Ex-love

Ex-love
Rumah Baru Suasana Seru



Hari minggu, Niel menyiapkan barang-barang nya sendiri sebelum truk datang. Bersiap-siap ke rumah Nagisa, dapat uang bulanan dari Zen dan Yui buat hati Niel tenang, akhirnya bulan tua sudah punah.


"Niel. Sering mampir ya. Ibu Zen kasih uang buat bulanan ya. Cukup 'kan sayang?" Niel meraba isi amplop terkejut.


"Ini kebanyakan. Cukup kok bu. Makasih banyak bu. Buat semua lah. Bakal sering mampir kok." Kemudian memeluk Zen.


"Makasih bu. Titip salam ke ayah, kak Yui ya."


"Zahwa tahun baru pulang ke jepang. Jangan nakal yah disana."


Niel kaget mendengarnya, "Hah?! Syukurlah. Kesini tanggal berapa bu?"


"Sekitar tanggal 28 udah sampai."


"Ya sudah bu. Aku mau merapikan baju ku disini."


Membungkus barang, bayaran terakhir kos-kosan, salam perpisahan udah di kerjakan. Tinggal menunggu dan berangkat, butuh waktu 10 menit baru sampai.


Hiruka yang sudah di perbolehkan keluar desa oleh neneknya mendengar kalau Niel tinggal di rumah bibinya, dan bergegas kesana.


Sudah seminggu Niel tak menelpon Zahwa, mumpung ada waktu kosong untuk menunggu sambil menelponnya.


"Halo Zahwa."


"Niel... Aku khawatir. Kamu sih ndak pernah nelpon."


"Udah gapapa kok. Cepet pulang ya Zahwa, ke jepang."


"Loh. Kamu tau dari siapa? Padahal mau ngejutin."


"Ibu Zen. Hihihi. Hari minggu kamu masih sibuk?"


"Malesin ibu mah. Oh, Aku lagi istirahat kok. Sehat sehat. Oh ya, hubungan kamu sama Rin gimana?"


"Romantis. Misal aku nikah sama dia gimana? Lagian mirip banget sama kamu."


"Ya udah. Aku tinggal nyari tunangan. Gampang 'kan? Cantikan dia kok dari pada aku."


"Bohong. Cantikan kamu. Tapi kayaknya aku serius. Tapi janji nya..."


"Jangan dipikirin Niel. Aku masih sayang kamu kok. Tapi aku gak cemburu yah!"


"Brumm. Ya udah Zahwa, truk nya udah datang. Aku tutup yah. Dadah Cantik."


"Oke ganteng."


Zahwa di apartemen bersama bisa di sebut "Pacar" mendengar percakapan mereka berdua dan tertawa.


"Hahaha. Emang dekat ya kalian berdua. Mana liat foto Niel sama kamu."


"Di sebelah TV."



"Imut banget kamu Zahwa. Niel orang nya seperti apa?"


"Murah senyum, Humoris, Setia. Ya, ngeri nya pas udah berantem."


"Bisa bela diri?"


"Juara karate. Judo."


Laurent Roby namanya. Dia lulus dengan pengalaman ahli, dokter bersertifikat di rumah sakit terkenal di Amerika. Walau usia nya masih muda.


Anak dari campuran jepang dan amerika, bertemu perempuan berbakat dari negara ibu nya yaitu jepang. Sosok itu adalah Zahwa yang sudah mengisi harinya yang membosankan.


"Mau aku buatin teh, Laurent?"


"Ndak usah. Aku mau duduk." Laurent menghampiri Zahwa.


"Kamu tahu gak apa yang hangat selain api unggun?"


"Apa?"


"Pelukan ku padamu!"



Sumber: Pinterest | udah tau lah siapa yang ngedit.


"Apa sih suka nge gombal terus dah."


"Kamu cantik."


"Iya tau. Mau di buatin teh gak?"


"Boleh."


***


Sementara di hari minggu yang cerah ini, Akira tak sabar untuk pentas di hari Sabtu depan dan belanja setelah latihan. Bersamaan dengan Futaba.


Sementara Niel melihat naskah sambil minum secangkir teh hangat melihat para ibu dan anaknya bermain di taman. Di temani musik dari radio dan tak ada orang yang bisa se-santai ini.


Rin yang di beri alamat rumah Nagisa oleh Niel kaget, kalau kos yang dulu lebih jauh dari rumahnya. Sekitar 40 langkah kaki sudah sampai, dan menyapa Niel dari atas teras. (Hikaru masih dalam perjalanan. Jadi belum nyampe)


Rencana nya mereka berdua akan jalan-jalan, sampai dimana Niel jujur perihal hubungan kedepannya dengan Rin.


Bersambung.


Ch ini yang ngetik Exeniel. Yang ngedit ilustrasi Yantooo.


Saerul akan datang sebagai staff "Kekuatan Hinkai Dalam Diriku."


Tx semuanya :)