Ex-love

Ex-love
Senang Nya Saat Ku Lihat Wajah Cantikmu



Sebelum menemui Zahwa, Niel harus sekolah agar tidak ketinggalan pelajaran, suruhnya. Parahnya, Niel tidak fokus menerima materi, sampai melamun saat di panggil guru.


"Aku pengen pulang. Pulang!" batin nya menjerit ingin pulang.


Sementara gurunya masih memanggil, "Niel. Niel. Baca halaman 90!"


Akira menepuk pelan mejanya hingga sadar, "Ada apa Akira?" tanya Niel.


"Sensei memanggil mu!" bisik nya hingga Niel kaget.


"Ada apa, Sensei?" Lesu Niel sampai disuruh untuk mencuci muka.


Niel tidak bisa tidur menunggu datang nya diskon malam dan Zahwa. Dia ingin membolos pelajaran IPA, tapi tak ingin kena hukuman dan kembali ke kelas.


"Bolos ya? Jangan ah, nanti Zahwa kecewa kalau aku nakal."


...******...


Teng...Tong...


Bunyi bel pulang berbunyi, Rize janjian menemui Zahwa dengan syarat menunggu Niel selesai latihan.


"Yo. Rize. Ayo." ajak Niel.


"Niel. Ayo cepat! Zahwa ada di mana?" Baru kali ini Niel melihat ekspresi senang dan bahagia Ketos.


"Santai saja. Dia sedang keluar. Beli sesuatu." Raut wajah Niel seperti biasa saja, tak ada rasa girang.


"Kamu ndak menantikan momen ini Niel?" tanya Rize sambil memegang pundaknya.


"Aku senang. Tapi udah sering chat-an. Masa harus segirang itu?" jawabnya.


"Ayo Rize. Rin dan Kameza sudah disana."


...******...


Niel berjalan dengan jas yang hangat, dan Rize yang penuh semangat.


Sudah lama tidak bertemu, kini Niel terus menyimpan rindu.


Pelengkap hati di saat gelisah, bersama nya pasti selalu salah tingkah.


Selalu menghibur di saat sedih, baik terhadap semua orang tanpa pilih kasih.


"Oh. Dia sudah arah pulang. Ayo cepat." suruh Niel.


Paras nya yang cantik, beserta sifatnya yang baik. Niel di beri pelajaran penting arti teman, sahabat, dan rekan.


Mengajarkan penyesuaian diri supaya di terima baik semua orang, agar sukses dan membahagiakan orang tersayang.


Niel melihat Zahwa depan rumah Zen, bersama Rin dan Kameza. Melihat senyumnya, Niel tak kuat menyimpan Rindu.


Niel menghampiri dan berteriak, "Zahwa!"


"Niel!" terkejut Zahwa dan berlari menghampiri nya.



Sumber : Pinterest | Selebihnya mas Yantooo yang mengedit. :/


..."Kamu betah disana?" tanya Niel sembari memeluk erat Zahwa....


..."Betah kok. Kamu tambah tinggi." meraba tubuh Niel manja....


..."Ya sudah. Di dalam saja kita berbincang nya." ucap Niel....


Rize melihat dari belakang dengan tatapan datar dan rasa putus asa. Dirinya sudah tidak bisa lagi memiliki Zahwa, dan pergi pulang.


"Zahwa. Kuharap kamu bisa tersenyum setiap hari. Bersama orang yang kamu sayangi." batin Rize yang tak berdaya lagi.


Kameza melihat Rin apakah cemburu atau cemberut, ternyata dia menangis terharu sampai membasahkan sedikit syal nya. Karena dingin, Kameza memberinya tisu.


"Zahwa. Aku bersama Rize. Katanya dia mau bica- Loh. Dimana dia?" Niel bingung, padahal tadi dia berdiri di situ.


"Padahal dia... Sudahlah." batin Niel yang tahu apa yang terjadi di hati Rize.


Mereka masuk rumah dan pesta kepulangan Zahwa ke jepang, bersama Yui dan Zen. Sementara Laurent datang terlambat, sehingga Zahwa datang bersama Niel.


"Aya- Loh. Kamu siapa?" tegas Niel melihat orang asing.


"Niel. Oh iya, belum ku perkenalkan. Dia Laurent, guru pembimbing ku." Aslinya Zahwa tegang, takut Laurent menerima bogem mentah kalau tidak ada dia disitu.


"Guru? Kalian terlihat dekat. Tipe mu om-om seperti dia? Ganteng tapi ngenes?" kata-kata tajam Niel keluar di lidahnya.


Plak... Zahwa menampar Niel, "Kamu tambah tidak sopan Niel." dengan tatapan cemberut hebat nya.


Niel sedikit berkaca-kaca menerima tamparan itu, "Maafkan aku Zahwa." Sembari memeluk Zahwa.


Setelah di ceritakan Zahwa lebih dalam, Laurent menjadi sedikit gemetar. Karena meskipun dia dokter, bela diri nya sangat parah di banding Niel.


"Niel itu fisik nya monster. Apalagi kakinya. Bisa ngeretakin tulang manusia lainnya." ucap Zahwa yang bercerita.


"Tapi tenang. Kalau aku menyuruhnya untuk berteman denganmu. Dia akan baik."


"Jangan ceritakan kalau kita pernah ciuman, atau yang lainnya. Niel bisa mencatat waktu kematian mu!"


Laurent mencari kesempatan sifat kalem Niel untuk meminta berteman.


"Ni-Niel. Kita bisa berteman, 'kan?" tanya Laurent.


"Maaf. Aku kira kamu orang jahat. Mas Laurent." jawab Niel.


"Segampang ini minta nya? Tapi aku harus tahan diri mengatakan sesuatu ke dirinya!" batin Laurent.


"Ya sudah. Aku maafkan Niel. Ayo makan."


Setelah semua kenyang, Kameza izin pulang karena ada urusan. Laurent yang ingin cepat tidur karena besok jalan-jalan. Kini tinggal Rin, Niel, dan Zahwa di meja.


"Gimana Rin. Kamu sama Niel." tanya Zahwa.


Niel memotong pembicaraan, "Sudah ku bilang romantis. Restuin ya Zahwa."


Rin yang tak mengerti apa-apa hanya menggeleng kepala, dan bertanya, "Restu apa Niel?"


"Rahasia." jawab mereka berdua.


"Ahh. Kamu mau tahu hubungan ku sama Laurent?"


...*****...


Sudah lelah menceritakan hubungan nya, Niel dan Rin izin pulang karena besok hari jum'at. Disinilah Rin sendiri yang meminta bergandeng tangan, melihat senyum Niel yang tulus menenangkan hati nya.


"Kamu mau tahu? Restu apa yang di maksud?" tanya Niel sembari membelai rambut nya.


"Mau banget!" muka penasaran Rin yang terlihat.


"Habis aku pulang dari Indonesia, boleh?" Rin menjawab, "Boleh!"


"Rin. Kamu cantik. Boleh aku menemani mu. Putriku?" senyum manis di berikan untuk Rin.


"Boleh. Pangeran ku!"


Mereka berdua sampai di rumah nya masing-masing, dan bertemu di dalam mimpi indah yang menginspirasi para remaja yang sedang merasakan cinta.


Ch ini di ketik Raffah.


penyumbang ide: Exeniel


Ilustrator : Yantooo.


Karena ini chapter penting. Ya kali biasa-biasa aj. Tq yang udah baca.


Terus dukung para author indonesia yang mempunyai bakat penting bagi generasi maju!


makasih sekali lagi. Sayonara!