gelap. Akira benar-benar takut kalau sebenarnya Kameza lelaki liar, dan memberontak ingin lari.
"Maaf Kameza. Aku masih ingin punya masa depan!" tolak nya.
"Aku nggak bakal ngapa-ngapain. Janji!"
Akira tertawa, tersenyum, dan terus mendengar ocehan curhat Kameza sampai selesai. Dirasa waktu sudah ingin pulang, Kameza meminta 1 permintaan lagi untuk Akira.
"Akira. Setelah ini, mau kamu merayakan natal sama aku?"
"Ya. Akan ku usahakan." ucap Akira dengan nada riang.
Kameza terus menatap Akira tanpa memalingkan pandangan sedikit pun,
Akira menjadi tak terkendali pikiran nya sampai mukanya sangat memerah, karena pingsan. Kameza menidurkan Akira di pahanya dan teringat omongan Niel yang tajam tapi benar.
..."Niel. Aku iri liat kamu sama Rin."...
..."Bo...doh. Coba saja pekan depan, mungkin. Dekati perempuan yang sekiranya tidak tergila-gila dengan mu."...
..."Tapi. Aku selalu menolak gadis yang benar suka sama aku itu salah?"...
..."Kamu aslinya bodoh ya Kameza? Cewek jaman sekarang kalau memang ndak cinta dari hati biasanya ngambil sisi cover nya doang."...
..."Apa maksudnya Niel?"...
..."Kamu itu di cintai karena ke gantengan nya. Coba saja kamu tidak ganteng. Bakalan di jauh-jauhin kamu seperti teman lama ku."...
..."Sepertinya aku mengerti. Makasih Niel."...
Sepertinya dalam hati Kameza, Akira lah yang cocok untuk menemani hari-hari nya. Seperti panutan nya yang tak lain Niel, Kameza berjanji akan melindungi Akira dari marabahaya apapun.
Sementara Niel...
"Ah...Ah...Ah... Akhirnya aku sudah membaca semua nya. Intinya adalah Kerja Keras." semangat dirinya yang sangat lakik.
"Niel. Kamu baca buku apa?" tanya Rin yang memborong buku bersama Nami.
"Rin! Nanti akan ku buatkan rumah bagus untuk mu! Tunggu saja!" girang Niel dan memutuskan keluar perpustakaan.
"Sepertinya buku yang dia baca adalah motivasi hidup." cekikikan Rin melihat Niel.
"Hu-Hubungan Rin-chan dengan Niel itu apa??" tanya batin Nami.
Besok, hari persiapan pentas bagi setiap kelas. Semua murid melatih kreatifitas nya masing-masing membuat kelas yang cantik dan enak di pandang banyak orang.
Niel menuju ke tempat latihan dengan kedatangan Akira yang terlambat agak lama, ini menjadi latihan terakhir sebelum festival besar-besaran mulai di hari sabtu.
Bersambung.
Ch ini di ketik oleh Exeniel.
(Lagi mood. Kalau nggak mood yah males ngetik)
Yang ngedit ilustrasi adalah Yantooo (babu author)
Cukup sekian dari saya dan bang Xeniel. Besok adalah Chapter serius yang menbuat kalian heran!
Tx :)
Raffah menjadi pajangan sementara. Dan berguna du ch selanjutnya.. :V